Asal-Usul yang Klepon Masuk Daftar 100 Dessert Terbaik di Dunia Tahun 2026

Rini Apriliani | Beautynesia
Rabu, 30 Sep 2026 15:15 WIB
Asal-Usul Klepon
Klepon/Foto: TasteAtlas

Kuliner Indonesia tidak pernah kalah pamor di kancah internasional. Klepon, masuk dalam deretan dessert terbaik di dunia.

TasteAtlas merilis daftar 100 Best Dessert in the World atau 100 Makanan Penutup Terbaik di Dunia. Dalam daftar tersebut, kue tradisional Indonesia, klepon, berhasil menduduki peringkat ke-37 dengan rating 4,27 pada Rabu (30/9/2026).

Tahukah Beauties, klepon yang identik dengan warna hijau, taburan kelapa, dan gula merah cair di dalamnya ini ternyata memiliki nilai budaya yang kuat. Simak asal-usul klepon di sini, yuk!

Asal-Usul Klepon

asal-usul klepon yang masuk daftar 100 dessert terbaik di dunia tahun 2026

Klepon/Foto: TasteAtlas

Melansir  detikJatim, klepon telah hadir dalam kekayaan kuliner Indonesia sejak lama. Kue tradisional ini dikenal berasal dari Jawa Timur.

Dalam buku Indisch Leven in Nederland karya JM Meulenhoff, disebutkan bahwa klepon sudah dikenal sejak era 1950-an. Diyakini bahwa kue ini pertama kali diperkenalkan ke Belanda oleh seorang imigran asal Pasuruan, Jawa Timur.

Seiring berjalannya waktu, klepon tidak hanya menjadi jajanan pasar, tetapi juga masuk ke dalam menu berbagai restoran di Belanda, baik yang menyajikan masakan Indonesia maupun Asia.

Asal Nama Klepon

Klepon, salah satu camilan khas Indonesia yang gluten-free/Foto: Pexels.com/Henny Wiyanti

Klepon/Foto: Pexels.com/Henny Wiyanti

Nama ‘klepon’ berasal dari bahasa Jawa yang berarti indung telur hewan. Hal ini merujuk pada bentuknya yang kecil dan bulat.

Di pasaran, biasanya klepon dinikmati terpisah atau bersama jajaran pasar lain seperti getuk, cenil, hingga kue putu.

Makna di Baliknya Setiap Bahannya

Dirangkum dari buku Belajar dari Makanan Tradisional Jawa karya Dawud Achroni dalam laman Portal Informasi Indonesia, menjelaskan bahwa klepon menyimpan makna filosofis di balik tampilannya yang sederhana tersebut. Bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan dan jumlahnya tidak banyak, mencerminkan nilai hidup yang bersahaja dan tidak berlebihan.

Sifat tersebut mengajarkan untuk tidak pamer atau boros, serta mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kemewahan, tapi bisa dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus.

Gula aren cair yang tersembunyi di dalam klepon melambangkan kebaikan hati manusia. Meski tidak selalu terlihat baik di luar, tapi dampaknya bisa dirasakan oleh orang di sekitarnya. Kebaikannya yang tersembunyi namun tulus tersebut membuat seseorang merasa dihargai dan dicintai.

asal-usul klepon yang masuk daftar 100 dessert terbaik di dunia tahun 2026Klepon/ Foto: TasteAtlas

Parutan kelapa yang membalut klepon pun memiliki makna tersendiri. Prosesnya yang tidak mudah karena perlu usaha dari mengupas sabut, membelah batok, hingga membersihkan kulit arinya tersebut memiliki makna bahwa kebahagiaan manusia melewati berbagai tantangan dan membersihkan hati dari sifat-sifat buruk. Setelahnya, barulah kebaikan sejati muncul di permukaan.

Bentuk bulat klepon melambangkan siklus hidup yang tidak ada ujungnya. Manusia tidak pernah tahu kapan dilahirkan dan akan meninggal. Bentuknya yang tidak bulat sempurna pun menjelaskan tentang fase bahagia dan sedihnya kehidupan.

Lalu, proses pembuatan klepon pun perlu ketelitian dan kesabaran agar gula di dalamnya tidak pecah dan adonannya tidak terlalu keras atau lembek.

Terakhir, warna hijau cerahnya diambil dari daun suji atau daun pandan. Warna ini memiliki makna simbolis, yaitu lambang kehidupan dan kesejahteraan. Taburan kelapa parutnya melambangkan proses kehidupan manusia yang bertahap seperti buah kelapa yang keras di luar, tapi lembut di dalam.

Populer dengan Berbagai Nama di Indonesia

asal-usul klepon yang masuk daftar 100 dessert terbaik di dunia tahun 2026

Klepon/Foto: TasteAtlas

Klepon yang disebut berasal dari Jawa Timur ini turut dikenal di berbagai daerah Indonesia lainnya dengan nama beragam.

Masyarakat Bengkulu, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Barat, klepon dikenal sebagai onde-onde. Sementara itu, onde-onde dengan baluran biji wijen memang tidak dikenal di wilayah tersebut.

Masyarakat Sambas, Kalimantan Barat, menyebut klepon sebagai kelapon pancit. Masyarakat Banjar mengenal dengan nama kalalapun atau kelelepon.

Masyarakat Lombok menyebut kelepon kecerit, kata kecerit dalam hal ini memiliki makna muncrat atau pecah di mulut. Namun, umumnya di Lombok berbentuk lonjong.

Selanjutnya, masyarakat Makassar yang bertetangga dengan Bugis tidak memanggil “onde-onde”, tetapi umba-umba. Klepon pun meraih kepopuleran hingga Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Singapura.

Beauties, itu dia asal-usul klepon. Bagaimana, kamu juga menyukainya?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE