Dampak Abu Vulkanik terhadap Kulit, Bisa Bikin Iritasi hingga Memperparah Eksim

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Selasa, 08 Sep 2026 07:00 WIB
Abu Vulkanik Bisa Membuat Kulit Gatal, Perih, dan Kemerahan
Penyebab Iritasi Kulit/Foto: Magnific

Beauties, saat hujan abu terjadi, perhatian kita biasanya langsung tertuju pada masker, saluran pernapasan, dan kualitas udara. Padahal, ada satu bagian tubuh lain yang juga langsung berhadapan dengan partikel tersebut, yaitu kulit. Apalagi kalau kamu beraktivitas di luar dan abu sampai menempel di wajah, tangan, atau masuk ke balik pakaian.

Jangan langsung menganggap abu sebagai debu biasa, Beauties. Dampak abu vulkanik terhadap kulit bisa berbeda-beda, tergantung kondisi paparan dan karakteristik materialnya. Mulai dari rasa gatal yang mengganggu sampai iritasi, berikut beberapa hal yang perlu kamu tahu.

Abu Vulkanik Bisa Membuat Kulit Gatal, Perih, dan Kemerahan

Penyebab Iritasi Kulit/Foto: Magnific

Pernah merasa kulit seperti “berpasir” setelah terkena hujan abu? Rasa nggak nyaman itu jangan disepelekan, Beauties. Iritasi bisa terjadi ketika butiran abu yang keras terus bergesekan dengan permukaan kulit, terutama jika kamu menggosoknya.

Gesekan juga bisa semakin terasa ketika abu menumpuk di balik pakaian atau dibiarkan menempel dalam waktu lama. Karena itu, semakin lama partikel berada di kulit, semakin besar kemungkinan kulit mengalami rasa tidak nyaman.

Selain faktor gesekan, sebagian abu yang baru jatuh juga dapat membawa lapisan zat asam. Sifat dan jumlahnya bisa berbeda pada setiap peristiwa erupsi. Jadi, warna abu yang terlihat lebih gelap atau lapisannya yang tampak tebal belum tentu langsung menunjukkan seberapa kuat efek iritasinya.

Beberapa keluhan yang mungkin muncul akibat paparan abu antara lain kulit terasa gatal atau perih, kemerahan, kulit kering dan terasa tertarik, hingga munculnya ruam. Pada orang yang sudah memiliki masalah kulit sebelumnya, keluhan tersebut juga berpotensi terasa lebih mengganggu.

Kalau kulit mulai gatal, sebisa mungkin jangan langsung digaruk terus-menerus, ya. Menggaruk dapat memperparah kerusakan pada lapisan kulit dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi sekunder akibat luka garukan.

Risiko Meningkat Kalau Punya Dermatitis atau Eksim

Paparan Abu Memperburuk Eksim dan Dermatitis

Buat kamu yang punya kulit sensitif, dermatitis, atau eksim, paparan abu memang patut mendapat perhatian ekstra. Sebab, kulit dengan kondisi tertentu bisa memiliki lapisan pelindung yang lebih rentan mengalami gangguan.

Dilansir dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal MDPI, dampak abu vulkanik pada kulit, khususnya pada orang dengan kondisi dermatologis yang sudah ada sebelumnya, masih terus dipelajari. Namun, sejumlah komponen yang terdapat dalam partikel abu diketahui berpotensi memicu stres oksidatif dan respons peradangan.

Partikel abu dapat mengandung logam tertentu yang berperan dalam pembentukan reactive oxygen species atau radikal bebas. Kondisi tersebut dapat memicu kerusakan sel dan peradangan. Selain itu, penelitian tersebut juga membahas keberadaan senyawa PAH yang dapat bersifat mengiritasi dan meningkatkan aktivasi respons imun pada kulit.

Pada kulit yang rentan mengalami dermatitis atopik, berbagai faktor tersebut dapat saling berkaitan. Mulai dari gangguan mikrobioma kulit, melemahnya lapisan epidermis, hingga meningkatnya respons peradangan yang dapat memperburuk gejala.

Itulah kenapa bahaya abu vulkanik bagi kulit nggak selalu berhenti pada rasa gatal sesaat. Kalau kamu memang punya dermatitis atau eksim dan keluhan kulit memburuk setelah terpapar abu, sebaiknya segera ke dokter kulit, ya.

Apakah Abu Vulkanik Bisa Membakar Kulit?

Efek Abu Vulkanik di Kulit Manusia/Foto: Magnific

Nah, ini yang mungkin bikin banyak orang penasaran. Kalau kulit terasa perih setelah terkena hujan abu, apakah berarti kulit sedang terbakar?

Belum tentu ya, Beauties! Abu yang jatuh di wilayah jauh dari gunung biasanya sudah mengalami pendinginan. Jadi, rasa gatal atau perih setelah terkena abu dingin tidak otomatis berarti kamu mengalami luka bakar akibat panas.

Namun, bukan berarti semua material vulkanik aman untuk disentuh. Kondisinya sangat berbeda jika kamu berada di dekat lokasi erupsi atau zona bencana. Material panas, gas vulkanik, lontaran erupsi, hingga aliran piroklastik dapat menimbulkan bahaya yang jauh lebih serius.

Dilansir dari The Guardian, korban erupsi Gunung White Island atau Whakaari di Selandia Baru pada 2019 mengalami luka bakar yang serius akibat paparan gas panas, abu, dan material vulkanik. Seorang dokter darurat senior bahkan menjelaskan bahwa sejumlah pasien mengalami luka bakar jaringan dalam, termasuk pada area tubuh yang luas.

Paparan material panas di lokasi erupsi juga berbeda dengan dampak abu yang dirasakan masyarakat akibat hujan abu di wilayah permukiman. Selain panas, gas seperti sulfur dioksida dan zat kimia lain juga dapat memperparah risiko terhadap tubuh.

Kulit adalah lapisan pertama yang melindungi tubuh dari lingkungan. Jadi, saat abu vulkanik mulai turun, jangan cuma sibuk mencari masker, ya! Pastikan kulitmu juga mendapatkan perlindungan yang cukup, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.