Kamu mungkin sudah akrab sama lima istilah love language, yakni words of affirmation, act of service, receiving gifts, quality time, dan physical touch. Lima bahasa cinta yang dikemukakan oleh Dr. Gary Chapman itu menggambarkan cara orang menerima dan mengekspresikan cinta dalam suatu hubungan.
Namun, pernahkah kamu mendengar istilah stress language? Stress language atau bahasa stres didefinisikan sebagai cara individu mengalami dan bereaksi terhadap stres. Bahasa ini berbeda pada setiap orang, dan terbagi ke dalam 4 tipe: fight, flight, freeze, dan fawn.
Dengan mengetahui bagaimana seseorang merespons terhadap situasi yang membuat stres, hal ini bisa membantu mengelola hubungan, emosi, termasuk memahami diri sendiri. Sebaliknya, menghadapi suatu konflik tanpa tahu tipe stress languange yang kamu atau orang lain miliki akan membuat masalahnya semakin besar atau malah terabaikan tanpa pernah diselesaikan.
Melansir Times of India, pakar kebugaran mental Maya Raichoora menguraikan empat bahasa stres atau “4F of stress languange” yang perlu kamu ketahui.