Apakah Otot Bisa Terbentuk dengan Sendirinya? Ini Jawabannya Menurut Ahli

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Selasa, 11 Aug 2026 07:00 WIB
Usia Mempengaruhi Proses Pemulihan dan Pertumbuhan Otot
Usia Berpengaruh dalam Pembentukan Otot/Foto: Magnific

Pernah nggak, Beauties, merasa sudah rutin olahraga tetapi hasilnya belum terlihat, sementara temanmu justru lebih cepat berotot? Padahal, kalian menjalani program latihan yang hampir sama. Faktanya, otot bisa terbentuk dengan kecepatan berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi banyak faktor, bukan hanya seberapa sering berolahraga.

Melansir Women's Health Magazine, peneliti otot dari McMaster University, Stuart Phillips, PhD, menjelaskan bahwa respons tubuh terhadap latihan memang sangat bervariasi. Kabar baiknya, meski prosesnya berbeda-beda, semua orang tetap memiliki peluang membangun massa otot.

Nah, kalau kamu sedang mencari tahu cara membentuk otot yang efektif, enam faktor berikut wajib dipahami.

Genetik Berperan Besar dalam Kecepatan Membentuk Otot

Peran Genetik dalam Pembentukan Otot/Foto: Magnific

Menurut fisiolog olahraga Mark Kovacs, PhD, CSCS, genetik mempengaruhi bentuk tubuh, metabolisme, komposisi serat otot, hingga kemampuan tubuh memperbaiki jaringan setelah berolahraga. Semua faktor tersebut membuat setiap orang memiliki respons latihan yang berbeda.

Selain itu, komposisi serat otot juga mempengaruhi pembentukan otot. Orang yang memiliki lebih banyak serat otot tipe fast-twitch umumnya lebih mudah meningkatkan massa dan kekuatan otot dibandingkan mereka yang didominasi serat slow-twitch. Meski begitu, Stuart Phillips menegaskan bahwa genetik hanya menentukan batas potensinya, sedangkan latihan dan nutrisi menentukan seberapa maksimal hasil yang bisa dicapai.

Usia Mempengaruhi Proses Pemulihan dan Pertumbuhan Otot

Usia Berpengaruh dalam Pembentukan Otot/Foto: Magnific

Kalau kamu masih berusia muda, kemungkinan proses membangun otot memang berlangsung lebih cepat. Stuart Phillips menjelaskan bahwa orang berusia di bawah pertengahan 30-an umumnya memiliki kemampuan pemulihan yang lebih baik setelah latihan beban.

Sementara itu, menurut pelatih kebugaran Brooke Taylor, CPT, kadar hormon pembentuk otot pada usia muda cenderung lebih tinggi sehingga sintesis protein otot berlangsung lebih optimal. Meski demikian, orang yang lebih tua tetap dapat memperoleh hasil yang baik selama memberikan waktu istirahat yang cukup dan menjalani latihan secara konsisten.

Pengalaman Latihan Membuat Tubuh Semakin Adaptif

Pengalaman Tubuh Ikut Berperan/Foto: Magnific

Beauties, pernah dengar istilah newbie gains? Istilah ini menggambarkan peningkatan kekuatan dan massa otot yang cukup pesat pada seseorang yang baru memulai latihan beban. Menurut Stuart Phillips, tubuh sedang belajar beradaptasi terhadap rangsangan baru sehingga perubahan biasanya lebih mudah terlihat.

Seiring bertambahnya pengalaman latihan, otak juga semakin mahir mengaktifkan otot yang tepat saat bergerak. Akibatnya, peningkatan massa otot memang tetap terjadi, tetapi kecepatannya mulai melambat. Karena itulah, cara membentuk otot untuk pemula sering kali terasa lebih efektif dibandingkan mereka yang sudah bertahun-tahun rutin berlatih.

Kualitas Latihan Menentukan Hasil yang Didapat

Perhatikan Kualitas Latihan/Foto: Magnific

Beauties, latihan setiap hari belum tentu efektif kalau tekniknya kurang tepat atau bebannya tidak pernah meningkat. Taylor menjelaskan bahwa kualitas latihan jauh lebih penting daripada sekadar durasi karena tubuh membutuhkan tantangan baru agar terus beradaptasi.

Salah satu prinsip yang wajib diterapkan adalah progressive overload, yaitu meningkatkan beban, jumlah repetisi, atau set secara bertahap. Dengan cara ini, tubuh mendapat sinyal untuk terus memperkuat dan membesarkan otot. Sebaliknya, jika latihan selalu berada pada intensitas yang sama, proses otot bisa terbentuk akan melambat dan akhirnya berhenti berkembang.

Nutrisi Menjadi Bahan Baku Pembentukan Otot

Perhatikan Nutrisi yang Dikonsumsi/Foto: Magnific

Setelah latihan, serat otot mengalami kerusakan kecil yang sebenarnya merupakan bagian normal dari proses pertumbuhan. Menurut pelatih kebugaran Natalie White, CPT, tubuh membutuhkan cukup energi dan protein agar mampu memperbaiki jaringan tersebut menjadi lebih kuat.

Protein menyediakan asam amino sebagai bahan utama pembentukan jaringan otot baru, sedangkan karbohidrat membantu mengisi kembali cadangan glikogen yang digunakan selama latihan. Karena itu, Beauties, usahakan mengonsumsi makanan berisi protein tanpa lemak, biji-bijian utuh, dan sayuran sebelum maupun setelah latihan agar pembentukan otot berlangsung lebih optimal.

Tidur dan Recovery Sama Pentingnya dengan Latihan

Lakukan Istirahat untuk Recovery/Foto: Magnific

Banyak orang mengira otot tumbuh ketika sedang mengangkat beban. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar proses pertumbuhan otot terjadi setelah latihan, terutama saat tubuh beristirahat dan tidur.

Stuart Phillips menjelaskan bahwa selama tidur tubuh memperbaiki jaringan yang rusak, mengisi kembali energi, sekaligus melepaskan hormon yang mendukung pertumbuhan otot. Itulah sebabnya kurang tidur dapat menurunkan performa latihan, memperlambat pemulihan, bahkan membuat hasil latihan tidak berkembang meski kamu sudah rutin berolahraga.

Setelah memahami penjelasan para ahli, kini kamu tahu bahwa otot bisa terbentuk bukan karena satu faktor saja. Genetik memang mempengaruhi titik awal setiap orang, tetapi kualitas latihan, nutrisi, usia, pengalaman berolahraga, hingga waktu istirahat tetap menjadi penentu yang tidak kalah penting.

Jadi, Beauties, jangan langsung berkecil hati jika perkembangan ototmu terasa lebih lambat dibandingkan orang lain. Fokuslah pada proses, lakukan latihan secara konsisten, penuhi kebutuhan nutrisi, dan berikan tubuh waktu untuk pulih. Dengan kebiasaan yang tepat, hasil latihan akan terus berkembang dan kesehatan tubuh pun ikut meningkat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE