Dear Gen Z, Ini Akibat Makan Seblak Setiap Hari

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Kamis, 30 Jul 2026 12:00 WIB
Pedasnya Seblak Bisa Mengganggu Lambung
Ilustrasi seblak/Foto: Magnific.com/Jcomp

Siapa sih anak Gen Z yang nggak pernah makan seblak? Pasti sebagian besar pernah, bahkan bisa hampir setiap hari. Seblak merupakan salah satu kuliner khas Jawa Barat yang terkenal dengan rasa gurih, pedas, dan aroma kencur yang mendominasi.

Seblak biasanya dibuat dari kerupuk kenyal yang dimasak dengan bumbu rempah dan cabai, serta dilengkapi dengan topping seperti mi instan, makaroni, telur, daging olahan, ceker ayam, atau sayuran.

Tapi, tahukah di balik kelezatan seblak, ada fakta gizi penting yang perlu Beauties perhatikan demi kesehatan tubuh jangka panjang. Penasaran, yuk simak ulasannya di sini menurut pakar kesehatan.

Pedasnya Seblak Bisa Mengganggu Lambung

Ilustrasi seblak/Foto: Magnific.com/Jcomp

Yap, hal ini disampaikan langsung oleh dosen kebidanan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarja (Umsida), Hesti Widowati, seperti dilansir dari website resmi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi Umsida.

“Seblak yang identik dengan rasa pedas bisa memicu reaksi tubuh, seperti peradangan dalam lambung atau gangguan pencernaan lainnya,” jelas Hesti Widowati.

Rasa pedas dalam seblak didasari karena kandungan capsaicin yang terkandung dalam cabai. Capsaicin memberikan rasa pedas pada makanan dan berpotensi menyebabkan iritasi pada lapisan lambung.

Saat mengonsumsi makanan pedas, capsaicin dapat memicu produksi asam lambung berlebihan, yang kemudian menyebabkan ketidakseimbangan dan merusak lapisan pelindung dinding lambung.

“Orang yang mengalami nyeri ulu hati (heartburn) atau kondisi seperti gastritis sebaiknya memperhatikan seberapa sering dan banyaknya mereka mengonsumsi makanan pedas karena makanan tersebut dapat menyebabkan iritasi,” ujar Zariel Grullon, RDN., CDN, menukil EatingWell.

Selain Pedas, Seblak Tinggi Natrium, Kalori, dan Lemak

Ilustrasi seblak/Foto: Magnific.com/Jcomp

Selain pedas, seblak juga cenderung tinggi kalori, lemak, dan natrium, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh hingga kenaikan berat badan.

Menurut ahli gizi dr. Tan Shot Yen, pada detikHealth, risiko makan seblak ada pada bahan utamanya yaitu kerupuk. Kerupuk bukan hanya terbuat dari tepung yang miskin gizi, tetapi juga tinggi garam.

Selain itu, juga ada pada pemilihan topping yang tinggi natrium dan lemak jenuh, penambahan garam dapur dan monosodium glutamat (MSG), serta penggunaan minyak berlebih untuk menumis bumbu halus.

Kombinasi antara kerupuk aci, makaroni, mi, dan kuah berminyak membuat seblak tinggi kalori rendah serat. Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup, seblak akan berdampak pada berat badan.

Di sisi lain, kandungan natrium yang tinggi dalam kuah seblak dan bahan olahannya dapat meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko penyakit kardiovaskular seiring berjalannya waktu.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membatasi konsumsi seblak setiap harinya demi menghindari penyakit yang tidak diinginkan.

Jadi, Berapa Kali Kita Bisa Mengonsumsi Seblak dalam Seminggu?

Ilustrasi seblak/Foto: Magnific.com/Jcomp

Menurut dokter gizi klinik Yohanes Chandrawinata, seblak digolongkan sebagai konsumsi makanan sesekali. Artinya, jika hanya dikonsumsi seminggu sekali tidaklah masalah, melansir YouTube CNN Indonesia.

Saat mengonsumsi seblak disarankan untuk membatasi penggunaan minyak, garam, dan cabai, serta memperhatikan topping yang dipilih. Lebih baik perbanyak isian sayur dan protein segar seperti telur ayam, daging fillet, atau ikan, serta kurangi isian karbohidrat olahan dan daging olahan tinggi natrium.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE