sign up SIGN UP

Mengenal Lebih Dalam 4 Tahapan Emosi Pasca Mengalami Trauma, Simak di Sini yuk!

Risma Oktaviani | Jumat, 24 Sep 2021 23:00 WIB
Mengenal Lebih Dalam 4 Tahapan Emosi Pasca Mengalami Trauma, Simak di Sini yuk!
caption

Post-traumatic stress disorder atau PTSD adalah suatu kondisi yang mengganggu kesehatan mental berupa serangkaian reaksi emosional yang terjadi pada orang yang pernah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis di masa lalu. Gangguan stres pasca-trauma ini menyebabkan serangan panik atau anxiety yang dipicu oleh pengalaman pahit yang mengancam hidup atau keselamatan mereka (atau orang lain di sekitar mereka).

Contohnya, seperti kecelakaan mobil atau kecelakaan serius lainnya, penyerangan fisik atau seksual, peristiwa atau penyiksaan terkait perang, atau bencana alam seperti kebakaran hutan atau banjir.

Jika kamu atau orang di sekitar kamu pernah atau sedang menderita PTSD, sangat penting untuk mengetahui bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi seseorang dan bagaimana hal itu dapat berkembang. Berikut adalah 4 tahapan emosi gangguan pasca-trauma pada masa pemulihan.

1. Impact Phase

gangguan kecemasan
anxiety / freepik.com / yanalya

Fase pertama ini biasanya terjadi segera setelah kamu mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis. Fase ini dapat berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, tetapi juga dapat bertahan lebih lama, tergantung pada tingkat keparahan peristiwa traumatis itu sendiri. Kamu mungkin akan merasa takut, sangat cemas dan waspada, tidak berdaya dan mungkin harus berjuang dengan rasa bersalah saat teringat peristiwa pahit tersebut.

2. Rescue Phase

mulai menerima
mulai menerima / freepik.com / jcomp

Pada fase menyelamatkan atau membebaskan diri ini, kamu mulai menerima apa yang telah terjadi, menerima peristiwa yang telah kamu alami. Namun, pada fase ini nggak berarti kamu sepenuhnya memproses trauma tersebut, kamu mungkin masih menghadapi kesulitan dan mengalami berbagai emosi yang sulit yang melibatkan mental dan fisik.

Efek tersebut antara lain seperti penolakan, keputusasaan, flashback, mimpi buruk, amarah, kesedihan, dan lain-lain. Kamu akan terus mengalami perasaan kuat dari ingatan tentang peristiwa traumatis, tetapi baik secara sadar atau tidak, kamu akan berusaha untuk menghindari emosi-emosi tersebut.

3. Intermediate / Short-term Recovery Phase

efek kelelahan fisik
insomnia / freepik.com / tirachardz

Selama fase pemulihan ini, kamu akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan “normal” atau menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasanya lagi. Pemulihan jangka pendek ini termasuk transisi ke tingkat penerimaan dan pemahaman baru tentang trauma dan bagaimana hal itu mempengaruhi kehidupan kamu.

Kemudian, penyembuhan mulai terjadi. Namun, efek yang dialami dalam rescue stage sering berlanjut selama periode ini, dan beberapa orang mungkin mengalami gejala fisik seperti kelelahan atau gangguan tidur, serta reaksi stres seperti lekas marah.

4. Long-term Recovery Phase

mendapatkan dukungan
mendapatkan dukungan / freepik.com / shurkin son

Sebagai seseorang yang pernah mengalami peristiwa atau kejadian traumatis, kamu akan terus menghadapi efek samping dari traumanya, seperti kecemasan dan mimpi buruk. Namun, dengan adanya coping mechanism dan pengobatan, gejala negatif tersebut dapat dikurangi dan akhirnya dapat diatasi sepenuhnya.

Dengan dukungan terus-menerus dari para profesional, keluarga, dan teman-teman, kamu sangat mungkin untuk dapat kembali menjalani kehidupan normal kamu dan menjadi seseorang yang siap untuk menghadapi masa depan.

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id