Hati-hati, Ikuti Gerakan Yoga di Media Sosial Punya Risiko Ini!

Jovita | Beautynesia
Selasa, 14 Jan 2020 04:00 WIB
Hati-hati, Ikuti Gerakan Yoga di Media Sosial Punya Risiko Ini!
https://oss.beautynesia.id/photo/temporary/16072f7e18ed11a3b6839bf696e4647a.jpeg
Kamu berani mengikuti gerakan yoga di media sosial? Bukannya enggak boleh sih, tapi kamu harus berhati-hati karena mengikuti gerakan yoga di media sosial itu ada risikonya, Ladies. Simak yuk!

Beautynesian, yoga merupakan jenis olahraga yang memiliki manfaat untuk memperkuat otot-otot tubuh, meningkatkan fleksibilitas dan menenangkan pikiran. Saat ini, yoga juga menjadi aktivitas fisik yang banyak digemari masyarakat.

Nah, demi menghemat waktu dan biaya, tidak sedikit orang yang mulai berlatih gerakan yoga melalui tutorial di media sosial. Sebenarnya, latihan yoga seharusnya dilakukan di tempat kebugaran khusus dan dipandu oleh pelatih profesional, lho. Mengapa? Berikut informasinya!


1. Dapat mengakibatkan cidera otot hingga peningkatan tekanan darah


Source: pixabay.com

Kebanyakan tutorial yoga di media sosial, seperti YouTube dan Instagram, memiliki perbedaan dan bertentangan dengan praktik yoga yang sebenarnya. Para ahli juga telah memperingatkan risiko mengikuti gerakan yoga di media sosial, yaitu dapat mengakibatkan cedera otot, cedera punggung, peningkatan tekanan darah, hingga glaukoma.

Dilansir Independent.co.uk, sebuah penelitian di AS baru-baru ini menemukan adanya peningkatan pasien yang dirawat di rumah sakit akibat cedera karena mencoba gerakan yoga di media sosial, lho. Dari yang sebelumnya hanya sebesar 9,5 untuk setiap 100.000 peserta yoga, menjadi 17 per 100.000 hanya dalam waktu 13 tahun. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan masyarakat mengenai risiko mengikuti gerakan yoga di media sosial.


Yoga perlu arahan dari profesional


Source: pixabay.com

Genny Wilkinson Priest, seorang manajer yoga menjelaskan saat ini yoga banyak disalahgunakan oleh pengguna media sosial. Munculnya Instagram disebut-sebut telah menyebabkan penekanan pada yoga sebagai latihan fisik dan kurang yang spiritual.

Lebih parah lagi, Priest membeberkan, bahwa banyak  'yoga-lebrities' yang mereduksi olahraga yoga sebagai hiburan media sosial semata. Yoga saat ini semakin melibatkan generasi muda. Bagi generasi baru ini, yoga dinilai lebih mudah diikuti melalui media sosial daripada melalui kelas khusus.

Hal itu mendorong banyak orang untuk berlatih karena alasan yang salah. Banyak orang yang memutuskan beryoga hanya dengan melihat video tutorialnya saja. Padahal, melakukan gerakan yoga tanpa adanya arahan dari profesional dapat melukai diri sendir diakibatkan oleh postur tubuh yang tidak siap.

Genny menyebutkan, dalam menirukan gerakan yoga seorang pemula harus selalu memiliki bimbingan dan arahan dari instruktur profesional, baik di kelas atau di rumah. Hal ini tidak hanya akan mencegah cedera, tetapi juga memastikan aspek spiritual yoga tidak hilang. 


Wah, ternyata risiko mengikuti gerakan yoga di media sosial sangat berbahaya ya, Beautynesian. Kamu sebaiknya berlatih gerakan yoga dengan bantuan dari para profesional, nih. Semoga bermanfaat!


(ebn/ebn)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE