sign up SIGN UP

Mengenal Eksibisionisme: Salah Satu Penyimpangan Seksual yang Suka Pamer Alat Vital di Tempat Umum

Raudiya Nurfadilah | Beautynesia
Sabtu, 18 Dec 2021 13:30 WIB
Mengenal Eksibisionisme: Salah Satu Penyimpangan Seksual yang Suka Pamer Alat Vital di Tempat Umum
caption

Beauties, bagi kamu pecinta K-Drama pasti pernah menonton adegan di mana tokoh dalam cerita bertemu orang asing di suatu tempat dan cenderung dilakukan secara diam-diam, kemudian orang tersebut dengan mudahnya membuka pakaian dan memperlihatkan organ vitalnya kepada orang lain.

Atau kamu juga melihat dan mendengar berita mengenai pelaku yang senang memamerkan alat vitalnya di tempat umum lalu ditangkap oleh pihak berwajib seperti berita yang beberapa waktu lalu hangat dibicarakan.

Nah, Beauties, perilaku yang dilakukan seseorang dengan memperlihatkan alat vitalnya kepada orang lain disebut eksibisionisme yang menjadi salah satu gangguan seksual serta masuk ke dalam kategori parafilia.

Eksibisionisme termasuk dalam kategori parafilia
Eksibisionisme termasuk dalam kategori parafilia/ Foto: Pexels/ RODNAE Productions

Mengutip laman Psychology Today, parafilia mengacu pada pola gairah seksual atipikal yang persisten dan intens yang disertai dengan gangguan atau gangguan yang signifikan secara klinis. Pelaku eksibisionisme akan memperoleh kesenangan dan kepuasan setelah memperlihatkan alat kelaminnya di depan orang.

Gangguan eksibisionistik adalah suatu kondisi yang ditandai oleh dorongan, fantasi, atau tindakan mengekspos alat kelamin seseorang kepada orang yang tidak disetujui terutama orang asing.

Pelaku eksibisionisme akan merasa senang setelah melakukannya
Pelaku eksibisionisme akan merasa senang setelah melakukannya/ Foto: Pexels/ RODNAE Productions

Dilansir dari MSD Manual, perilaku pamer yang dilakukan pelaku kepada orang asing membuat mereka menjadi bersemangat secara seksual ketika melakukannya. Mereka seolah menyadari kebutuhannya untuk mengejutkan atau mengesankan orang yang tidak mau melihatnya.

Eksibisionisme biasanya dimulai pada masa remaja dan tak sedikit juga yang berstatus menikah tetapi pernikahnnya bermasalah. Kemudian korban yang dituju pun hampir selalu seorang perempuan atau anak-anak, tetapi mereka juga jarang dilaporkan melakukan pemerkosaan.

Gejala Eksibisionisme

Gejala eksibisionisme
Gejala eksibisionisme/ Foto: Pexels/ Anete Lusina

Diagnosis gangguan tersebut dapat dibuat jika kriteria berikut ini terpenuhi.

  • Dalam waktu enam bulan, pelaku memiliki dorongan seksual berulang dan melibatkan perilaku eksibisionisme.
  • Pelaku telah bertindak berdasarkan dorongan seksual dengan orang yang tidak setuju atau fantasi tersebut menyebabkan penderitaan yang nyata.

Penyebab Terjadinya Eksibisionisme

Eksibisionisme bisa disebabkan adanya pelecehan seksual dan emosional selama masa kanak-kanak, keasyikan seksual di masa kanak-kanak. Penyebab lainnya yakni adanya gangguan kepribadian antisosial, penyalahgunaan alkohol, dan adanya minat pada pedofilia.

Pengobatan

Pengobatan eksibisionisme
Pengobatan eksibisionisme/ Foto: Pexels/ RODNAE Production

Kebanyakan orang dengan gangguan eksibisionisme tidak mencari pengobatan sendiri dan tidak menerima pengobatan sampai mereka tertangkap serta diwajibkan oleh pihak berwenang.

Perawatan untuk eksibisionisme biasanya mencakup psikoterapi dan pengobatan oleh dokter, yang dapat membantu menghambat hormon seksual, mengobati depresi, dan gangguan mood lainnya seperti inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) yang bisa mengurangi hasrat seksual.

[Gambas:Youtube]

-----------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id