7 Manfaat Talas untuk Kesehatan, Bisa Jadi Pilihan Camilan Sehat

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Minggu, 27 Sep 2026 10:30 WIB
3. Mendukung Kesehatan Pencernaan
Mendukung Kesehatan Pencernaan/Foto: Pixabay.com/ varintorn

Beauties, talas bukan hanya bahan makanan tradisional yang lezat diolah menjadi camilan atau hidangan manis, tetapi juga memiliki kandungan nutrisi yang menarik untuk mendukung kesehatan tubuh sehari-hari.

Umbi yang memiliki tekstur lembut dan rasa sedikit manis ini mengandung serat, kalium, magnesium, vitamin C, vitamin E, serta berbagai mineral penting yang membuatnya layak menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Menariknya, talas juga mengandung pati resisten yang tidak mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan sejumlah manfaat tambahan, terutama untuk pencernaan dan pengelolaan gula darah. Nah, masih ada banyak lagi manfaat mengonsumsi umbi talas untuk kesehatan, seperti yang dilansir dari Vinmec berikut ini. 

1. Membantu Mengontrol Gula Darah

Membantu Mengontrol Gula Darah/Foto: Pexels.com/ Daniel Dan

Talas mengandung serat yang membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Kondisi ini dapat membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan. Selain itu, talas juga mengandung pati resisten.

Pati resisten tidak mudah dicerna oleh tubuh. Karena itu, jenis pati ini tidak meningkatkan gula darah seperti karbohidrat yang mudah dicerna. Kombinasi serat dan pati resisten membuat talas menarik sebagai sumber karbohidrat.

Namun, Beauties tetap perlu memperhatikan porsinya. Talas tetap merupakan makanan bertepung. Jadi, pengolahannya dan jumlah yang dikonsumsi tetap penting dalam pola makan sehari-hari.

2. Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung

Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung/Foto: Pexels.com/ Piya Nimityongskul

Kandungan serat dalam talas juga dikaitkan dengan kesehatan jantung. Asupan serat yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Talas juga mengandung pati resisten yang dapat membantu menurunkan kolesterol.

Dalam satu porsi sekitar 132 gram talas matang, terdapat lebih dari 6 gram serat. Jumlah ini bahkan lebih dari dua kali lipat serat dalam porsi kentang yang setara. Artinya, talas bisa menjadi salah satu variasi sumber serat.

Meski begitu, manfaat tersebut bukan berarti talas dapat menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan. Beauties tetap perlu mengombinasikannya dengan sayur, buah, protein, dan sumber lemak sehat. Variasi makanan tetap menjadi kunci.

3. Mendukung Kesehatan Pencernaan

Mendukung Kesehatan Pencernaan/Foto: Pixabay.com/ varintorn

Serat dan pati resisten dalam talas juga dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Keduanya dapat mencapai usus besar dan menjadi makanan bagi bakteri baik. Proses tersebut kemudian menghasilkan asam lemak rantai pendek.

Asam lemak rantai pendek dapat membantu memberi nutrisi pada sel yang melapisi usus. Dengan begitu, asupan talas berpotensi mendukung lingkungan pencernaan yang lebih sehat. Kandungan seratnya juga membuat talas menarik untuk memenuhi kebutuhan serat harian.

Buat Beauties yang sedang memperbanyak makanan berserat, talas bisa menjadi pilihan yang mudah ditemukan. Talas dapat dikukus atau dimasukkan ke dalam sup dan hidangan lainnya. Pilih pengolahan yang tidak terlalu banyak tambahan gula atau minyak.

4. Membantu Mengelola Berat Badan Tetap Ideal

Membantu Mengelola Berat Badan Tetap Ideal/Foto: Freepik.com/ Jcomp

Talas memiliki kandungan serat yang cukup tinggi untuk ukuran satu porsi. Serat dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Hal ini berpotensi membantu mengurangi asupan kalori secara berlebihan.

Pati resisten dalam talas juga disebut memiliki efek serupa. Beberapa penelitian menunjukkan kaitan pati resisten dengan konsumsi kalori dan kadar insulin setelah makan. Namun, sebagian bukti tersebut berasal dari penelitian tertentu pada manusia dan hewan.

5. Mencegah Kanker

Mencegah Kanker/Foto: Pexels.com/ Abdus Salam

Umbi talas mengandung senyawa nabati yang disebut polifenol yang memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk kemampuan untuk mengurangi risiko kanker. Polifenol utama yang ditemukan dalam umbi talas adalah kuersetin, senyawa yang juga banyak terkandung dalam bawang bombay, apel, dan teh.

Penelitian pada tabung reaksi dan hewan menunjukkan bahwa kuersetin dapat memicu penghancuran sel kanker serta memperlambat pertumbuhan beberapa jenis kanker. Senyawa ini juga merupakan antioksidan kuat yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Sebuah penelitian pada tabung reaksi menemukan bahwa ekstrak talas dapat menghentikan penyebaran beberapa jenis sel kanker payudara dan prostat, namun belum ada penelitian yang dilakukan pada manusia.

6. Kaya Nutrisi Penting

Kaya Nutrisi Penting/Foto: Freepik.com/ Jcomp

Selain serat, talas mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Dalam 132 gram talas matang terdapat vitamin B6, vitamin E, vitamin C, kalium, magnesium, mangan, tembaga, dan fosfor. Kandungan tersebut membuat talas lebih dari sekadar sumber karbohidrat.

Vitamin dan mineral memiliki berbagai peran dalam menjaga fungsi tubuh. Karena itu, memasukkan sumber pangan yang beragam dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Talas bisa menjadi salah satu variasi sumber nutrisi tersebut.

Beauties bisa mengolah talas menjadi makanan yang sederhana. Talas kukus, talas tumbuk, sup, atau pancake talas dapat menjadi beberapa pilihan. Pilih cara pengolahan sesuai kebutuhan dan selera.

7. Mudah Diolah Menjadi Beragam Hidangan

Mudah Diolah Menjadi Beragam Hidangan/Foto: Freepik.com/Jcomp

Talas memiliki tekstur berpati dan rasa sedikit manis sehingga cukup fleksibel untuk berbagai menu. Talas dapat dikukus, ditumbuk, dibuat pancake, dimasukkan ke sup, hingga diolah menjadi makanan panggang.

Talas dapat menjadi alternatif ketika ingin mencoba sumber karbohidrat yang berbeda dari nasi atau kentang. Kamu juga bisa menyesuaikan pengolahannya dengan kebutuhan. Namun, jangan mengonsumsi talas dalam kondisi mentah. Masak talas hingga benar-benar matang untuk mengurangi risiko sensasi gatal atau terbakar pada mulut akibat kandungan oksalat dan protease.

Talas bisa menjadi salah satu pilihan makanan yang menarik karena mengandung serat, pati resisten, vitamin, dan mineral yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh. Meski begitu, manfaat tersebut akan lebih optimal jika talas dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang dan diolah dengan cara yang tepat, bukan dijadikan satu-satunya sumber nutrisi.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.