Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Mengalami Panic Attack dan Cara Mengatasinya

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Selasa, 17 Feb 2026 10:30 WIB
Apa Penyebab Panic Attack?
Penyebab Panic Attack/Foto: Freepik/tirachardz

Beauties, pernah merasa tiba-tiba cemas dan takut tanpa alasan yang jelas? Jantung kamu jadi berdetak lebih cepat dan telapak tangan berkeringat. 

Banyak orang tidak sadar bahwa kondisi ini bisa jadi panic attack. Serangan ini memang muncul mendadak, tetapi dengan memahami tandanya bisa membantu kamu menghadapinya dengan lebih tenang.

Yuk, kenali apa saja gejala panic attack dan seperti apa cara mengatasinya agar kamu lebih paham. Berikut rangkumannya yang dilansir dari laman Healthline dan Cleveland Clinic.

Apa Itu Panic Attack?

Definisi Panic Attack/Foto: Freepik/BalashMirzabey

Panic attack adalah momen ketika rasa takut muncul secara mendadak dan terasa sangat kuat, meski tidak sedang dalam situasi bahaya. Biasanya tubuh akan bereaksi secara berlebihan ketika serangan panik datang.

Panic attack sebenarnya bukan kondisi berbahaya secara langsung, tetapi efeknya bisa sangat tidak nyaman. Banyak orang merasa takut atau cemas bahkan setelah gejalanya mereda.

Serangan panik biasanya memuncak dalam beberapa menit dan kemudian perlahan mereda. Biasanya serangan ini berlangsung antara 5 sampai 20 menit saja.

Gejala Panic Attack

Gejala Panic Attack/Foto: Freepik/freepik

Beauties, saat serangan panik muncul, tubuh bisa langsung bereaksi dengan beberapa gejala. Misalnya, jantung jadi berdetak sangat cepat, tubuh berkeringat, atau tangan gemetar sering muncul tanpa alasan yang jelas.

Napas juga bisa terasa pendek atau seperti sesak. Banyak orang menggambarkannya seperti dada terasa ditekan.

Selain itu, bisa muncul gejala lain seperti pusing, mual, atau rasa kesemutan di jari tangan dan kaki. Kondisi ini membuat tubuh terasa semakin tidak nyaman.

Di saat yang sama, pikiran dipenuhi rasa takut karena merasa kehilangan kendali. Pada sebagian orang, muncul pula derealisasi atau depersonalisasi, yaitu perasaan seperti dunia terasa tidak nyata.

Apa Penyebab Panic Attack?

Penyebab Panic Attack/Foto: Freepik/tirachardz

Penyebab serangan panik memang masih terus diteliti. Namun, banyak ahli sepakat bahwa kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor. 

Faktor genetik menjadi salah satu pemicunya. Jika ada anggota keluarga yang memiliki gangguan kecemasan, risiko kamu mengalami kondisi itu bisa lebih besar.

Tekanan dari perubahan hidup juga bisa ikut berperan. Misalnya, saat kamu pindah rumah, kehilangan orang terdekat, atau memasuki fase hidup baru sering kali meninggalkan beban emosional.

Selain itu, rasa cemas yang terus terjadi dan mengganggu keseharian perlu diwaspadai. Ketika kekhawatiran itu terus menumpuk, tubuh bisa meresponsnya melalui serangan panik.

Cara Mengatasi Panic Attack

Cara Mengatasi Panic Attack/Foto: Freepik/freepik

Beauties, saat serangan panik muncul, coba beri jeda waktu. Kamu bisa tarik napas perlahan lewat hidung dan hembuskan pelan melalui mulut untuk membantu tubuh kembali lebih tenang.

Cobalah untuk menyadari bahwa yang sedang terjadi ini adalah panic attack, bukan kondisi berbahaya. Tenang, panik yang dirasakan ini perlahan akan mereda, kok. 

Ketegangan otot juga sering ikut muncul tanpa disadari. Lemaskan perlahan, mulai dari bahu, tangan, hingga kaki agar tubuh terasa lebih rileks.

Jika panic attack sering terjadi, mencari bantuan profesional seperti terapi atau pengobatan bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.

Nah, itulah beberapa gejala yang sering muncul saat panic attack terjadi. Dengan mengenali tandanya sejak awal bisa membantu kamu merespon dengan lebih baik. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE