7 Kebiasaan yang Bisa Menurunkan Fungsi Otak

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Jumat, 30 Oct 2026 09:00 WIB
7. Kurang Bersosialisasi
Ilustrasi bersosialisasi/Foto: Magnific.com/Magnific

Pernah merasa gampang lupa, sulit fokus, atau pikiran terasa lambat meski usia masih muda, Beauties? Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele, loh. 

Menjaga kesehatan otak ternyata nggak cukup hanya dengan membaca buku atau bermain permainan asah otak. Kebiasaan yang kamu lakukan setiap hari juga berperan dalam mendukung fungsi kognitif.

Lantas, apa saja kebiasaan yang menurunkan fungsi otak dan perlu mulai diperhatikan? Yuk, simak penjelasannya!

1. Doomscrolling

Ilustrasi kecanduan main ponsel/Foto: Magnific.com/Magnific

Beauties, pernah berniat membuka media sosial selama lima menit, tetapi akhirnya menghabiskan waktu hampir satu jam untuk scroll? Kebiasaan ini dikenal sebagai doomscrolling. Jika dilakukan terus-menerus, kamu bisa merasa lebih lelah secara mental, sulit berhenti menggunakan ponsel, atau menunda waktu tidur.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, cara seseorang menggunakan media sosial dapat berkaitan dengan suasana hati dan kesehatan mental. Jadi, salah satu cara menjaga fungsi otak adalah dengan mencoba membatasi waktu menggulir media sosial, hindari ponsel menjelang tidur, dan sisihkan waktu untuk beristirahat dari layar.

2. Merokok

Ilustrasi menolak rokok/Foto: Magnific.com/Magnific

Dampak rokok bukan hanya berkaitan dengan paru-paru, loh, Beauties. Kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko gangguan pada jantung dan pembuluh darah, padahal otak membutuhkan aliran darah yang membawa oksigen dan zat gizi agar dapat berfungsi dengan baik. Dalam jangka panjang, masalah kesehatan pembuluh darah dapat ikut memengaruhi kesehatan kognitif.

Dilansir dari National Institute on Aging, menjaga kesehatan kardiovaskular dan berhenti merokok merupakan bagian dari upaya merawat kesehatan otak. Hal tersebut dikarenakan merokok menjadi salah satu penyebab sulit fokus.

3. Malas Bergerak dan Berolahraga

Ilustrasi malas bergerak/Foto: Magnific.com/Magnific

Menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk, bekerja di depan laptop, atau rebahan memang terasa nyaman. Namun, tubuh tetap membutuhkan gerakan secara teratur. Aktivitas fisik nggak harus selalu berupa olahraga berat di gym. Berjalan kaki, bersepeda, menari, atau melakukan pekerjaan rumah juga bisa menjadi pilihan, Beauties.

Aktivitas fisik dapat mendukung kesehatan mental dan membantu mempertahankan beberapa kemampuan kognitif, seperti merencanakan kegiatan dan mengalihkan perhatian. Jadi, kamu bisa mulai dengan lebih sering berjalan atau menyempatkan diri bergerak di sela-sela pekerjaan.

4. Stres Berkepanjangan

Ilustrasi depresi/Foto: Magnific.com/Magnific

Saat menghadapi banyak masalah, pikiran mungkin terus bekerja meski kamu sedang beristirahat. Akibatnya, kamu bisa merasa sulit fokus, gampang lupa, atau kewalahan saat harus mengambil keputusan. Stres sesekali merupakan hal yang wajar, tetapi stres berkepanjangan yang tidak dikelola dapat memengaruhi keseharian.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, stres dapat memengaruhi berbagai proses dalam tubuh, termasuk perhatian dan ingatan. Untuk mengelolanya, kamu bisa mencoba aktivitas relaksasi, melakukan hobi, menjaga waktu istirahat, atau bercerita kepada orang terpercaya. Jika stres terus mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan profesional, ya!

5. Konsumsi Makanan dan Minuman Tidak Bergizi

Ilusstrasi makan makanan dengan tinggi gula/Foto: Magnific.com/Magnific

Otak membutuhkan energi dan zat gizi agar bisa bekerja dengan baik. Kebiasaan terlalu sering mengonsumsi junk food, minuman tinggi gula, dan makanan yang minim zat gizi dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang. Selain itu, kurang minum air putih dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa disertai sakit kepala, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi.

Dilansir dari WHO, pola makan sehat perlu mencakup beragam makanan bergizi serta membatasi konsumsi gula bebas. Sementara itu, alkohol berlebihan dapat mengganggu kerja otak, termasuk koordinasi, penilaian, dan kemampuan mengambil keputusan. Karena itu, kamu bisa mulai dengan memperbanyak variasi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan, dan membatasi minuman manis serta menghindari alkohol, ya!

6. Kurang Tidur atau Sering Begadang

Ilustrasi insomnia/Foto: Magnific.com/benzoix

Begadang untuk menyelesaikan pekerjaan atau bermain ponsel sampai larut malam mungkin terasa biasa, ya, Beauties. Namun, kalau terus dilakukan berulang kali, kurang tidur bisa membuat kamu gampang mengantuk, sulit fokus, dan lebih lambat merespons informasi. Padahal, tidur membantu otak memproses informasi dan mendukung pembentukan ingatan.

Tidur yang cukup berperan dalam menjaga daya ingat dan suasana hati. Bagi kebanyakan orang dewasa, durasi tidur yang dianjurkan sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam. Jadi, kalau kamu sering merasa sulit berpikir jernih setelah begadang, coba perbaiki jadwal tidur secara bertahap, ya!

7. Kurang Bersosialisasi

Ilustrasi bersosialisasi/Foto: Magnific.com/Magnific

Beauties, bagi kamu yang introvert, mungkin kurang atau bahkan tidak bersosialisasi adalah kegiatan paling menenangkan. Namun, tahukah kamu jika selalu menghindari interaksi sosial kesehatan mental bisa ikut terdampak? Hal ini karena berinteraksi dengan orang lain memberi kesempatan untuk berbagi cerita, memahami sudut pandang berbeda, dan tetap terlibat dalam kegiatan yang bermakna.

Dilansir dari National Institute on Aging, isolasi sosial dan kesepian berkaitan dengan risiko penurunan fungsi kognitif serta demensia yang lebih tinggi, terutama pada kelompok usia lanjut. Jadi, Beauties, sekarang kamu bisa memulainya dengan mengobrol bersama keluarga, bertemu teman, atau mengikuti kegiatan yang kamu sukai.

Beauties, menjaga kesehatan otak nggak harus dimulai dengan perubahan besar. Cukup dengan hal-hal kecil di atas. Tetapi jika kamu mengalami gangguan daya ingat atau konsentrasi yang menetap hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya, ya!

__

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE