Berbeda dengan COVID-19, Ini Penjelasan WHO Seputar Hantavirus

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Senin, 18 May 2026 07:00 WIB
Berbeda dengan COVID-19, Ini Penjelasan WHO Seputar Hantavirus
Berbeda dengan COVID-19, Ini Penjelasan WHO Seputar Hantavirus/Foto: Freepik

Bayangan pandemi kembali menghantui publik setelah wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menelan korban jiwa. Di tengah ramainya pembahasan soal virus baru, banyak orang langsung khawatir karena kasus ini mengingatkan pada situasi awal COVID-19 beberapa tahun lalu. Apalagi, kapal pesiar dikenal sebagai ruang tertutup yang memungkinkan penyebaran penyakit berlangsung lebih cepat.

Kapal pesiar MV Hondius sendiri sempat terombang-ambing di lepas pantai Tanjung Verde setelah muncul dugaan wabah hantavirus di atas kapal. Kapal itu membawa hampir 150 penumpang dan kru dari berbagai negara sehingga situasinya langsung menarik perhatian internasional. 

Hingga saat ini, wabah tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, termasuk pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga Jerman. Selain itu, WHO juga mengidentifikasi sedikitnya delapan orang diduga terpapar virus tersebut. Tiga kasus bahkan sudah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, termasuk seorang warga Swiss yang kini menjalani perawatan di Zurich.

Kasus ini semakin ramai dibahas karena dugaan virus yang terlibat merupakan varian Andes hantavirus. Jenis hantavirus ini memang dikenal memiliki kemungkinan penularan antar manusia dalam kondisi tertentu. Meski begitu, para ahli tetap menegaskan bahwa pola penularannya tidak secepat virus corona. Yuk, simak pembahasan selengkapnya!

Kata WHO Soal Hantavirus

Hantavirus menurut WHO/Foto: Freepik

Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik, WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait wabah tersebut. Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, menegaskan bahwa risiko penyebaran virus ke masyarakat luas masih tergolong rendah dan jauh berbeda dibanding Covid-19.

Dalam keterangannya kepada Reuters, Maria Van Kerkhove menjelaskan bahwa penularan antar manusia hanya bisa terjadi melalui kontak yang sangat dekat. Misalnya, berbagi kamar tidur, berbagi kabin kapal, atau memberikan perawatan langsung kepada pasien dalam waktu lama. Jadi, interaksi sosial biasa tidak serta-merta membuat seseorang langsung tertular.

“Ketika kami menyebut ‘kontak dekat’ untuk penularan antar manusia, yang kami maksud adalah kontak fisik yang sangat, sangat dekat,” ujar Maria Van Kerkhove kepada Reuters.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas keresahan masyarakat yang takut wabah ini berubah menjadi pandemi baru. Jadi, masyarakat diimbau tetap waspada tanpa harus panik berlebihan.

Perbedaan Hantavirus dan Covid-19 yang Perlu Dipahami

Perbedaan hantavirus dan covid-19/Foto: Freepik

Kalau melihat situasinya sekilas, banyak orang mungkin langsung menyamakan wabah ini dengan pandemi Covid-19. Padahal, cara penyebaran kedua virus tersebut sangat berbeda. Covid-19 dikenal mudah menyebar melalui udara, droplet, maupun airborne transmission ketika seseorang berbicara, batuk, atau bersin di ruang tertutup.

Sementara itu, hantavirus varian Andes membutuhkan kontak yang jauh lebih intens untuk berpindah dari satu orang ke orang lain. Risiko tertinggi biasanya terjadi ketika seseorang melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh penderita atau berada sangat dekat dalam waktu lama. Oleh karena itu, hantavirus tidak menular dengan pola penyebaran cepat seperti Covid-19.

WHO juga menilai kemungkinan wabah global dari kasus ini masih jauh lebih rendah dibanding pandemi sebelumnya. Meski demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan secara serius karena penyebaran penyakit di ruang tertutup tetap memiliki risiko tersendiri. 

Saat ini, WHO bekerja sama dengan sejumlah negara untuk melacak penumpang yang sempat turun di Pulau Saint Helena sebelum kapal mencapai Tanjung Verde. Di Afrika Selatan, sebanyak 65 orang yang pernah kontak dengan pasien juga sudah diidentifikasi untuk menjalani pemantauan kesehatan lanjutan. Selain itu, ada 12 orang lain di berbagai negara yang turut masuk daftar pemantauan.

Langkah pelacakan ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar kemungkinan penularan lanjutan bisa segera dikendalikan. Jadi, meskipun hantavirus tidak menular semudah Covid-19, upaya kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama.

Benarkah Hantavirus Berkaitan dengan Vaksin Covid-19?

Kaitan hantavirus dengan covid-19/Foto: Freepik

Di media sosial, muncul berbagai unggahan yang mengaitkan infeksi hantavirus dengan vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech. Beberapa akun bahkan membagikan dokumen pengajuan lisensi vaksin Pfizer ke regulator Amerika Serikat pada 2021. Dari situ, muncul kesimpulan keliru bahwa vaksin dapat menyebabkan infeksi hantavirus.

Mengutip Reuters, unggahan tersebut menampilkan daftar “adverse events of special interest” atau kejadian medis yang menjadi perhatian selama pemantauan vaksin Covid-19. Dalam daftar itu memang terdapat istilah “hantavirus pulmonary infection” sehingga banyak orang langsung menganggapnya sebagai efek samping vaksin.

Padahal, dokumen tersebut sama sekali tidak membuktikan adanya hubungan sebab-akibat antara vaksin dan penyakit tersebut. Pfizer menjelaskan bahwa daftar itu hanya mencatat seluruh kondisi medis yang dilaporkan selama masa pemantauan, tanpa memastikan apakah kondisi tersebut benar-benar dipicu vaksin atau tidak.

Data tersebut berasal dari laporan sukarela melalui berbagai sistem pelaporan nasional, termasuk VAERS di Amerika Serikat. Artinya, setiap keluhan kesehatan setelah vaksinasi bisa masuk ke database meskipun belum terbukti secara ilmiah berkaitan langsung dengan vaksin.

Regulator kesehatan Amerika Serikat, FDA, juga pernah menegaskan bahwa laporan di VAERS tidak otomatis berarti vaksin menyebabkan masalah kesehatan tertentu. Bahkan, siapa pun dapat mengirim laporan tanpa verifikasi ilmiah awal. Oleh karena itu, penting sekali memahami konteks data sebelum langsung mempercayai informasi yang viral di media sosial.

Daftar efek samping yang benar-benar terbukti memiliki hubungan kausal dengan vaksin Pfizer sendiri telah dipublikasikan secara resmi dalam informasi produk vaksin Comirnaty. Dalam dokumen resmi tersebut, tidak ada hantavirus yang disebut sebagai efek samping vaksin. Pfizer juga menegaskan bahwa vaksin Comirnaty tidak mengandung virus hidup, termasuk hantavirus.

Tetap Waspada Tanpa Harus Panik Berlebihan

Tetap waspada dengan hantavirus/Foto: Freepik

Meski WHO memastikan hantavirus tidak menular semudah Covid-19, kasus wabah di kapal pesiar MV Hondius tetap menjadi pengingat bahwa penyakit zoonosis masih perlu diwaspadai. Terlebih, mobilitas internasional dan ruang tertutup seperti kapal pesiar memang bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit apabila tidak ditangani dengan cepat.

Penting bagi masyarakat untuk memahami cara penularan, gejala, dan langkah pencegahan hantavirus agar tidak mudah termakan kepanikan maupun informasi menyesatkan.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau terus mengikuti informasi resmi dari lembaga kesehatan terpercaya supaya tidak salah memahami risiko penyakit tertentu. Jadi, Beauties, tetap waspada memang penting, tetapi menyaring informasi dengan bijak jauh lebih penting agar tidak ikut menyebarkan kepanikan yang belum tentu benar. Tetap jaga diri, ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.