Dulu Viral Menolak Tua, Bryan Johnson Kini Hadapi Penyakit Autoimun

Rini Apriliani | Beautynesia
Selasa, 07 Jul 2026 13:30 WIB
Kabar Terbaru Bryan Johnson di Tahun 2026
Kisah Bryan Johnson yang dulu viral karena menolak tua/Foto: Instagram @bryanjohnson_

Beberapa tahun lalu, pria bernama Bryan Johnson viral karena menolak tua. Ia menghabiskan jutaan dolar agar tetap terlihat tampan dan awet muda. Namun, kini ia harus menghadapi penyakit autoimun.

Pada tahun 2023, kisahnya viral di medsos. Johnson bertukar darah dengan putranya yang masih berusia 17 tahun agar awet muda.

Prosedur transfusi darah tiga generasi ini melibatkan Johnson, ayah, dan anaknya di sebuah klinik di Dallas, Texas. Mereka saling mendonorkan satu liter darahnya yang kemudian dipisah menjadi bagian plasma, trombosit, dan sel darah merah dan putih.

Talmage dan Bryan JohnsonTalmage dan Bryan Johnson/ Foto: dok. Youtube

Semua darah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam pembuluh darah Johnson dengan tujuan meremajakan dan memperbaiki kerusakan sel akibat proses penuaan dengan mengganti darah lama dengan darah baru dari donor muda.

Berkat cara tersebut, Johnson yang saat itu berusia 45 tahun memiliki jantung berusia 37 tahun, kulit berusia 28 tahun, dan kapasitas paru-paru serta kebugaran seorang anak berusia 18 tahun.

Selain melakukan transfusi darah, Johnson juga menjalani hidup sehat yang ketat. Ia hanya mengonsumsi 1.997 kalori setiap hari dan memastikan lemak tubuhnya bertahan antara 5-6 persen saja.

Kabar Terbaru Bryan Johnson di Tahun 2026

Bryan Johnson

Kisah Bryan Johnson yang dulu viral karena menolak tua/Foto: Instagram @bryanjohnson_

Di tahun 2026 ini, nama Bryan Johnson kembali naik jadi perbincangan. Namun, ia dikabarkan mengidap penyakit autoimun.

Melansir Times of India, pria berusia 48 tahun tersebut mengidap gastritis autoimun atau AIG. Sistem kekebalan menyerang lambungnya. Hal tersebut disampaikannya melalui unggahan di X.

“Perutku sedang memakan dirinya sendiri,” kata Bryan Johnson.

Kabar tersebut memang cukup mengejutkan, terutama untuk seorang Johnson yang sangat peduli pada kesehatan. Menurutnya, penyakit itu diam-diam berkembang selama bertahun-tahun, dan satu-satunya petunjuk adalah kadar zat besinya yang rendah terus-menerus.

Penyakit yang dideritanya tersebut memang bukan penyakit umum. Gejalanya muncul secara perlahan, bahkan sering kali tidak terdeteksi selama bertahun-tahun.

Lebih lanjut, pria ini pun mengungkapkan bahwa pemicu penyakit tersebut dari gaya hidupnya di masa lalu yang banyak konsumsi makanan manis dan cepat saji.

“Saat masih kecil, saya makan sereal manis, minuman soda manis, dan melahap makanan cepat saji. Saya memiliki beberapa tahun yang sehat di awal usia 20-an, tetapi kemudian menjadi ayah muda dari tiga anak dan mulai membangun bisnis,” ujar Bryan.

“Dengan menyeimbangkan stres dan kesibukan itu, saya membiarkan kesehatan saya menurun dan berat badan saya naik 40 pon (18 kg). Dalam beberapa tahun, saya jatuh ke dalam depresi kronis. Tubuh saya mulai mengembangkan proses autoimun yang memengaruhi tiroid saya dan kemudian ke lapisan perut,” sambungnya.

Bryan JohnsonBryan Johnson/ Foto: dok. Instagram

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Nature Reviews Disease Primers menuliskan bahwa pada gastritis autoimun, sel imun menargetkan sel parietal lambung dan akhirnya menghancurkannya. Sel-sel ini menghasilkan asam lambung dan faktor intrinsik, yaitu protein yang dibutuhkan untuk penyerapan vitamin B12. AIG dipicu oleh serangan imun terhadap pompa proton lambung (H+/K+ ATPase).

Hal ini membuatnya berbeda dari gastritis biasa, yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi atau iritasi makanan.

“Saya baru mengetahuinya pada bulan Mei lalu. Saya tidak yakin sudah berapa lama saya mengidapnya,” kata Johnson.

“AIG menyebabkan kerusakan permanen. Kekurangan nutrisi, anemia, dan dalam jangka panjang peningkatan risiko kanker. Ketika AIG ditemukan saat ini, perawatan medis standar mengaku kewalahan, menyatakan bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali mengelola kondisi tersebut, tidak peduli seberapa mengerikan atau mematikan dampaknya,” lanjutnya.

Pada berusia 21 tahun, Johnson pun menderita hipotiroidsme, yang terkait kekebalan tubuh. Ia mengonsumsi obat setiap hari dan menjalani terapi agar tubuhnya berfungsi dengan baik. Namun, penyakit lain ternyata terjadi bersamaan tanpa gejala.

Kini, Bryan Johnson pun sedang mencoba segala cara untuk menyembuhkannya, termasuk melalui diagnostik baru, kecerdasan buatan (AI), dan eksperimen.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE