Bisa Jadi Sinyal Bahaya, Ini 5 Alasan Kamu Selalu 'Ngidam' Makanan Asin!

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Rabu, 05 Apr 2023 09:30 WIB
Bisa Jadi Sinyal Bahaya, Ini 5 Alasan Kamu Selalu 'Ngidam' Makanan Asin!/Foto: Freepik/@freepik

Beauties, pernahkah kamu merasa benar-benar ingin makan sesuatu yang asin dan gurih? Bahkan ketika sudah menyantapnya, keinginan untuk makan makanan asin seolah tak bisa berhenti, padahal kamu tahu bahwa garam berlebih bisa menyebabkan penyakit kronis, termasuk darah tinggi. Apakah ini normal?

Faktanya, walaupun dianggap kurang sehat, garam perlu dikonsumsi tubuh setiap hari dalam batas normal. Pasalnya, natrium dan klorida di dalamnya sangat berperan untuk membantu pergerakan otot, menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur tekanan dan pH darah, serta memelihara fungsi syaraf.

Dengan kata lain, keinginan makan garam secara terus-menerus bisa jadi sebuah sinyal  bahwa tubuh sedang kekurangan nutrisi. Dilansir dari Eat This Not That, berikut ini adalah beberapa penyebab kamu terus-terusan ketagihan makanan asin.

1. Dehidrasi


Ilustrasi Dehidrasi/Foto: Pixabay.com/Engin Akyurt

Selain kurang minum, dehidrasi juga bisa disebabkan oleh kurangnya natrium dan klorida, yang bertugas menjaga keseimbangan cairan tubuh. Jika kedua zat elektrolit tersebut menipis, tubuh akan mengirim sinyal berupa keinginan makan garam. Menariknya, setelah makanan asin, biasanya seseorang akan merasa haus, sehingga timbul keinginan untuk minum air sehingga cairan tubuh kembali tercukupi.

Meski tubuh selalu mengirimkan sinyal, namun sebaiknya jangan tunggu sampai terlambat. Pastikan kamu selalu minum air yang cukup, bila perlu bantu dengan larutan elektrolit. Pasalnya, jika sampai tubuh mengalami dehidrasi, gejala lain akan muncul, seperti lesu, kurang konsentrasi, dan lain-lain, yang pastinya akan menghambat produktivitas.

2. Sindrom PMS


Ilustrasi PMS/Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Selain perubahan emosional, “ngidam garam” juga bisa menjadi indikasi bahwa kamu sedang mengalami sindrom pra-menstruasi (pra-menstruation syndrome). Sayangnya belum diketahui hubungan antara PMS dengan keinginan makan garam, walaupun ada dugaan bahwa hal ini berkaitan dengan hormon.

Jika kamu mengalami kondisi ini, tidak masalah untuk makan makanan asin selama tidak berlebihan. Jangan lupa pula banyak minum air untuk membantu menetralisir kadar garam dalam darah.

3. Tanda Stres

Ilustrasi stres/Foto: Freepik.com/pressfoto

Saat mengalami stres atau perasaan tidak menyenangkan, kelenjar adrenal dalam tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Menariknya, hormon ini sering mengubah beberapa fungsi tubuh menjadi hal-hal yang tidak terduga, misalnya mengubah ritme detak jantung, menaikkan tekanan darah, bahkan mengirimkan sinyal ingin makan garam.

Hal ini dibuktikan dalam penelitian oleh Journal of Neiroscience, di mana individu yang memiliki kadar natrium tinggi dalam darah umumnya menghasilkan sedikit kortisol saat stres, namun cenderung merasa ingin makan garam. Diduga, garam digunakan tubuh untuk untuk mengelola stres secara fisiologis. Tapi jangan berlebihan, ya!

(naq/naq)