7 Penyebab Batu Ginjal pada Perempuan yang Perlu Diwaspadai

Belinda Safitri | Beautynesia
Selasa, 07 Jul 2026 09:00 WIB
4. Perubahan Hormon
Perubahan hormon/ Foto: Magnific.com/stockking

Batu ginjal merupakan kondisi ketika endapan mineral dan garam membentuk kristal keras di dalam ginjal. Ukurannya bisa sangat kecil seperti butiran pasir hingga cukup besar sehingga menghambat aliran urine dan menimbulkan nyeri hebat. Karena gejalanya sering baru terasa saat batu mulai bergerak, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka berisiko mengalami kondisi ini.

Padahal, risiko batu ginjal, termasuk pada perempuan, dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Meski tidak semua penyebab bisa dicegah, mengenali faktor-faktor yang meningkatkan risikonya dapat membantu kamu menjaga kesehatan ginjal sekaligus mengurangi peluang terbentuknya batu ginjal di kemudian hari.

Dilansir dari Ubie Health, berikut sejumlah penyebab batu ginjal pada perempuan yang perlu diwaspadai, Beauties! 

1. Kurang Minum Air Putih

Kurang minum air putih/ Foto: Magnific.com/benzoix

Salah satu penyebab batu ginjal yang paling sering terjadi adalah dehidrasi atau kurang minum air putih. Saat tubuh kekurangan cairan, volume urine akan berkurang dan konsentrasi mineral di dalamnya menjadi lebih tinggi. Kondisi ini membuat zat-zat seperti kalsium, asam urat, dan oksalat lebih mudah mengendap hingga membentuk kristal kecil yang lama-kelamaan berkembang menjadi batu ginjal.

Nyatanya, kebutuhan cairan setiap orang memang berbeda-beda, tetapi penting untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari. Jangan hanya minum ketika merasa haus, karena rasa haus sering kali menjadi tanda tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Semakin jernih warna urine, umumnya semakin baik pula kondisi hidrasi tubuh.

2. Pola Makan Kurang Seimbang

Pola makan kurang seimbang/ Foto: Magnific.com/studioredcup

Apa yang kamu konsumsi setiap hari ternyata ikut memengaruhi kesehatan ginjal. Pola makan tinggi natrium atau garam dapat meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan melalui urine, sehingga peluang terbentuknya batu ginjal menjadi lebih besar. Selain itu, konsumsi protein hewani secara berlebihan juga dapat meningkatkan kadar asam urat sekaligus mengurangi zat pelindung yang membantu mencegah pembentukan batu.

Di sisi lain, makanan tinggi oksalat seperti bayam, cokelat, bit, teh, dan beberapa jenis kacang-kacangan juga perlu diperhatikan, terutama jika kamu memiliki riwayat batu ginjal. Bukan berarti makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya, tetapi konsumsilah dalam jumlah wajar lalu imbangi dengan asupan cairan yang cukup agar risiko pembentukan kristal dapat diminimalkan.

3. Berat Badan Berlebih (Obesitas)

Obesitas/ Foto: Magnific.com/shurkin_son

Obesitas diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko batu ginjal. Kondisi ini dapat memengaruhi metabolisme tubuh sehingga terjadi perubahan kadar asam, kalsium, maupun zat lain di dalam urine yang mendukung pembentukan batu.

Selain itu, orang dengan obesitas juga lebih berisiko mengalami penyakit metabolik seperti diabetes atau tekanan darah tinggi yang turut meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal. Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal melalui pola makan bergizi seimbang dan aktivitas fisik secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi kesehatan ginjal.

4. Perubahan Hormon

Perubahan hormon/ Foto: Magnific.com/stockking

Beauties, perempuan mengalami berbagai perubahan hormon sepanjang hidupnya, terutama saat hamil dan memasuki masa menopause. Perubahan kadar hormon tersebut dapat memengaruhi fungsi ginjal, metabolisme kalsium, hingga keseimbangan cairan dalam tubuh yang berperan dalam pembentukan batu ginjal.

Misalnya saat kehamilan, perubahan fisiologis pada saluran kemih dapat membuat aliran urine melambat sehingga mineral lebih mudah mengendap. Sementara itu, setelah menopause, perubahan hormon juga dapat memengaruhi kepadatan tulang dan kadar kalsium dalam tubuh yang ikut berkaitan dengan risiko batu ginjal.

5. Infeksi Saluran Kemih yang Berulang

Infeksi saluran kemih/ Foto: Magnific.com/jcomp

Perempuan lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih karena struktur saluran kemih yang lebih pendek dibandingkan laki-laki. Jika infeksi terjadi berulang atau tidak ditangani dengan baik, bakteri tertentu dapat memicu terbentuknya batu struvite, yaitu salah satu jenis batu ginjal.

Batu struvite dapat tumbuh dengan cepat dan bahkan memenuhi sebagian besar rongga ginjal jika tidak segera diatasi. Maka dari itu, jangan abaikan gejala infeksi saluran kemih seperti nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, atau urine berbau menyengat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. 

6. Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga/ Foto: Magnific.com/azerbaijan_stockers

Jika orang tua, saudara kandung, atau anggota keluarga dekat pernah mengalami batu ginjal, kemungkinan kamu mengalami kondisi serupa juga bisa meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik yang berkaitan dengan cara tubuh mengolah mineral maupun zat pembentuk batu.

Meski faktor keturunan tidak dapat diubah, bukan berarti batu ginjal tidak bisa dicegah. Beauties tetap dapat menurunkan risikonya dengan menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan cairan harian, serta rutin memeriksakan kesehatan apabila memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini.

7. Kondisi Medis Tertentu

Kondisi medis tertentu/ Foto: Magnific.com/mdjaff

Sejumlah kondisi kesehatan diketahui dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal, seperti hiperparatiroidisme, diabetes, asam urat, hingga gangguan pada sistem pencernaan. Penyakit-penyakit tersebut dapat mengubah keseimbangan mineral atau meningkatkan kadar zat tertentu dalam urine sehingga kristal lebih mudah terbentuk.

Karena itu, apabila kamu memiliki salah satu kondisi medis tersebut, penting untuk menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter sekaligus menerapkan gaya hidup sehat. Pemeriksaan rutin juga membantu memantau kondisi ginjal sehingga risiko komplikasi dapat ditekan sejak dini.

Jadi, itulah beberapa penyebab batu ginjal pada perempuan, Beauties. Menjaga tubuh tetap terhidrasi, menerapkan pola makan seimbang, serta mengelola kondisi kesehatan dengan baik dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menurunkan risiko batu ginjal dan menjaga fungsi ginjal tetap optimal.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE