Inflamasi merupakan respons alami tubuh saat menghadapi cedera atau infeksi. Namun, peradangan yang berlangsung dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan. Selain gaya hidup secara keseluruhan, pola makan juga menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung respons peradangan tubuh.
Jepang sendiri dikenal memiliki pola makan yang banyak memasukkan ikan, sayuran, kedelai, serta berbagai bahan makanan untuk mengurangi peradangan karena mengandung senyawa bioaktif.
Lantas, makanan apa saja yang direkomendasikan ahli gizi Jepang Michiko Tomioka, untuk membantu menerapkan pola makan anti-inflamasi? Simak selengkapnya dalam artikel yang membahas tentang makanan anti peradangan yang dilansir dari CNBC berikut ini!
Konyaku
|
Makanan anti-inflamasi seperti konyaku dapat menjadi pilihan dalam pola makan sehari-hari/Foto: Magnific/azerbaijan_stockers |
Konyaku merupakan jeli khas Jepang yang dibuat dari umbi tanaman konjak dan hampir tidak mengandung kalori. Bahan ini kaya akan glukomanan, yaitu serat larut yang dapat membantu pencernaan. Dalam proses pembuatannya, kalsium ditambahkan untuk menghasilkan tekstur konyaku yang padat dan kenyal.
Konyaku juga bisa diolah menjadi mi shirataki yang cocok digunakan dalam berbagai hidangan, seperti sup, tumisan, hot pot, mi dingin, hingga hidangan bergaya ramen. Menurut Tomioka, salah satu kelebihan konyaku adalah rasanya yang sangat ringan sehingga mudah menyerap cita rasa bahan makanan lain. oleh karena itu, ia kerap merekomendasikan konyaku kepada klien yang sedang berupaya mengontrol berat badan.