sign up SIGN UP

Berita Baik! Ada 2 Kabar 'Melegakan' Terbaru soal Omicron, Cari Tahu di Sini, Yuk!

Tim Redaksi CNBC Indonesia | Beautynesia
Kamis, 23 Dec 2021 14:00 WIB
Berita Baik! Ada 2 Kabar 'Melegakan' Terbaru soal Omicron, Cari Tahu di Sini, Yuk!
caption
Jakarta -

Varian baru Omicron yang pertama dideteksi di Afrika Selatan dilabeli oleh WHO sebagai Varian of Concern (VOC) atau varian yang menyebabkan peningkatan penularan. Tak ayal, dunia menjadi was-was dibuatnya. Sebab, Omicron diketahui lebih cepat menyebar dibanding varian lainnya, bahkan varian Delta.

Namun, kabar melegakan seputar Omicron akhir-akhir ini kian bertambah. Sebelumnya, kabar baik datang dari penelitian vaksin. Melansir dari CNBC Indonesia, studi terbaru yang dilakukan Sinovac BioTech menemukan suntikan ketiga (booster) vaksin perusahaan dapat menghasilkan lebih dari dua kali lipat tingkat antibodi penetralisir guna melawan COVID-19 varian Omicron.

Kini, kabar baik datang dari analisis gejala infeksi varian Omicron. Yuk, simak kabar 'melegakan' tersebut berikut ini!

Kabar Baik Berdasarkan Studi dari Afrika Selatan

Pandemi Covid-19Pandemi Covid-19/ Foto: Pexels.com/Anna Shvets

Baru-baru ini, Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan (Afsel) menemukan bahwa mereka yang terinfeksi Omicron jauh lebih kecil kemungkinannya untuk berakhir di rumah sakit daripada mereka yang terinfeksi Delta. Hal ini dipaparkan Rabu (22/12).

"Di Afsel, ini adalah epidemi. Omicron berperilaku dengan cara yang tidak terlalu parah," kata Profesor Cheryl Cohen dari NICD kepada Reuters, seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

Lebih lanjut, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa mayoritas warga di Afrika Selatan telah terinfeksi COVID-19. Artinya, mereka sudah memiliki tingkat kekebalan yang lebih tinggi terhadap virus ini.

Kabar Baik Berdasarkan Studi dari Skotlandia

Produsen Vaksin Meneliti Varian Baru CovidIlustrasi penelitian/Foto: Pexels/Polina Tankilevitch

Kabar baik seputar varian Omicron juga datang dari Skotlandia. Penelitian serupa juga dilakukan oleh University of Edinburgh yang memasukkan data 23.840 kasus Omicron dan 126.511 kasus Delta yang dihimpun pada 1 November hingga 19 Desember.

Berdasarkan studi tersebut, disimpulkan bahwa pasien yang terinfeksi Omicron namun telah tervaksinasi penuh memiliki kemungkinan 80% lebih rendah untuk dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan infeksi Delta.

"Meskipun sedikit, penelitian ini adalah kabar baik. Pengurangan dua pertiga rawat inap pada anak muda yang divaksinasi dua kali dibandingkan dengan Delta menunjukkan bahwa Omicron akan lebih ringan untuk lebih banyak orang," sebut James Naismith, direktur Rosalind Franklin Institute dan profesor konstruksi biologi di Universitas Oxford, dikutip dari CNN International.

Namun, WHO masih belum berani untuk menyimpulkan semua penelitian mengenai varian Omicron ini. Pimpinan teknis WHO untuk COVID-19, Maria van Kerkhove, mengatakan bahwa masih perlu ada pendalaman yang lebih untuk menarik kesimpulan. Simak penjelasan selengkapnya di sini ya, Beauties!

***

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id