Kanker payudara merupakan jenis penyakit kanker yang terjadi ketika sel-sel pada payudara mulai tumbuh secara tidak normal. Meskipun penyakit ini bisa terjadi pada pria, tetapi yang lebih rentan terkena kanker payudara adalah perempuan.
Penyebab kanker payudara bisa bermacam-macam, salah satunya adalah karena faktor gaya hidup yang tidak terkontrol. Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa mengubah gaya hidup, seperti memperbanyak aktivitas fisik atau banyak bergerak bisa menurunkan risiko kanker payudara.
Tetapi, benarkah penelitian tersebut, Beauties? Untuk bisa menjawabnya, seorang dokter ahli di bidangnya memberikan penjelasan. Melansir dari Medical News Today, berikut penjelasan ahli tentang kaitan antara penurunan risiko kanker payudara dengan aktivitas fisik. Yuk, simak!
Penelitian Tentang Penurunan Risiko Kanker Payudara dengan Aktivitas Fisik
Melakukan banyak aktivitas fisik bisa menurunkan risiko kanker payudara/Foto: Freepik/@jcomp |
Para peneliti dalam sebuah penelitian telah menganalisis data perawatan kesehatan dari 76 studi yang telah dipublikasikan di dalam British Journal of Sports Medicine, untuk menentukan apakah ada hubungan sebab akibat antara tingkat aktivitas fisik dengan kanker payudara.
Penelitian tersebut mengambil sampel dari 130.957 perempuan keturunan Eropa, yang mana mereka merupakan bagian dari Breast Cancer Association Consortium (BCAC) atau yang dalam bahasa Indonesianya adalah Konsorsium Asosiasi Kanker Payudara.
Sampel penelitian tersebut terdiri dari 69.838 perempuan yang memiliki tumor kanker payudara invasif (telah menyebar secara lokal), lalu sebanyak 6.667 perempuan memiliki tumor yang belum menyebar, dan 54.452 perempuan tidak memiliki kanker payudara. Semua sampel tersebut dimasukkan ke dalam penelitian sebagai bahan perbandingan.
Selama melakukan penelitian, para peneliti menggunakan metode statistik yang dikenal sebagai pengacakan Mendel untuk menilai hubungan antara risiko, jenis kanker, dan faktor genetik yang terkait dengan aktivitas fisik.
Hasil Penelitian
Penelitian kaitan antara aktivitas fisik dengan kanker payudara/Foto: Pexels/Tara Winstead |
Hasilnya, perempuan yang banyak melakukan aktivitas fisik atau banyak bergerak yang dilakukan lebih dalam seminggu memiliki risiko 38 persen lebih rendah terkena kanker payudara.
Selain itu, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan 41 persen perempuan yang banyak melakukan latihan fisik, akan lebih rendah risiko terkena kanker payudara invasif terlepas dari status menopause, jenis tumor, maupun stadiumnya.
Bahkan menurut seorang wakil kepala Divisi Epidemiologi Kanker di Dewan Kanker Victoria, Australia, salah satu penulis studi, Dr. Brigid Lynch, jika kamu melakukan sedikit peningkatan aktivitas fisik pun dapat menurunkan jumlah diagnosis kanker payudara setiap tahunnya.
Mengapa Aktivitas Fisik Bisa Menurunkan Risiko Kanker Payudara?
Menurut Dr. I-Min Lee, seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School, aktivitas fisik bisa mempengaruhi penurunan risiko kanker payudara karena aktivitas fisik bisa mengurangi adipositas (jaringan lemak dalam tubuh), yang mana dapat mempengaruhi kadar hormon seks, meningkatkan metabolisme, disfungsi, dan mengurangi peradangan.
Nah, Beauties, itulah tadi penelitian tentang kaitan kanker payudara dengan aktivitas fisik. Yuk, mulai dari sekarang perbanyak aktivitas fisik untuk mengurangi risiko kanker payudara.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!