Benarkah Tifus Bisa Disebabkan Oleh Makanan? Berikut Penjelasannya
Gejala yang biasa muncul adalah demam tinggi, sakit perut, diare dan sakit kepala. Dimana gejala ini muncul di satu hingga tiga minggu, jika gejala ini muncul dan tidak segera ditangani akan menyebabkan komplikasi. Meningkatnya risiko penyakit ini juga dapat disebabkan beberapa hal, seperti sanitasi yang buruk dan juga melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan bakteri Salmonella typhii mudah menyebar. Lalu, apakah tifus bisa disebabkan oleh makanan?
Penyebab Penyakit Tifus
Foto: IstimewaMeningkatnya risiko penyakit tifus ini bisa disebabkan karena sanitasi yang buruk, karena melakukan kebiasaan sehari-hari, seperti menggunakan toilet yang kotor dan telah terkontaminasi bakteri. Tak hanya itu, rupanya makanan juga bisa menjadi salah satu penyebab tifus yang paling umum. Dimana bakteri Salmonella typhii ini masuk ke dalam usus manusia melalui makanan yang sudah terkontaminasi dengan bakteri tersebut.
Kemudian bakteri tersebut berkembang biak di saluran pencernaan. Penyebaran bakteri Salmonella typhii ini biasanya terkontaminasi pada sayuran yang menggunakan pupuk kotoran manusia. Bakteri ini akan tetap menempel jika sayuran tidak diolah dengan matang. Selain itu, mengonsumsi produk susu yang telah terkontaminasi juga menjadi penyebab penyakit tifus.
Karena hal tersebut, sangat penting untuk mengolah makanan dengan baik dan benar agar bakteri-bakteri yang menjadi sumber penyakit tifus tidak masuk ke dalam makanan. Cara membersihkannya pun mudah, yaitu sebelum mengolah dan memasak kamu wajib mencuci bersih makanan tersebut. Pastikan juga kamu memasaknya dengan benar sampai matang. Jangan lupa untuk mencuci tangan menggunakan sebelum memasak, makan dan pastikan alat makan dan masak selalu dalam keadaan bersih. Jika ingin mengonsumsi produk susu, pilihlah produk susu yang sudah dipasteurisasi.
Cara Mencegah dan Menangani Penyakit Tifus
Foto: IstimewaUntuk mencegah penyakit tifus ini kamu dapat melakukan vaksinasi, di Indonesia dianjurkan dengan vaksin tifoid. Selain itu, menghindari makanan dan minuman yang mudah terkontaminasi dan juga selalu menjaga kebersihan lingkungan kamu. Sementara untuk penanganannya, bisa memberikan obat antibiotik dan jika tubuh masih mengalami demam kamu bisa memberikan obat penurunan demam. Jika kondisi masih belum membaik, lebaih baik di bawa ke rumah sakit agar segera mendapatkan penanganan dokter.