Benarkah Hanya karena Makan? Ini 5 Alasan dari Sisi Kesehatan yang Bikin Kamu Mengalami Kenaikan Berat Badan

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Senin, 03 Jan 2022 17:00 WIB
Benarkah Hanya karena Makan? Ini 5 Alasan dari Sisi Kesehatan yang Bikin Kamu Mengalami Kenaikan Berat Badan
Ilustrasi kenaikan berat badan/Freepik,com

Secara umum, kenaikan berat badan sering dikaitkan dengan berlebihnya konsumsi terhadap kalori yang tidak diimbangi dengan upaya pembakaran (kalori) melalui aktivitas olahraga dan lainnya.

Namun dalam beberapa kasus, kenaikan berat badan dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu. Sebagaimana dikutip dari laman Ridgmount, berikut adalah beberapa alasan medis yang bisa menaikkan berat badan.

Hipotiroidisme

Ilustrasi hipotiroidisme/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi hipotiroidisme/ Foto: Freepik.com

Kondisi medis pertama yang bisa menjadi alasan kenaikan berat badan adalah hipotiroidisme atau tiroid yang kurang aktif. Hal ini terjadi saat kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon tiroid yang sejatinya memainkan peran sentral dalam mengatur metabolisme tubuh.

Meskipun pada umumnya tiroid yang kurang aktif ini terjadi pada semua usia dan jenis kelamin, namun paling sering ditemukan pada perempuan yang lebih tua. Tanpa adanya hormon tiroid yang cukup maka metabolisme tubuh pun akan melambat yang bisa menyebabkan penambahan berat badan.

Treatment Diabetes

Ilustrasi treatmen diabetes/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi treatmen diabetes/ Foto: Freepik.com

Bagi pasien yang melakukan treatment diabetes, kenaikan berat badan bisa menjadi salah satu efek samping yang umum ditemukan. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh dari insulin yang digunakan untuk mengelola diabetes.

Penuaan

Ilustrasi penuaan/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi penuaan/ Foto: Freepik.com

Ternyata penuaan juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan, lho. Kondisi yang semakin menua membuat seseorang bisa kehilangan sejumlah kecil otot yang ada pada tubuhnya. Sebagaimana diketahui otot merupakan pembakar kalori yang efisien.

Jadi, hilangnya massa otot berarti akan mempersedikit jumlah kalori yang bisa dibakar. Potensi kenaikan berat badan pun menjadi bertambah terlebih lagi saat jumlah makan dan minum sama seperti biasa namun kurang aktif secara fisik.

Pengobatan Steroid

Ilustrasi treatmen steroid/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi treatmen steroid/ Foto: Freepik.com

Pengobatan steroid juga bisa menambah berat badan. Hal ini terjadi karena pasien yang mengonsumsi tablet untuk steroid yaitu kortikosteroid dalam jangka panjang bisa mempunyai nafsu makan yang meningkat.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan penambahan badan. Semakin tinggi dosis dan semakin lama mengonsumsinya, maka semakin besar kemungkinan berat badan akan bertambah. Steroid akan membuat seseorang menjadi terasa lapar dan memengaruhi area otak yang mengontrol rasa lapar dan kenyang.

Kelelahan

Ilustrasi kelelahan/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi kelelahan/ Foto: Freepik.com

Tahukah kamu Beauties bahwa kelelahan juga masuk deretan kondisi medis yang bisa menyebabkan penambahan berat badan. Kelelahan yang dimaksud di sini terkait dengan kurangnya tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam sehari lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan daripada mereka yang tidur 9 jam atau lebih.

Meskipun tidak jelas mengapa, tetapi satu teori mengatakan bahwa orang yang kurang tidur telah mengurangi kadar leptin, yakni bahan kimia yang buat kamu merasa kenyang. Sebaliknya, kurang tidur merangsang kadar ghrelin yakni hormon perangsang rasa lapar.

[Gambas:Youtube]

----------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE