Mengenal Hantavirus: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Sabtu, 09 May 2026 12:30 WIB
Cara Menangani Hantavirus
Cara menangani hantavirus/Foto: Freepik

Belakangan ini, dunia kesehatan kembali dibuat waspada setelah muncul laporan kasus virus langka di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan beberapa korban meninggal dunia. Di tengah ramainya pembahasan itu, mengenal hantavirus jadi hal penting yang tidak boleh disepelekan, apalagi gejalanya sering terlihat seperti penyakit biasa di tahap awal. 

Dilansir dari CNN, kasus pertama diduga dialami seorang pria asal Belanda berusia 70 tahun yang tiba-tiba mengalami demam, sakit kepala, nyeri perut, dan diare ketika berada di kapal. Kondisinya memburuk dengan cepat hingga akhirnya meninggal dunia pada 11 April lalu.

Tidak hanya itu, laporan terbaru yang dikutip dari AFP juga menyebutkan bahwa dua pria berusia 65 dan 67 tahun di Singapura sempat diisolasi karena berada di kapal pesiar MV Hondius dan satu penerbangan yang sama dengan kasus hantavirus terkonfirmasi dari St Helena menuju Johannesburg.

Situasi ini tentu membuat banyak orang mulai penasaran sekaligus khawatir tentang penyakit yang satu ini. Apalagi, gejala hantavirus di tahap awal sering terlihat mirip penyakit biasa sehingga tidak sedikit orang yang terlambat menyadarinya.

Nah, supaya kamu tidak hanya ikut panik karena berita viralnya saja, yuk, pahami lebih jauh tentang penyebab hantavirus, gejala yang perlu diwaspadai, hingga cara menangani hantavirus dengan tepat, Beauties!

Penyebab Hantavirus

Penyebab hantavirus/Foto: Freepik

Dilansir dari Mayo Clinic, hantavirus merupakan penyakit langka yang ditemukan di wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan. Virus ini dibawa oleh beberapa jenis hewan pengerat dan biasanya menyebar melalui lingkungan yang terkontaminasi.

Supaya lebih mudah dipahami, berikut beberapa penyebab hantavirus yang perlu kamu waspadai:

  • Menghirup partikel virus dari urine, kotoran, atau sarang tikus yang terinfeksi, terutama saat membersihkan gudang atau ruangan tertutup lama.
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi air liur, urine, atau kotoran tikus pembawa virus.
  • Menyentuh benda yang terkena virus lalu memegang area mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Digigit atau dicakar tikus yang sudah terinfeksi hantavirus.
  • Kontak dengan jenis tikus pembawa virus seperti tikus rusa, tikus padi, tikus kapas, tikus kaki putih, hingga tikus vesper.

Meski terdengar menyeramkan, penularan antar manusia sebenarnya sangat jarang terjadi. Kasus penularan langsung hanya pernah tercatat pada jenis Andes virus yang ditemukan di Amerika Selatan.

Gejala Hantavirus

Gejala hantavirus/Foto: Freepik

Salah satu hal yang membuat hantavirus cukup berbahaya adalah gejalanya sering tampak ringan pada tahap awal. Banyak orang mengira kondisinya hanya flu biasa atau tubuh yang sedang kelelahan.

Dilansir dari Mayo Clinic, gejala hantavirus biasanya mulai muncul sekitar dua hingga tiga minggu setelah seseorang terinfeksi virus. Nah, berikut beberapa gejala hantavirus yang paling umum terjadi:

  • Demam dan menggigil yang muncul tiba-tiba.
  • Nyeri otot dan sakit kepala berkepanjangan.
  • Mual, sakit perut, muntah, hingga diare.
  • Batuk dan sesak napas ketika kondisi mulai memburuk.
  • Tekanan darah rendah dan detak jantung tidak teratur pada tahap serius.

Ketika penyakit berkembang, hantavirus dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru dan memicu penumpukan cairan. Kondisi ini membuat penderita kesulitan bernapas dan membutuhkan penanganan medis segera.

Karena itu, kalau kamu mengalami gejala-gejala tersebut setelah berada di lingkungan yang banyak tikus atau jarang dibersihkan, jangan menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan ya, Beauties!

Cara Menangani Hantavirus

Cara menangani hantavirus/Foto: Freepik

Dilansir dari US CDC (Centers for Disease Control and Prevention), sampai saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan infeksi hantavirus. Oleh karena itu, penanganan lebih difokuskan pada membantu kondisi tubuh pasien tetap stabil.

Biasanya pasien akan mendapatkan perawatan pendukung seperti istirahat cukup, cairan, serta penanganan untuk membantu mengurangi gejala yang muncul. Semakin cepat penderita mendapatkan bantuan medis, peluang pemulihannya juga bisa lebih baik.

Pada kasus hantavirus pulmonary syndrome atau HPS, pasien dapat mengalami gangguan pernapasan serius sehingga membutuhkan bantuan oksigen tambahan. Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin melakukan prosedur intubasi.

Intubasi merupakan prosedur pemasangan selang ke paru-paru melalui mulut agar pasien bisa mendapatkan oksigen dengan lebih maksimal. Penanganan ini dilakukan ketika paru-paru sudah kesulitan bekerja secara normal.

Selain menyerang paru-paru, beberapa jenis hantavirus juga dapat mengganggu fungsi ginjal. Jika kondisi ginjal memburuk, pasien mungkin memerlukan dialisis untuk membantu menyaring racun dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Cara menangani hantavirus memang tidak bisa dilakukan secara mandiri di rumah, terutama ketika gejalanya sudah berkembang berat. Oleh karena itu, penting untuk tidak menunda pemeriksaan jika kondisi tubuh terasa semakin memburuk.

Kasus hantavirus yang sedang ramai dibicarakan ini memang bikin banyak orang mulai lebih waspada terhadap penyakit dari hewan pengerat. Apalagi, gejalanya bisa berkembang cepat dan terlihat seperti penyakit biasa di tahap awal.

Jadi, Beauties, setelah mengenal hantavirus lebih jauh, apakah kamu sudah mulai lebih perhatian dengan kebersihan rumah, gudang, atau area yang jarang dibersihkan? Kadang, hal sederhana yang sering dianggap sepele justru bisa jadi langkah penting untuk melindungi kesehatan diri sendiri dan keluarga, lho. Tetap waspada dan jaga diri dengan baik, ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.