Bukan Kurang Minum, Waspadai 7 Kondisi yang Bikin Kamu Merasa Haus Berlebihan

Belinda Safitri | Beautynesia
Selasa, 31 Mar 2026 07:15 WIB
4. Anemia
Anemia/ Foto: Centre for Clinical Haematology

Rasa haus adalah sinyal alami tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan. Namun, jika kamu merasa haus terus-menerus meskipun sudah cukup minum, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Dalam dunia medis, rasa haus berlebihan dikenal sebagai polidipsia dan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.

Penyebabnya pun tidak selalu sederhana seperti dehidrasi atau cuaca panas. Beberapa kondisi medis justru dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh, sehingga membuat kamu terus merasa haus.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda yang menyertainya agar bisa segera mengambil langkah yang tepat, Beauties. Dilansir dari Liv Hospital, simak sejumlah kondisi yang sering memicu rasa haus! 

1. Diabetes Melitus

Diabetes melitus/ Foto: Medical Trust Hospital

Salah satu penyebab paling umum dari rasa haus berlebihan adalah diabetes melitus. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakannya dengan baik, sehingga kadar gula darah meningkat. Akibatnya, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula melalui urine.

Proses ini membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan memicu rasa haus yang terus-menerus. Selain itu, penderita diabetes biasanya juga mengalami gejala lain seperti sering buang air kecil, kelelahan, penglihatan kabur, hingga luka yang sulit sembuh.

2. Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus/ Foto: Nysora

Berbeda dengan diabetes melitus, diabetes insipidus berkaitan dengan gangguan hormon antidiuretik (ADH) yang berfungsi mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Ketika hormon ini tidak bekerja dengan baik, tubuh akan kehilangan cairan dalam jumlah besar melalui urine.

Hal itu membuat penderita akan mengalami rasa haus yang sangat intens dan frekuensi buang air kecil yang meningkat. Kondisi ini bisa terjadi karena masalah pada otak (tipe sentral) atau gangguan fungsi ginjal (tipe nefrogenik).

3. Gangguan Tiroid

Gangguan tiroid/ Foto: The Surgical Clinic

Kelenjar tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Ketika terjadi gangguan seperti hipertiroidisme, metabolisme menjadi terlalu cepat sehingga tubuh menghasilkan panas berlebih dan meningkatkan produksi keringat.

Kehilangan cairan akibat keringat berlebih ini membuat tubuh lebih cepat mengalami dehidrasi. Sebagai respons, tubuh akan memicu rasa haus agar keseimbangan cairan tetap terjaga.

4. Anemia

Anemia/ Foto: Centre for Clinical Haematology

Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat, sehingga distribusi oksigen ke jaringan tubuh terganggu. Untuk mengompensasi kondisi ini, tubuh berusaha meningkatkan sirkulasi darah, yang secara tidak langsung memengaruhi keseimbangan cairan.

Akibatnya, ginjal dapat memproduksi lebih banyak urine yang memicu dehidrasi ringan. Inilah yang membuat penderita anemia sering merasa haus, disertai gejala lain seperti lemas, pusing, dan mudah lelah.

5. Hiperkalsemia

Hiperkalsemia/ Foto: GNC India

Hiperkalsemia adalah kondisi ketika kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi ginjal dalam mengatur cairan, sehingga tubuh memproduksi lebih banyak urine.

Alhasil, tubuh kehilangan cairan lebih cepat dan memicu rasa haus yang intens. Hiperkalsemia sendiri bisa disebabkan oleh gangguan kelenjar paratiroid, penyakit tertentu, atau konsumsi vitamin D dan kalsium yang berlebihan.

6. Gangguan Ginjal

Gangguan ginjal/ Foto: Texas Kidney Institute

Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Ketika fungsi ginjal terganggu, kemampuan tubuh untuk mengatur cairan juga ikut terpengaruh.

Gangguan ginjal bisa membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak atau justru tidak mampu mempertahankannya dengan baik. Selain rasa haus, kondisi ini biasanya disertai gejala lain seperti pembengkakan, perubahan frekuensi buang air kecil, hingga kelelahan.

7. Sindrom Sjogren

Sindrom sjogren/ Foto: Sjogren Foundation

Sindrom Sjogren adalah penyakit autoimun yang menyerang kelenjar penghasil air liur dan air mata. Ini membuat penderita mengalami mulut kering yang sering terasa seperti haus, meskipun sebenarnya tubuh tidak kekurangan cairan.

Kondisi ini biasanya juga disertai gejala lain seperti mata kering, sensasi terbakar, hingga masalah gigi. Karena gejalanya mirip dengan dehidrasi, penting untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

Itulah beberapa kondisi yang patut diwaspadai jika sering merasa haus. Kalau kondisi ini terus berlanjut, jangan ragu melakukan konsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya, Beauties! 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE