Mengapa saat di Pesawat Telinga Terasa Sakit? Ternyata Ini Jawabannya!

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Minggu, 22 Feb 2026 12:30 WIB
Pencegahan Telinga Sakit di Pesawat
Menguap untuk Atasi Telinga Sakit Saat di Pesawat/Foto: Freepik

Beauties, saat di pesawat, sebagian orang tiba-tiba merasakan telinga sakit tiba-tiba. Rasa nyeri, penuh, hingga seperti tersumbat sering muncul saat lepas landas atau mendarat. Kondisi ini wajar, tapi tetap membuat perjalanan terasa tidak nyaman.

Beauties, telinga sakit di pesawat bukan sekadar perasaan sensitif biasa. Ada proses medis yang terjadi di dalam telinga, terutama akibat perubahan tekanan udara. Dengan memahami penyebab dan cara mencegahnya, kamu bisa menikmati penerbangan dengan lebih tenang.

Penyebab Telinga Sakit di Pesawat

Penyebab Telinga Sakit di Pesawat/Foto: Freepik

Dilansir dari Mayo Clinic, telinga sakit di pesawat terjadi ketika tekanan udara di telinga tengah tidak seimbang. Tekanan udara di dalam kabin pesawat berubah sangat cepat. Akibatnya, telinga tidak selalu mampu menyesuaikan diri secara langsung.

Di dalam telinga, terdapat gendang telinga yang berfungsi merespons perubahan tekanan. Saat tekanan di luar telinga lebih tinggi atau lebih rendah, gendang telinga menjadi tertarik. Kondisi inilah yang menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman.

Telinga tengah terhubung ke bagian belakang hidung melalui saluran eustachius. Saluran ini berfungsi menyeimbangkan tekanan udara secara alami. Namun, ketika pesawat naik atau turun, perubahan tekanan terjadi terlalu cepat.

Akibatnya, saluran eustachius tidak sempat bereaksi dengan baik. Tekanan udara pun terperangkap di telinga tengah. Inilah penyebab utama telinga terasa penuh, nyeri, atau bahkan berdenging.

Selain penerbangan, kondisi serupa juga bisa terjadi saat menyelam atau naik ke dataran tinggi. Aktivitas seperti menyelam atau naik lift gedung tinggi dapat memicu sensasi serupa. Namun, dampaknya biasanya lebih ringan dibandingkan di pesawat.

Faktor Risiko Telinga Sakit di Pesawat

Telinga Sakit di Pesawat/Foto: Freepik

Beauties, tidak semua orang mengalami telinga sakit dengan tingkat yang sama. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko telinga sakit di pesawat. Faktor ini biasanya berkaitan dengan kondisi saluran pernapasan dan telinga.

Salah satu faktor risiko terbesar adalah saluran eustachius yang sempit. Kondisi ini sering ditemukan pada bayi dan anak-anak. Itulah sebabnya anak kecil lebih sering rewel saat pesawat mendarat.

Pilek dan flu juga meningkatkan risiko telinga sakit. Hidung tersumbat membuat saluran eustachius sulit terbuka. Akibatnya, tekanan udara terjebak lebih lama di telinga tengah.

Infeksi sinus juga menjadi faktor yang cukup sering terjadi. Saat sinus meradang, aliran udara di sekitar telinga terganggu. Kondisi ini membuat penyesuaian tekanan menjadi semakin sulit.

Alergi atau hay fever juga berperan penting. Reaksi alergi menyebabkan pembengkakan di saluran hidung. Hal ini menghambat fungsi normal saluran eustachius.

Selain itu, infeksi telinga tengah meningkatkan risiko nyeri saat terbang. Telinga yang sedang meradang lebih sensitif terhadap tekanan. Rasa sakit pun terasa lebih intens.

Tidur saat pesawat lepas landas atau mendarat juga berisiko. Saat tidur, kamu tidak menelan atau menguap secara aktif. Padahal, kedua gerakan tersebut sangat penting untuk menyeimbangkan tekanan.

Pencegahan Telinga Sakit di Pesawat

Menguap untuk Atasi Telinga Sakit Saat di Pesawat/Foto: Freepik

Beauties, kabar baiknya telinga sakit di pesawat sebenarnya bisa dicegah. Dengan langkah sederhana dan kebiasaan kecil, telinga kamu bisa beradaptasi lebih baik terhadap perubahan tekanan udara. Kuncinya tetap sama, yaitu membantu saluran eustachius bekerja optimal.

1. Mengunyah permen karet atau menghisap permen

Mengunyah permen karet atau mengisap permen sangat membantu selama penerbangan. Gerakan mengunyah merangsang refleks menelan secara alami. Proses ini membantu membuka saluran eustachius dan menyeimbangkan tekanan di telinga.

2. Menguap saat lepas landas dan mendarat

Menguap sering dianggap sepele, padahal manfaatnya besar bagi telinga. Saat kamu menguap, saluran eustachius terbuka lebih lebar. Inilah yang membantu tekanan telinga menyesuaikan diri dengan perubahan di kabin pesawat.

3. Melakukan teknik Valsalva dengan hati-hati

Teknik Valsalva bisa menjadi solusi tambahan jika telinga terasa mulai tidak nyaman. Caranya dengan menutup hidung, menutup mulut, lalu menghembuskan napas perlahan. Teknik ini membantu menyeimbangkan tekanan, asalkan dilakukan tanpa tenaga berlebih.

4. Tetap terjaga saat pesawat naik dan turun

Usahakan kamu tidak tertidur saat pesawat lepas landas atau mendarat. Dalam kondisi terjaga, kamu bisa mengunyah, menelan, atau menguap secara aktif. Hal ini membuat telinga lebih cepat menyesuaikan tekanan udara.

5. Menggunakan semprot hidung jika sedang flu

Jika kamu sedang flu atau pilek, semprot hidung bisa sangat membantu. Gunakan sekitar 30 menit sebelum pesawat lepas landas atau mendarat. Cara ini membantu membuka saluran hidung sementara sehingga tekanan telinga lebih mudah diseimbangkan.

6. Mengonsumsi obat dekongestan dengan bijak

Obat dekongestan dapat membantu mengurangi hidung tersumbat selama penerbangan. Namun, penggunaannya harus sesuai anjuran dan tidak berlebihan. Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu.

7. Minum obat alergi sebelum terbang

Untuk kamu yang memiliki alergi, minum obat alergi sebelum penerbangan bisa menjadi langkah pencegahan. Obat ini membantu mengurangi pembengkakan pada saluran hidung. Dengan begitu, tekanan telinga bisa lebih stabil.

8. Menggunakan earplug khusus penerbangan

Earplug khusus penerbangan dirancang untuk mengatur perubahan tekanan secara bertahap. Alat ini membantu telinga beradaptasi lebih perlahan saat pesawat naik atau turun. Meski begitu, tetap kombinasikan dengan mengunyah dan menelan agar hasilnya optimal.

Telinga sakit di pesawat memang terasa mengganggu, terutama saat penerbangan jarak jauh. Namun Beauties, kondisi ini sebenarnya wajar dan bisa dijelaskan secara medis. Perubahan tekanan udara menjadi penyebab utama rasa tidak nyaman tersebut.

Dengan memahami penyebab, faktor risiko, dan cara pencegahannya, kamu bisa terbang dengan lebih nyaman. Jadi saat di pesawat berikutnya, kamu sudah siap menjaga kesehatan telinga!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.