sign up SIGN UP

Duh! Ternyata Bukan 2022, Bos Vaksin Pfizer Bocorkan Kapan Pandemi Covid-19 di Dunia Akan Berakhir

Tim Redaksi CNBC Indonesia | Beautynesia
Rabu, 22 Dec 2021 15:00 WIB
Duh! Ternyata Bukan 2022, Bos Vaksin Pfizer Bocorkan Kapan Pandemi Covid-19 di Dunia Akan Berakhir
caption
Jakarta -

September lalu, CEO Pfizer Albert Boula membuka suara terkait prediksinya kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan jika pandemi akibat virus corona ini akan berakhir pada setahun ke depan, yakni 2022.

"Dalam setahun, saya pikir kita dapat kembali ke kehidupan normal," ujar Albert Bourla, seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia. 

Namun, pernyataan ini disampaikannya sebelum varian Omicron merebak dan kembali membuat kepanikan dihampir seluruh Negara.

Pandemi Covid-19Pandemi Covid-19/ Foto: Pexels.com/Nandhu Kumar

Kembali melanjuti, Presiden Global Pfizer Vaccines, Nanette Cocero memprediksi jika bukan tahun 2022 pandemi akan berakhir. Menurutnya, perubahan pandemi menjadi endemi akan terjadi di tahun 2024

"Kami percaya Covid-19 akan bertransisi ke keadaan endemik, berpotensi pada tahun 2024," ungkapnya. 

Bukan berarti virus akan benar-benar menghilang dari Bumi, maksud dari endemi adalah saat penyakit atau virus tersebut hanya menular di wilayah tertentu saja, atau bahkan hidup di musim tertentu seperti halnya flu musiman.

Pandemi Covid-19Pandemi Covid-19/ Foto: Pexels.com/Gustavo Fring

Perubahan pandemi menjadi endemi pun akan terjadi jika populasi masyarakat telah memiliki kekebalan yang cukup dari vaksin. Penularan virus, rawat inap, dan kematian yang terkendali.

Demi mencapai 'rasa bebas' dari pandemi Covid-19, Kepala petugas ilmiah Pfizer, Mikael Dolsten mengaitkan jika prediksi ini akan tercapai jika diimbangi dengan distribusi vaksin yang adil ke wilayah dengan tingkat vaksinasi yang masih rendah. 

"Kapan dan bagaimana tepatnya ini terjadi akan bergantung pada evolusi penyakit, seberapa efektif vaksin dan perawatan, serta distribusi vaksin yang adil ke tempat-tempat dimana tingkat vaksinasi rendah," katanya. 

Mikael Dolstren pun kembali menambahkan jika hadirnya varian baru Covid-19 bisa berdampak pada kelanjutan pandemi. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, baca di sini. 

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id