7 Makanan dan Minuman yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Otak, Segera Batasi!

Belinda Safitri | Beautynesia
Senin, 19 Jan 2026 10:00 WIB
7 Makanan dan Minuman yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Otak, Segera Batasi!
Makanan dan minuman yang bisa merusak kesehatan otak/ Foto: Freepik.com/freepik

Otak adalah pusat kendali seluruh aktivitas tubuh, mulai dari berpikir, mengingat, mengatur emosi, hingga mengambil keputusan. Supaya fungsinya tetap optimal, otak membutuhkan asupan nutrisi yang tepat dan pola makan yang seimbang. Sayangnya, tanpa disadari, banyak orang justru sering mengonsumsi makanan yang berpotensi merusak kesehatan otak secara perlahan.

Beberapa jenis makanan ini memang terasa praktis, enak, atau menyegarkan, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu peradangan, mengganggu kerja neurotransmiter, hingga memengaruhi struktur otak. Agar Beauties lebih waspada, ketahui daftar makanan dan minuman yang bisa merusak kesehatan otak seperti dilansir dari Healthline!

1. Minuman Manis

Minuman manis/ Foto: Freepik.com/freepik

Minuman seperti soda, minuman energi, minuman olahraga, hingga jus buah kemasan umumnya mengandung gula tinggi, termasuk sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS). Konsumsi gula berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah yang tidak stabil, memperberat kerja metabolisme, dan meningkatkan risiko penyakit kronis. 

Sebuah studi tahun 2023 bahkan menunjukkan bahwa orang dengan konsumsi gula tinggi memiliki risiko demensia dua kali lebih besar dibandingkan mereka yang konsumsi gulanya rendah. Sebagai alternatif, Beauties bisa beralih ke air putih, teh tanpa gula, jus sayur, atau produk susu tanpa pemanis agar tetap terhidrasi tanpa membebani otak.

2. Karbohidrat Olahan

Karbohidrat olahan/ Foto: Freepik.com/freepik

Karbohidrat olahan seperti roti putih, kue, nasi putih, mie instan dan sereal manis memiliki indeks glikemik tinggi, sehingga cepat dicerna dan memicu lonjakan gula darah. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi energi tubuh, tetapi juga berdampak pada kinerja otak, terutama dalam hal fokus dan pengambilan keputusan.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat olahan dalam jangka panjang dapat memengaruhi hipokampus dan korteks prefrontal, dua area penting dalam memori, pembelajaran, serta kontrol perilaku. Selain itu, makanan ini juga dapat mengganggu keseimbangan poros usus-otak dan meningkatkan peradangan, yang berkontribusi pada risiko kecemasan dan depresi. 

3. Makanan Tinggi Lemak Trans

Makanan tinggi lemak trans/ Foto: Freepik.com/azerbaijan_stockers

Lemak trans buatan banyak ditemukan pada margarin, makanan beku, kue kemasan, dan camilan olahan. Beberapa penelitian menemukan bahwa asupan lemak trans yang tinggi dapat menurunkan kemampuan mengingat dan memengaruhi fungsi kognitif, terutama pada usia produktif.

Namun penting diingat, tidak semua lemak berdampak buruk. Lemak sehat seperti omega-3 justru memiliki efek perlindungan terhadap otak, membantu mengurangi peradangan, serta mendukung fungsi memori. Karena itu, mengganti camilan olahan dengan ikan berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian bisa menjadi solusi.

4. Makanan Ultra Olahan

Makanan ultra olahan/ Foto: Freepik.com/freepik

Keripik, nugget, mi instan, pizza beku, dan makanan siap saji termasuk kategori ultra-olahan. Makanan jenis ini biasanya mengandung gula tambahan, lemak jenuh, natrium, serta pengawet. Penelitian menemukan bahwa asupan tinggi makanan ultra-olahan berkaitan dengan penurunan fungsi eksekutif dan kemampuan berpikir dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, makanan ultra-olahan juga dikaitkan dengan peningkatan peradangan sistemik serta penurunan volume materi abu-abu di otak. Dalam beberapa studi hewan, konsumsi jangka panjang bahkan memengaruhi sawar darah-otak, yang berfungsi melindungi otak dari zat berbahaya. 

5. Pemanis Buatan Aspartam

Pemanis buatan/ Foto: Freepik.com/jcomp

Aspartam banyak digunakan dalam minuman diet dan produk bebas gula. Dalam batas wajar, pemanis ini dianggap aman oleh otoritas kesehatan. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, beberapa penelitian mengaitkannya dengan gangguan perilaku, kecemasan, hingga kesulitan belajar.

Fenilalanin dalam aspartam dapat menembus sawar darah-otak pada dosis tinggi dan memengaruhi produksi neurotransmiter. Tak sampai di situ, aspartam juga dapat meningkatkan stres oksidatif dan memengaruhi hubungan usus-otak. Oleh karena itu, tetap bijak dalam mengonsumsi produk berpemanis buatan, terutama jika dikonsumsi setiap hari.

6. Alkohol

Alkohol/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Beauties, konsumsi alkohol dalam jangka pendek dapat mengganggu konsolidasi memori dan menyebabkan seseorang mengalami lupa sementara atau blackout. Efek ini terjadi karena alkohol memengaruhi hipokampus, pusat penyimpanan memori jangka panjang.

Jika dikonsumsi berlebihan secara berkepanjangan, alkohol dapat menyebabkan perubahan struktur otak, termasuk penyusutan jaringan dan kerusakan sel saraf. Dampaknya dapat memengaruhi kemampuan berpikir, mengontrol emosi, hingga keseimbangan tubuh. 

7. Ikan Tinggi Merkuri

Ikan tinggi merkuri/ Foto: Freepik.com/jcomp

Ikan predator besar seperti hiu, tuna besar, dan ikan todak cenderung mengandung merkuri lebih tinggi. Merkuri dapat menembus sawar darah-otak dan mengganggu sistem saraf pusat. Pada janin dan anak kecil, paparan merkuri dapat menghambat perkembangan otak.

Namun, bukan berarti semua ikan perlu dihindari. Ikan kaya omega-3, misalnya, bermanfaat bagi kesehatan otak. Di antaranya salmon, sarden, ikan teri, dan udang. 

Jadi, itulah makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi karena dapat merusak kesehatan otak. Ingat baik-baik, Beauties! 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE