7 Makanan yang Sering Dikonsumsi tapi Bisa Mengandung Logam Berat

Justina Nur | Beautynesia
Jumat, 20 Mar 2026 14:00 WIB
Umbi-umbian
Wortel, kentang, singkong, dan bit dapat menumpuk timbal dari tanah atau pupuk yang terkontaminasi./ Foto: freepik.com/wirestock

Tak banyak orang yang tahu, ternyata ada sejumlah makanan yang kita konsumsi sehari-hari mengandung logam berat dalam kadar tertentu. Paparan logam berat ini bisa terjadi karena berbagai hal seperti akibat pencemaran lingkungan yang terjadi di tanah dan air.

Logam berat yang dimaksud bisa berupa merkuri, timbal, arsenik, dan kadmium, yang jika dalam jumlah berlebih, zat-zat tersebut dapat menumpuk dan memicu berbagai gangguan kesehatan. Ironisnya, beberapa penyebab masuknya logam berat ke tubuh kita tersebut adalah karena makanan yang sering dianggap sehat dan kerap dikonsumsi untuk makanan sehari-hari.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih kritis terhadap makanan apa saja yang dikonsumsi. Yuk, ketahui apa saja makanan yang mengandung logam berat yang bisa jadi sering kita jumpai!

Ikan Tuna dan Ikan Berukuran Besar Lainnya

Ikan berukuran besar yang berada di puncak rantai makanan laut dapat mengakumulasi merkuri dalam kadar yang tinggi./ Foto: Freepik.com/stockking

Ikan berukuran besar yang berada di puncak rantai makanan laut dapat mengakumulasi merkuri dalam kadar yang tinggi./ Foto: Freepik.com/stockking

Dilansir dari Econugenics, ikan yang termasuk dalam kelompok predator dan berukuran besar serta berumur panjang berada di puncak rantai makanan laut. Ikan-ikan ini cenderung mengakumulasi merkuri dalam kadar yang tinggi karena mereka mengonsumsi organisme yang sudah tercemar sebelumnya.

Ikan berukuran besar ini termasuk tuna bigeye, tuna albacore, tuna sirip biru, tilefish, todak, hiu, king mackerel, marlin, orange roughy, dan beberapa jenis kerapu.

Dampak yang diakibatkan karena mengonsumsi ikan-ikan tersebut bisa cukup berisiko, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak. Paparan merkuri ringan sekalipun jika dikonsumsi pada masa kehamilan dan anak-anak bisa berdampak gangguan permanen pada fungsi kognitif, memori, fokus, kemampuan motorik halus, penglihatan, dan sistem imun.

Beberapa Sayuran Hijau

Sayuran hijau bisa menyerap kandungan timbal dan kadmium dari tanah tempat tumbuhnya sayuran./ Foto: Freepik.com/KamranAydinov

Sayuran hijau bisa menyerap kandungan timbal dan kadmium dari tanah tempat tumbuhnya sayuran./ Foto: Freepik.com/KamranAydinov

Sayuran hijau seperti selada, bayam, kale, brokoli, dan sayuran hijau lainnya dapat menyerap kandungan timbal dan kadmium dari tanah pertanian. 

Paparan timbal dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak, menimbulkan penyakit jantung, kanker, dan juga berdampak pada penurunan IQ. Sedangkan paparan kadmium dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal, penyakit jantung, hingga kemungkinan gangguan saraf.

Meski begitu, kamu tetap bisa mengurangi kontaminasi logam berat di permukaan sayuran dengan mencucinya sampai bersih. Namun, logam berat yang sudah terserap ke jaringan tanaman tetap ada. Oleh karena itu, penting untuk memilih sayuran hijau dari petani terpercaya dan membuang daun yang posisinya paling luar untuk mengurangi paparan logam berat.

Kerang-kerangan

Kerang-kerangan di alam berfungsi sebagai filter air, jadi mereka bisa menyerap merkuri dan kadmium dari air tempat mereka hidup./Foto: Freepik.com/valeria_aksakova

Kerang-kerangan di alam berfungsi sebagai filter air, jadi mereka bisa menyerap merkuri dan kadmium dari air tempat mereka hidup./Foto: Freepik.com/valeria_aksakova

Saat mengunjungi restoran seafood, selain kepiting, kerang-kerangan tentu sering jadi makanan favorit kita. Namun sekarang kamu perlu berhati-hati saat mengonsumsi kerang. 

Hal ini karena hewan kerang-kerangan seperti tiram, kerang, dan remis bisa menyerap merkuri dan kadmium dari air tempat mereka hidup. Hewan-hewan ini memiliki cara makan dengan menyaring air dalam jumlah besar. 

Bisa diibaratkan cara makan kerang-kerangan seperti spons kecil yang menyerap berbagai zat yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, untuk mengurangi paparan logam berat, pilihlah kerang-kerangan yang berasal dari perairan yang lebih bersih atau tidak tercemar dan batasi frekuensi konsumsinya.

Beras

Beras dapat mengandung arsenik, apalagi beras dari tanaman padi yang ditanam di tanah yang tercemar pestisida berbasis arsenik./ Foto: Freepik.com/zirconicusso

Beras dapat mengandung arsenik, apalagi beras dari tanaman padi yang ditanam di tanah yang tercemar pestisida berbasis arsenik./ Foto: Freepik.com/zirconicusso

Dilansir dari University Hospitals, beras dapat mengandung logam berat jenis arsenik. Hal ini karena tanaman padi menyerap air dari tanah, termasuk zat yang ada di dalamnya. 

Arsenik secara alami memang sebetulnya terdapat di beberapa jenis tanah dan sumber air, jadi arsenik bisa ikut masuk ke dalam bahan makanan yang kita konsumsi. Selain itu, arsenik juga bisa terdapat di beras karena pencemaran tanah dari pestisida berbasis arsenik.

Padahal jika terpapar dalam jangka waktu yang panjang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, dan masalah saraf.

Untuk menurunkan risiko paparan logam berat, ada baiknya kamu mencuci beras sampai bersih sebelum dimasak, gunakan air lebih banyak saat memasak, lalu buang sisa air setelah matang.

Cokelat

Pohon kakao dapat dengan mudah menyerap mineral dari dalam tanah, termasuk logam berat seperti timbal dan kadmium./ Foto: Freepik.com

Pohon kakao dapat dengan mudah menyerap mineral dari dalam tanah, termasuk logam berat seperti timbal dan kadmium./ Foto: Freepik.com

Pohon kakao dapat dengan mudah menyerap mineral dari tanah, termasuk logam berat seperti timbal dan kadmium. Selain itu, proses pengolahan biji kakao, mulai dari fermentasi, pengeringan, penggilingan jadi bubuk hingga diolah menjadi pasta kakao, dapat membuat kandungan logam yang terserap jadi semakin terkonsentrasi.

Selain itu, peralatan produksi, wadah penyimpanan, serta bahan tambahan yang digunakan dalam proses pengolahan bisa memperparah kontaminasi. Dilansir dari University Hospital, paparan kadmium dari kakao bisa berasal dari tanah yang tercemar penggunaan pupuk atau aktivitas industri dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit ginjal dan tulang jadi rapuh. Selain itu, kadmium dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker seperti kanker kandung kemih, rahim, payudara, hingga paru-paru.

Oleh karena itu, meski cokelat bisa kamu konsumsi sesekali, sebaiknya tetap pilih cokelat hitam yang kadar kakaonya tinggi, dari merek yang transparan dan komitmen melakukan pengujian serta pembatasan kadar logam berat.

Umbi-umbian

Wortel, kentang, singkong, dan bit dapat menumpuk timbal dari tanah atau pupuk yang terkontaminasi. / Foto: freepik.com/wirestock

Wortel, kentang, singkong, dan bit dapat menumpuk timbal dari tanah atau pupuk yang terkontaminasi./ Foto: freepik.com/wirestock

Dikutip dari Integris Health, tanaman umbi-umbian seperti wortel, kentang, singkong, dan bit dapat menumpuk timbal dari tanah atau pupuk yang terkontaminasi. Selain itu, menurut laporan Econugenics, kentang juga bisa mengandung kadmium, tergantung pada kondisi tanah tempat tumbuh.  Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko, kamu bisa mengganti atau menyelingi bahan-bahan makanan ini dengan sumber karbohidrat lain seperti ubi jalar atau labu. 

Makanan Kalengan

Makanan kalengan yang mengandung asam dan garam yang tinggi dapat membuat logam berat larut dari lapisan dalam kaleng ke makanan./ Foto: Freepik.com

Makanan seperti tomat, buah, sayuran, kacang-kacangan, dan sup ada yang dikemas dalam bentuk kaleng. Padahal, bahan-bahan makanan tersebut bisa mengandung kadar asam dan garam yang tinggi yang dapat membuat logam berat seperti timbal, larut dari lapisan dalam kaleng ke makanan, apalagi jika makanan tersebut disimpan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Sayangnya, meski banyak produsen kini memilih menggunakan lapisan kaleng bebas BPA untuk menghindari dampak berbahaya, bahan tersebut tetap berpotensi mengandung kontaminan logam berat lainnya.

Oleh karena itu, untuk menghindari risiko, ada baiknya jika kamu memilih mengonsumsi makanan yang terbuat dari bahan makanan segar atau beku. Selain itu, jika terpaksa menggunakan makanan kaleng, pilih produk yang kadar garam dan asamnya lebih rendah. Membilas bahan makanan kaleng sebelum dimasak juga dapat dilakukan untuk mengurangi kadar logam yang ikut terkonsumsi.

Itu tadi Beauties, deretan makanan yang ternyata bisa berpotensi memiliki kandungan logam berat. Oleh karena itu, pastikan kamu mengonsumsi makanan ini dengan bijak, cermat saat memilih, dan mencucinya hingga bersih.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE