Kenapa Orang Jepang Suka Makan Telur Mentah? Ini Alasannya

Natasha Riyandani | Beautynesia
Selasa, 13 Oct 2026 07:15 WIB
Kenapa Orang Jepang Suka Makan Telur Mentah? Ini Alasannya
Alasan orang Jepang suka makan telur mentah/ Foto: Unsplash.com/Nicholas Ng

Demi menjaga kesehatan, banyak negara yang mewajibkan warganya untuk memasak makanan hingga matang, terutama saat mengolah telur, guna mencegah keracunan akibat bakteri Salmonella. Namun, berbeda dengan orang Jepang yang justru memiliki kebiasaan mengonsumsi telur mentah.

Banyak kuliner khas Jepang yang dinikmati dengan telur mentah. Mulai dari sarapan nasi dicampur telur mentah (tamago kake gohan), tsukimi, yukke, hingga saus celup untuk tsukiyaki.  Rasa creamy dari telur disebut bisa menambah kelezatan makanan.

Lantas, mengapa orang Jepang tetap memilih mengonsumsi telur mentah meski telah mengetahui risiko yang bisa terjadi? Dikutip dari detikFood, berikut ini rangkuman informasinya.

Proses Produksi yang Sangat Ketat

Proses produksi yang sangat ketat/ Foto: Magnific.com/azerbaijan-stockers

Kekhawatiran mengonsumsi telur mentah merupakan hal yang wajar di beberapa negara. Risiko keracunan bakteri Salmonella bisa menyebabkan infeksi pada pencernaan atau yang disebut dengan salmonelosis, serta demam tifoid (tipes).

Seseorang yang mengalami infeksi bakteri Salmonella biasanya berlangsung selama 4-7 hari. Sementara, mereka juga dapat mengalami diare dan muntah hingga 10 hari sehingga memerlukan perawatan khusus.

Namun, berbeda dengan Jepang, negara ini menerapkan prosedur dan peraturan yang sangat ketat dalam memproduksi telur. Proses produksi dan kualitas telurnya bahkan dijaga oleh pihak Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF) dan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan (MHLW).

Vaksinasi Salmonella

Ilustrasi vaksinisasi Salmonella/ Foto: Magnific.com/gpointstudio

Peraturan sanitasi untuk peternakan ayam juga lebih ketat dibandingkan negara lain. Berbeda dengan konsep free-range, ayam petelur di Jepang biasanya dipelihara dalam kandang tertutup yang steril. Tujuannya untuk mencegah kontak dengan burung liar, serangga, atau tikus yang menjadi pembawa patogen.

Di sejumlah peternakan besar Jepang, ayam petelur sudah divaksinasi Salmonella sejak usia dini. Vaksin ini sangat penting untuk mencegah penularan bakteri secara vertikal, yakni dari induk ayam ke dalam telur sebelum cangkang terbentuk.

Selain itu, pakan dan air untuk ayam petelur tidak boleh sembarangan, harus memenuhi Undang-Undang Kebersihan Pangan Jepang yang sangat ketat. Hal ini untuk mencegah paparan bakteri dari makanan yang dikonsumsi.

Proses Sterilisasi Tinggi

Ilustrasi proses strerilisasi tinggi/ Foto: Magnific.com/magnific

Setelah dipanen dari peternakan, telur tidak langsung dikirim ke pasar atau supermarket, melainkan harus melalui proses strerilisasi tinggi. Prosesnya memerlukan perhatian khusus dengan suhu 68-72 derajat Celcius untuk memastikan bakteri Salmonella mati.

Selain itu, Jepang juga mewajibkan pencucian dengan air hangat dan disinfektan, di mana negara-negara seperti Amerika Serikat dan Eropa cenderung menghindari pencucian untuk menjaga selaput alami (kutikula).

Telur akan diperiksa menggunakan detoktor khusus untuk memastikan tidak ada yang retak, kotor, atau busuk di dalamnya. Bahkan, ada sistem pemukul otomatis yang akan mengetuk cangkang telur dengan lembut.

Sistem tersebut akan menganalisis suara untuk mendeteksi retakan mikroskopis yang tidak terlihat mata telanjang dan celah kecil tempat bakteri bisa masuk. Telur yang tidak sesuai standar akan secara otomatis dibuang saat melalui proses pemeriksaan tersebut.

Masa Aman Konsumsi Telur Mentah

Ilustrasi telur Jepang/ Foto: Magnific.com/Mateus Andre

Telur yang lolos uji kualitas akan segera dikirim ke pasar-pasar, sehingga bisa dikonsumsi saat masih segar. Salah satu detail unik pada karton telur Jepang biasanya tertulis Shōmi Kigen, yaitu label tanggal yang menunjukkan kapan makanan tersebut berada dalam kualitas dan rasa terbaiknya atau “Masa Aman untuk Dikonsumsi Mentah” (best before).

Jangka waktu ini dihitung presisi berdasarkan laju pertumbuhan bakteri Salmonella, biasanya sekitar 14 hari pada musim panas dan 21 hari di musim dingin.

Setelah tanggal tersebut telur masih tetap aman dimakan, tetapi harus dimasak sampai matang. Telur tidak boleh lagi dimakan mentah untuk meminimalisir pertumbuhan bakteri Salmonella.

Suhu Dingin yang Ketat

Ilustrasi telur disimpan di dalam kulkas/ Foto: Magnific.com/magnific

Jepang menerapkan rantai dingin (cold chain) yang sangat ketat untuk telur. Suhu standar selama pasca produksi di peternakan hingga di minimarket terus dijaga agar tetap di bawah 10 derajat.

Telur tidak pernah dibiarkan berada di suhu ruangan dalam waktu lama. Mulai dari gudang penyimpanan, truk pengangkut, hingga rak supermarket diatur agar selalu berada di suhu rendah yang stabil.

Suhu dingin berfungsi untuk menekan dan memperlambat perkembangbiakan bakteri Salmonella, sehingga telur tetap aman dikonsumsi dalam keadaan mentah.

Budaya Tamago Kake Gohan

Tamago Kake Gohan/ Foto: Unsplash.com/TOMOKO UJI

Konsumsi telur mentah telah menjadi kebiasaan orang Jepang sejak dulu. Salah satu hidangan tradisional menyajikan nasi hangat yang dicampur dengan telur mentah dan diberi bumbu shoyu, yang disebut dengan Tamago Kake Gohan (TKG).

Makanan ini pertama kali dipromosikan oleh seorang jurnalis, Kishida Ginka, pada tahun 1872. Mulai populer di era Taisho dan Showa, terutama setelah perang karena telur mulai banyak dijual.

Sajian sederhana ini pun sangat populer dan menjadi menu sarapan favorit masyarakat Jepang. Mereka bahkan memperingati Hari Tamago Kake Gohan setiap tanggal 30 Oktober.

So, orang Jepang gemar makan telur mentah karena memang standar kebersihan dan sanitasi peternakan di sana sangat ketat untuk mencegah kontaminasi bakteri, terutama Salmonella.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE