Kenapa Kita Suka Makan saat Stres? Ternyata Ini Sederet Pemicunya

Ayuliy Lestari | Beautynesia
Selasa, 28 Jul 2026 06:00 WIB
5. Mengabaikan Emosi yang Sebenarnya
Mengabaikan emosi yang sebenarnya / Foto: Magnific.com/Freepik

Pernahkah kamu tiba-tiba ingin makan camilan manis setelah menjalani hari yang melelahkan? Atau merasa ingin terus mengunyah sesuatu saat sedang sedih, cemas, stres, atau bosan, meski sebenarnya tidak benar-benar lapar? Jika pernah mengalaminya, bisa jadi kamu sedang mengalami emotional eating, yaitu kebiasaan makan yang dipicu oleh emosi, bukan karena kebutuhan fisik.

Sesekali mencari makanan favorit saat suasana hati sedang buruk memang bukan hal yang salah. Namun, jika kebiasaan ini terjadi terus-menerus, emotional eating dapat membuatmu sulit mengenali rasa lapar yang sebenarnya dan berpotensi memengaruhi kesehatan fisik maupun mental. 

Berikut beberapa kebiasaan yang tanpa disadari dapat memicu emotional eating, Beauties!

1. Menggunakan Makanan sebagai Pelarian dari Stres

Menggunakan makanan sebagai pelarian memicu emotional eating / Foto: Magnific.com / Freepik

Setelah menghadapi banyak tekanan, kamu mungkin merasa makanan menjadi cara tercepat untuk mendapatkan rasa nyaman. Menurut penelitian dalam Appetite (2020), stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang berkaitan dengan keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak. Akibatnya, makan menjadi pelarian sementara untuk meredakan emosi negatif.

2. Sering Makan sambil Melakukan Aktivitas Lain

Makan sambil melakukan aktivitas lain membuat rmotional eating / Foto: Magnific.com / Freepik

Makan sambil menonton serial, scrolling media sosial, atau bekerja membuatmu kurang menyadari sinyal lapar dan kenyang dari tubuh. Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition (2019) menunjukkan bahwa mindless eating dapat meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi karena perhatian teralihkan. Tanpa sadar, kamu bisa makan lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan.

3. Kurang Tidur Membuat Nafsu Makan Meningkat

Kurang tidur membuat nafsu makan meningkat / Foto: Magnific.com / Freepik

Tidur yang tidak cukup tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar. Menurut penelitian dalam Sleep (2018), kurang tidur meningkatkan kadar hormon ghrelin dan menurunkan hormon leptin, sehingga keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori menjadi lebih besar. Kondisi ini juga dapat membuatmu lebih rentan melakukan emotional eating.

4. Menyimpan Terlalu Banyak Camilan

Menyimpan terlalu banyak camilan memicu emotional eating / Foto: Magnific.com / Freepik

Lingkungan ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan makan. Ketika makanan ringan selalu tersedia di meja kerja atau dekat tempat tidur, kamu akan lebih mudah mengambilnya saat sedang bosan atau stres. Penelitian dalam Health Psychology Review (2021) menunjukkan bahwa isyarat dari lingkungan dapat memengaruhi perilaku makan tanpa disadari. Menata lingkungan dengan pilihan makanan yang lebih sehat dapat membantu mengurangi kebiasaan ini.

5. Mengabaikan Emosi yang Sebenarnya

Mengabaikan emosi yang sebenarnya / Foto: Magnific.com/Freepik

Terkadang, rasa lapar yang muncul bukan berasal dari perut, tapi dari emosi yang belum terselesaikan. Menurut penelitian dalam Eating Behaviors (2021), individu yang kesulitan mengenali dan mengelola emosinya lebih rentan mengalami emotional eating. Sebelum mengambil camilan, coba tanyakan pada diri sendiri, apa benar-benar lapar, atau sedang merasa lelah, sedih, atau cemas? Dengan begitu, kamu bisa menghindari emotional eating, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.