STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Berhubungan Intim Saat Haid? Ini Risikonya bagi Kesehatan!

Raudiya Nurfadilah | Beautynesia
Kamis, 16 Sep 2021 23:30 WIB
Berhubungan Intim Saat Haid? Ini Risikonya bagi Kesehatan!

Baru-baru ini tengah hangat diperbincangkan warganet soal kasus paksaan hubungan seksual, salah satunya disebutkan yakni berhubungan intim saat haid.

Umumnya aktivitas ini dianggap tabu, oleh karenanya wajib dihindari pasangan. Dari segi kesehatan pun memiliki risikonya. Apa saja? Berikut penjelasannya.

Darah Berceceran

Darah berceceran saat menstruasi
Darah berceceran saat menstruasi/ Foto: Freepik/ Freepik

Salah satu risiko yang dialami pasangan ketika sedang berhubungan intim dalam masa haid yakni darah yang berceceran baik di seprai maupun tubuh, apalagi jika masih awal menstruasi ketika darah masih banyak keluar.

Selain mengotori tempat tidur, darah haid juga bisa membuatmu tidak percaya diri dan kurang nyaman. Ada perasaan pula mengenai darah haid yang justru bisa membuatmu gelisah dan khawatir sulit merespon rangsangan seksual. Oh ya, darah pada sprei atau celana dalam yang tidak cepat dibersihkan pun akan meninggalkan noda yang sulit dihilangkan, Beauties.

Infeksi Menular Seksual (IMS)

Hubungan intim saat menstruasi bisa berisiko menularkan infeksi menular seksual
Hubungan intim saat menstruasi bisa berisiko menularkan infeksi menular seksual/ Foto: Freepik/ Gpointstudio

Kekhawatiran lain tentang berhubungan badan ketika menstruasi adalah risiko menularkan infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV dan hepatitis. Mengutip dari laman Healthline, virus ini hidup dalam darah dan mereka dapat menyebar melalui kontak dengan darah menstruasi yang terinfeksi.

Lupa Melepas Tampon

Lupa melepas tampon ketika berhubungan badan
Lupa melepas tampon ketika berhubungan badan/ Foto: Freepik/ Freepik

Jika kamu menggunakan tampon ketika haid dan melakukan hubungan intim, maka tampon yang lupa dilepas berisiko dapat terdorong jauh ke dalam vagina saat berhubungan. Sehingga kamu harus pergi ke dokter untuk melepas tampon tersebut.

Hamil

Melakukan aktivitas seksual bisa terjadi kehamilan
Melakukan aktivitas seksual bisa terjadi kehamilan/ Foto: Freepik/ Gpointstudio

Risiko selanjutnya yakni kehamilan, meski kemungkinannya kecil tetapi hal tersebut bisa saja terjadi. Kemungkinan hamil selama ovulasi yang terjadi sekira 14 hari sebelum masa haid dimulai, tetapi panjang siklus setiap perempuan berbeda dan panjang siklusmu dapat berubah setiap bulan.

Jika kamu memiliki siklus menstruasi yang pendek, risiko hamil selama periode haid lebih tinggi terjadi.

Infeksi Jamur

Melakukan aktivitas seksual saat menstruasi dapat mengakibatkan infeksi jamur
Melakukan aktivitas seksual saat menstruasi dapat mengakibatkan infeksi jamur/ Foto: Freepik/ Wayhomestudio

Masalah ini disebabkan oleh perubahan flora normal vagina, sehingga terjadi infeksi jamur dan vaginosis bakterial. Namun dikutip dari dari Medical News Today, infeksi jamur juga dapat terjadi tanpa melakukan aktivitas seksual, orang mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi jamur karena adanya perubahan hormonal selama periode menstruasi.

Hubungan seksual saat mentruasi bukan hanya dialami oleh pihak perempuan tetapi bisa juga terjadi pada pria, hal tersebut dapat menyebabkan kepala penis meradang, kondisi ini disebut balanitis. Infeksi lainnya yang bisa terjadi yakni klamidia, kutil kelamin, gonorea, hepatitis B, herpes, virus papiloma manusia (HPV), moluskum kontagiosum, sipilis, trikomoniasis, kudis, dan kutu kemaluan.

Nah, Beauties, itulah risiko yang dapat terjadi jika kamu melakukan hubungan intim saat menstruasi. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak melakukan aktivitas tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan mengganti dengan aktivitas yang lain.

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE