Makan dengan Pencahayaan Redup Bisa Bantu Kontrol Porsi? Ini 3 Alasannya
Beauties, tahukah kamu? Ternyata, suasana cahaya bisa memengaruhi cara kita menikmati makanan, lho. Pencahayaan saat makan berpengaruh pada seberapa banyak kita mengambil dan menghabiskan makanan.
Meski kontrol porsi tetap dipengaruhi banyak faktor seperti rasa lapar, jenis makanan, dan kebiasaan, pencahayaan ruangan juga punya peran yang menarik untuk dibahas.
Berikut tiga alasan mengapa  makan  dengan lampu redup bisa membantu mengontrol porsi.
1. Lampu Redup Membuat Kita Makan Lebih Pelan dan Lebih 'Mindful'
![]() Makan lebih pelan/ Foto: Freepik.com/freepik |
Pencahayaan terang cenderung menciptakan suasana yang aktif dan cepat. Di ruang makan yang sangat terang, kita sering makan sambil melakukan hal lain seperti mengobrol, menonton televisi, atau bahkan scrolling ponsel. Akibatnya, kita kurang menyadari seberapa banyak makanan yang sudah masuk ke tubuh.
Sebaliknya, lampu redup menciptakan suasana yang lebih tenang dan intim. Dalam kondisi ini, orang cenderung makan lebih lambat. Ketika ritme makan melambat, tubuh memiliki waktu yang cukup untuk mengirim sinyal kenyang ke otak.
Proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit. Jika kita makan terlalu cepat, sinyal tersebut belum sempat diterima oleh otak, sehingga kita cenderung menambah porsi tanpa sadar.
2. Cahaya Memengaruhi Persepsi Visual terhadap Makanan
Cahaya memengaruhi visual/ Foto: Freepik.com/freepik
Penglihatan adalah indra yang sangat dominan saat makan. Warna makanan, ukuran piring, dan kontras antara makanan dan wadahnya bisa memengaruhi seberapa besar porsi yang kita ambil.
Dalam pencahayaan terang, detail visual terlihat jelas dan menggugah selera. Warna makanan tampak lebih mencolok dan menarik, sehingga dorongan untuk mengambil lebih banyak bisa meningkat.
Di sisi lain, lampu sedikit redup membuat tampilan visual makanan lebih temaram. Bukan berarti makanan menjadi tidak menarik, tetapi rangsangan visualnya tidak sekuat di ruangan terang.
Efek ini dapat membantu mengurangi keinginan untuk menambah porsi hanya karena tampilan yang menggoda. Selain itu, dalam cahaya redup, kita cenderung lebih fokus pada rasa daripada visual semata. Fokus pada rasa membuat kita lebih cepat merasa puas, meskipun porsinya tidak besar.
3. Suasana yang Lebih Santai Membantu Mengurangi Makan Berlebih
Suasana lebih santai/ Foto: Freepik.com/freepik
Lampu redup sering diasosiasikan dengan relaksasi. Saat tubuh lebih rileks, kadar stres cenderung menurun. Dalam kondisi ini, kita lebih mampu membedakan antara lapar fisik dan lapar emosional. Ketika kita makan dalam keadaan tenang, keputusan untuk berhenti makan biasanya lebih rasional.
Suasana yang santai juga mendorong interaksi sosial yang lebih hangat jika makan bersama keluarga atau teman. Percakapan yang mengalir pelan membuat ritme makan ikut melambat. Hal ini secara tidak langsung membantu mengontrol porsi karena perhatian kita tidak sepenuhnya tertuju pada makanan.
Jadi Beauties, kamu bisa mulai mencoba meredupkan lampu saat makan malam di rumah, mematikan televisi, dan fokus menikmati setiap suapan. Kadang, perubahan kecil dalam suasana bisa membawa dampak besar pada kebiasaan sehari-hari.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
