Benarkah Tes Darah Bisa Deteksi Alzheimer Sejak Dini? Ini Penjelasannya

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Jumat, 16 Oct 2026 07:00 WIB
Cara Mencegah Alzheimer Sejak Dini
Cara Mencegah Alzheimer/Foto: Magnific

Pernah terpikir, Beauties, apakah deteksi Alzheimer sejak dini bisa dilakukan hanya lewat tes darah? Pertanyaan ini mungkin muncul terutama kalau kamu pernah melihat orang terdekat mengalami Alzheimer dan mulai khawatir dengan risiko di masa depan. 

Saat ini, tes darah tertentu memang sudah digunakan dalam dunia medis untuk membantu dokter memastikan apakah Alzheimer menjadi penyebab gangguan daya ingat atau gejala kognitif yang dialami seseorang. Namun, penggunaannya pada orang yang belum menunjukkan gejala masih menjadi persoalan yang berbeda.

Yuk, kita simak informasi selengkapnya dilansir dari AP News!

Tes Darah untuk Alzheimer, Sebenarnya Bisa Mendeteksi Apa?

Deteksi Awal Alzheimer dengan Tes Darah/Foto: Magnific

Beauties, sebelum buru-buru mencari layanan tes darah Alzheimer, penting untuk memahami apa yang sebenarnya bisa diberikan oleh pemeriksaan ini. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan izin untuk empat tes darah yang membantu dokter menentukan apakah Alzheimer menjadi penyebab masalah daya ingat atau gangguan kognitif seseorang.

Artinya, tes tersebut bukan sekadar pemeriksaan untuk mengetahui apakah seseorang pasti akan terkena Alzheimer di masa depan. Pemeriksaan ini digunakan dalam konteks medis, terutama ketika seseorang sudah mengalami gejala dan dokter perlu memastikan penyebabnya.

Tes darah bekerja dengan melihat penanda biologis tertentu yang berkaitan dengan Alzheimer. Salah satunya adalah p-tau217, jenis protein tau yang dinilai cukup baik dalam mencerminkan adanya penumpukan beta-amyloid pada otak, terutama pada orang yang sudah memiliki gejala.

Alzheimer sendiri berkaitan dengan perubahan abnormal pada dua protein utama, yaitu beta-amyloid dan tau. Beta-amyloid dapat menumpuk menjadi plak di otak selama bertahun-tahun, kemudian perubahan pada tau berkaitan dengan kerusakan sel saraf dan munculnya gangguan kognitif.

Karena itu, hasil tes darah memang bisa memberikan informasi yang berharga. Namun, bukan berarti hasilnya dapat digunakan sebagai ramalan pasti tentang kondisi seseorang beberapa tahun ke depan.

Kalau Belum Ada Gejala, Apakah Perlu Tes Darah?

Fakta Tes Darah Alzheimer/Foto: Magnific

Nah, bagian ini yang penting diperhatikan, Beauties. Kalau kamu sehat, tidak mengalami gangguan daya ingat, tetapi penasaran dengan risiko Alzheimer di masa depan, bukan berarti kamu perlu langsung melakukan tes tersebut.

Spesialis demensia menilai pemeriksaan Alzheimer pada orang yang tidak memiliki gejala belum siap digunakan secara rutin di luar penelitian. Nicholas Ashton dari Banner Health bahkan menekankan bahwa orang yang hanya merasa khawatir tetapi belum menunjukkan gejala sebaiknya tidak melakukan pemeriksaan tersebut di luar studi penelitian.

Alasannya cukup masuk akal. Hasil positif pada tes tidak otomatis berarti seseorang pasti akan mengalami Alzheimer. Hasil tersebut lebih tepat dipahami sebagai salah satu faktor risiko.

Sebuah penelitian yang melibatkan orang dewasa lanjut usia tanpa gangguan kognitif menemukan bahwa mereka yang memiliki kadar p-tau217 sangat tinggi memiliki risiko sekitar 38 persen mengalami gangguan kognitif dalam lima tahun. Namun, angka tersebut tetap menunjukkan risiko, bukan kepastian bahwa seseorang akan mengalami Alzheimer.

Ada pula kemungkinan false positive, yaitu ketika hasil tes menunjukkan tanda yang mengarah pada risiko Alzheimer, padahal kondisi tersebut belum tentu berkembang menjadi gangguan kognitif. Sebaliknya, hasil negatif cenderung lebih meyakinkan, tetapi tetap perlu dipahami sesuai konteks medis masing-masing.

Cara Mencegah Alzheimer Sejak Dini

Cara Mencegah Alzheimer/Foto: Magnific

Kalau belum membutuhkan tes, lalu apa yang bisa dilakukan sekarang? Justru ada banyak kebiasaan yang dapat kamu mulai sejak usia produktif untuk menjaga kesehatan otak.

Salah satu penelitian besar menemukan bahwa orang yang memasuki usia paruh baya tanpa tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan kebiasaan merokok dapat memiliki masa hidup bebas demensia hampir 13 tahun lebih lama dibandingkan mereka yang memiliki ketiga faktor risiko tersebut.

Menurut Dr. Josef Coresh dari NYU Langone Health, temuan tersebut menunjukkan pentingnya menangani faktor risiko sedini mungkin. Menjaga kesehatan jantung juga berkaitan erat dengan kesehatan otak karena pembuluh darah yang terganggu dapat mempengaruhi pasokan darah ke otak dan memicu proses peradangan.

Kebiasaan sehari-hari pun punya peran. Salah satu uji klinis besar menemukan bahwa pola hidup yang lebih sehat dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif pada orang dewasa lanjut usia yang memiliki risiko demensia lebih tinggi.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain berolahraga dengan intensitas sedang sekitar 30 menit sebanyak empat kali seminggu, melakukan latihan kekuatan dua kali seminggu, serta menerapkan pola makan MIND yang banyak menekankan sayuran berdaun hijau, buah beri, biji-bijian utuh, ikan, dan unggas.

Tidur yang cukup, menjaga hubungan sosial, menangani gangguan pendengaran, serta tetap aktif secara mental juga termasuk hal yang disarankan para ahli.

Jadi, Beauties, deteksi Alzheimer sejak dini melalui tes darah memang semakin berkembang, tetapi belum bisa dianggap sebagai tes ramalan untuk mengetahui siapa yang pasti akan mengalami Alzheimer di masa depan. Saat ini, pemeriksaan tersebut lebih berguna dalam membantu dokter mengevaluasi orang yang sudah mengalami gejala kognitif.

Kalau kamu sendiri, Beauties, lebih memilih mengetahui risiko sejak awal lewat pemeriksaan atau justru fokus membangun kebiasaan yang lebih sehat mulai sekarang?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.