Jangan Dianggap Remeh, Kamu Perlu Tahu 7 Hal Tentang Meningitis Ini

Vindi Fitriana | Beautynesia
Rabu, 04 Sep 2019 11:00 WIB
https://cdn-prod.medicalnewstoday.com/content/images/articles/321/321029/headache-may-be-an-effect-of-meningitis.jpg
Penyakit meningitis adalah infeksi yang menyebabkan radang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Penyakit ini paling sering disebabkan oleh virus. Infeksi serius pada penderita meningitis ini yang terkadang mematikan ini dapat menyerang dalam beberapa jam saja. Berikut 7 hal yang perlu kamu tahu tentang meningitis, simak selengkapnya!

Dilansir dari Health.com, menurut Rebecca Pellett Madan, seorang spesialis penyakit menular anak di NYU Langone Health mengatakan istilah umum meningitis yang berarti peradangan pada meninges, lapisan pelindung membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Ini juga bisa merujuk pada peradangan yang berisi cairan antara meninges. Nah, untuk mencari tahu tentang meningitis, berikut 7 hal yang perlu kamu ketahui.


1. Jenis Bakteri Menginitis


Foto: https://www.medicalnewstoday.com/

Tahukah kamu jenis bakteri pada penyakit meningitis? Ternyata beberapa jenis bakteri pada meningitis dapat menyebabkan pembengkakan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang, tetapi jenis yang paling umum adalah Grup B Streptococcus, Streptococcus pneumonia, Listeria monocytogenes, Escherichia coli, dan Neisseria meningitidis.

Penyakit berbahaya yang berasal dari beberapa bakteri ini perlu di waspadai karena dapat ditularkan dari ibu ke bayi selama proses kelahiran melalui batuk, bersin, makan-makanan yang terkontaminasi.


2. Jenis lain dari meningitis: Virus dan Jamur


Foto: https://www.mydr.com.au/

Perlu kamu ketahui bahwa sebagian besar penyakit meningitis sebenarnya disebabkan oleh virus, termasuk penyakit herpes, gondong dan virus West Nile. Meningitis yang disebabkan oleh virus jenis tersebut biasanya tergolong ringan dan akan hilang dengan sendirinya.Tapi memang masih menunjukkan gejala-gejala, seperti sakit kepala dan leher menjadi kaku.
 
Jarang sekali meningitis dapat berkembang ketika beberapa jenis jamur memasuki aliran darah dan menyebar ke sumsum tulang belakang dan otak. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang menurun, sebenarnya dengan mudahnya dapat menyerang, terutama untuk jenis yang disebut meningitis kriptokokus. Mereka mungkin terinfeksi jika terpapar oleh kotoran hewan atau tanah yang terkontaminasi dan menghirup spora jamur.


3. Menginitis Disebabkan Oleh Parasit dan Tidak Menular


Foto: https://www.mirror.co.uk/

Jenis parasite tertentu dapat menyebabkan adanya meningitis langka yang disebut eosinophilic meningitis, atau EM, yang merujuk pada sel darah putih (disebut eosinofil) dalam cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis parasit tidak menular dari orang ke orang tetapi biasanya tertular ketika seseorang makan-makanan yang terkontaminasi.
 
Ada beberapa jenis meningitis yang tidak disebabkan oleh infeksi sama sekali. Sebaliknya, terjadi akibat dari trauma fisik seperti operasi otak, atau pukulan serius pada kepala atau penyakit kronis, seperti kanker, lupus, atau rheumatoid arthritis. Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan peradangan pada meninges. Jenis meningitis ini disebut sebagai meningitis non-infeksi.

sumber:
https://www.health.com/


4. Meningitis Disebabkan oleh Neisseria meningitidis


Foto: https://www.express.co.uk/

Penyakit meningitis dapat disebabkan oleh jenis bakteri Neisseria meningitidis. Jenis bakteri ini dapat bergerak sangat cepat dan berbahaya hingga dapat menyebabkan meningitis meningokokus ketika memasuki aliran darah. Bakteri ini rentan menyerang remaja dan dewasa muda. Tetapi, bakteri ini bisa dicegah lewat vaksin.


5. Meningitis Disebabkan oleh Streptococcus Pneumoniae


Foto: https://blogs.redcross.org.uk/

Pada orang dewasa, meningitis bakteri dapat disebabkan oleh streptococcus pneumoniae, bakteri ini dapat menyebabkan infeksi  pneumoniae dan sinus. Orang dewasa yang lebih tua, wanita hamil, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah juga berisiko lebih tinggi terkena meningitis dari listeria. Tetapi dapat dicegah dengan vaksin.


6. Bagaimana Meningitis Didiagnosis ?


Foto: https://www.healthline.com/

Jika seorang dokter mulai mencurigai meningitis, seeorang dapat melakukan rontgen atau CT scan untuk mencari tanda-tanda peradangan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Selain itu dapat melakukan tes darah yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bakteri atau mikroorganisme lain yang mungkin menyebabkan infeksi.
 
Namun, diagnosis meningitis yang lebih rinci itu sendiri membutuhkan tulang belakang. Di mana dokter akan memasukkan jarum ke punggung pasien dan mengumpulkan sampel cairan serebrospinal. Tingkat glukosa, protein, dan sel darah putih dalam cairan ini dapat menunjukkan berapa banyak peradangan yang muncul. Ini juga dapat membantu dokter menentukan penyebab meningitis, apakah itu bakteri, virus, atau hal lain.


7. Mengapa Vaksin Sangat Penting?


Foto: https://www.sheknows.com/

Pemberian vaksinasi terkadang dianggap remeh. Padahal perlu kamu ketahui bahwa penyakit 
meningitis itu sulit untuk diidentifikasi dan didiagnosis secara tepat waktu. Oleh karena itu pemberian vaksinasi terhadap penyakit ini sangat penting.
 
Anak-anak harus menerima vaksin konjugat meningokokus pada usia 11 atau 12, dan suntikan booster pada usia 16 untuk melindungi terhadap empat jenis bakteri (serogrup A, C, W, dan Y) yang menyebabkan meningitis. Remaja dan dewasa muda menerima vaksin meningokokus Serogroup B untuk melindungi secara khusus terhadap meningitis B.
 
sumber:

https://www.health.com/


(kik/kik)
Loading ...