1. Mual
Seorang psikolog yang mendalami kecemasan, Julie Pike, menjelaskan bahwa stres dapat menganggu kesehatan manusia. Pencernaan dalam tubuh manusia akan terganggu dan melambat ketika sistem saraf berusaha mengatasi stres.
Hal ini diperkuat dengan sebuah penelitian yang menyatakan, stres dapat membuat produksi hormon serotonin dan adrenalin terganggu. Akibatnya, ketika Beautynesian mengalami stres, mungkin saja terjadi reaksi mual sebagai indikasi terganggunya hormon yang dipicu pikiran yang stres, lho.
2. Detak jantung tidak beraturan dan nyeri dada
Beautynesian, penelitian dalam bidang kesehatan mengungkapkan bahwa ketika stres, tubuh manusia melepaskan kortisol dan hormon stres lainnya. Hormon-hormon ini dilepaskan sebagai bekal untuk membuat kita siap bertarung. Namun, hal ini akan menyebabkan peningkatan jangka pendek pada detak jantung dan tekanan darah serta menyebabkan nyeri dada.
Jika terus dibiarkan, seiring waktu, kondisi stres dapat berakibat pada masalah jantung yang lebih serius. American Heart Association, salah satu oraganisasi pemerhati kesehatan jantung di Amerika, mengatakan bahwa stres dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol, serta memicu permasalahan lain yang terkait dengan penyakit jantung.
5. Sakit kepala
Tubuh membaca stres sebagai sebuah ancaman, sehingga untuk melindungi diri, tubuh akan melepaskan sekelompok hormon stres seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin dalam jumlah banyak. Hal ini menyebabkan peningkatan detak jantung dan pelebaran pembuluh darah karena jantung memusatkan aliran darahnya ke bagian bawah tubuh, otak jadi tidak mendapatkan asupan darah beroksigen yang cukup.
Akibatnya, fungsi otak menurun. Inilah penyebab kenapa banyak orang yang justru mengalami sakit kepala saat sedang stres. Selain itu, stres juga menyebabkan ketegangan berlebihan pada otot daerah kepala yang akan menyebabkan sakit.