Mengenal Wasabi, Rempah Pedas Pelengkap Makanan Jepang

Natasha Riyandani | Beautynesia
Rabu, 28 Oct 2026 18:30 WIB
Cara Orang Jepang Menikmati Wasabi
Menikmati sushi bersama wasabi/ Foto: Magnific.com/stockking

Beauties yang gemar menyantap sushi atau sashimi, tentunya sudah tidak asing dengan wasabi, kan? Pasta berwarna hijau ini jadi salah satu kondimen pendamping yang tidak boleh dipisahkan dari hidangan khas Jepang tersebut.

Meskipun cita rasanya terkenal dengan sensasi pedas menyengat yang khas di lidah. Wasabi diperkaya berbagai senyawa alami yang berfungsi untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan.

Lantas, apa itu wasabi sebenarnya? Melansir dari Food Network, berikut rangkuman informasinya. Simak!

Apa Itu Wasabi?

Tanaman Wasabi/ Foto: Unsplash.com/Beth Macdonald

Tanaman wasabi berasal dari Jepang, yang sering disebut sebagai Japanese Horseradish. Dengan nama ilmiahnya Wasabia Japonica, masih satu keluarga dengan lobak dan kubis (Brassicaceae).

Rimpangnya dimanfaatkan dengan cara diparut menjadi pasta hijau yang digunakan sebagai bumbu penyedap atau pelengkap masakan Jepang. Rasa wasabi asli cenderung lebih lembut, tidak terlalu menyengat, dan sedikit manis, membuatnya digemari oleh banyak orang.

Sejarah Wasabi

Berbagai jenis wasabi/ Foto: MIURA, Yuji

Tanaman wasabi tumbuh dan dibudidayakan sekitar 400 tahun yang lalu di daerah Shizuoka, Jepang.

Meskipun terkesan sebagai kondimen pelengkap yang sederhana, wasabi sejak dahulu dikenal sebagai bahan makanan yang istimewa dan mahal. Salah satu alasannya karena rimpang wasabi segar yang cukup langka dan umur penyimpanannya yang tidak panjang.

Penggunaan wasabi sebagai kondimen dalam makanan, terutama sushi dan sashimi, sudah dikenal sejak era Edo atau sekitar akhir tahun 1800-an. Sebelumnya, rimpang wasabi hanya digunakan sebagai jamu atau obat herbal.

Kemudian, khasiatnya dikenal sebagai penangkal bakteri dalam ikan mentah untuk menjaga kesegaran, mencegah pertumbuhan bakteri, dan mengurangi bau amis. Dengan begitu, orang-orang bisa menikmati ikan mentah tanpa takut keracunan atau aroma yang menyengat.

Terbuat Dari Apa Wasabi Sebenarnya?

Budidaya Wasabi/ Foto: Wikimedia

Tanaman wasabi banyak ditemukan di wilayah dataran tinggi Jepang dengan iklim sejuk. Sayangnya, tidak dapat tumbuh di sembarang tempat karena membutuhkan lingkungan yang spesifik. Hal ini menyebabkan wasabi tergolong sulit untuk dibudidayakan secara luas.

Tanaman ini dapat dikenali melalui beberapa bagian utama, seperti bunga, buah, daun, dan rimpang. Batang rimpangnya adalah yang paling sering dimanfaatkan sebagai wasabi, yang diolah dengan cara diparut sampai memiliki tekstur seperti pasta.

Proses pembuatan wasabi umumnya dilakukan sesaat sebelum disajikan agar tetap fresh dan rasanya khasnya tidak memudar.

Seberapa Pedas Wasabi?

Rasa wasabi/ Foto: Magnific.com/azerbaijan-stockers

Wasabi memiliki rasa yang kompleks dengan sedikit rasa manis dan pedas. Namun, berbeda dengan rasa “pedas” pada cabai yang membakar lidah dan langit-langit mulut akibat senyawa capsaicin.

Sementara, rasa pedas wasabi berasal dari senyawa kimia alil isotiosianat, yang menusuk dan menguap ke saluran hidung dan tenggorokan. Sensasi pedasnya menguap dengan cepat setelah diparut, kehilangan sebagian khasiatnya dalam waktu 15-20 menit. Rasa pedasnya terkesan lebih unik.

Perbedaan Wasabi Asli vs Wasabi Tiruan

Perbedaan wasabi/ Foto: Unsplash.com/Beth Macdonald

Banyak orang mengira semua pasta hijau adalah wasabi asli. Padahal, sebagian besar “wasabi” yang disajikan di restoran dan dijual di pasaran di luar Jepang merupakan produk imitasi atau tiruan.

Perbedaan wasabi asli (hon-wasabi) terlihat dari warna hijau muda yang alami, dengan cita rasanya yang sedikit manis, pedas lembut, dan segar. Rasa pedasnya terasa singkat di hidung, namun tidak membakar lidah. Teksturnya sendiri agak berserat karena baru diparut.

Sementara itu, wasabi tiruan biasanya dibuat dari campuran lobak, bubuk mustard, tepung maizena, pewarna makanan hijau, serta perasa, yang membuat rasanya cenderung lebih tajam, menyengat, dan menusuk hingga ke hidung. Teksturnya terkenal halus, kental, dan telah berbentuk pasta jadi.

Wasabi asli membutuhkan kondisi aliran sungai pegunungan yang sejuk dan sangat spesifik, serta waktu sekitar dua tahun untuk matang. Budidayanya yang tergolong sulit membuat harga wasabi asli relatif lebih mahal daripada yang imitasi.

Cara Orang Jepang Menikmati Wasabi

Menikmati sushi bersama wasabi/ Foto: Magnific.com/stockking

Popularitas wasabi terus meningkat seiring berkembangnya kuliner Jepang di dunia. Beragam makanan modern memanfaatkan wasabi sebagai bumbu, saus, hingga camilan.

Secara tradisional, wasabi segar diolah dengan cara diparut menggunakan parutan kulit hiu halus (oroshigane) sampai teksturnya berbentuk seperti pasta. Kemudian, disajikan segera bersama sushi atau sashimi.

Tak hanya itu, wasabi juga kerap digunakan untuk makanan khas Jepang lainnya, misalnya, sebagai bumbu untuk mi dingin (soba dan udon), dicampur ke dalam kecap asin sebagai saus cocolan, olesan daging sapi, bumbu marinasi, hingga dressing salad.

Daun bunga tanaman ini juga bisa dimakan, baik dikonsumsi secara mentah, diasamkan, atau digoreng sebagai tempura yang renyah.

Manfaat Wasabi untuk Kesehatan

Wasabi/ Foto: Magnific.com/azerbaijan-stockers

Selain dinikmati sebagai pelengkap makanan, wasabi juga mengandung berbagai senyawa alami, seperti antimikroba dan antioksidan. Beberapa manfaat mengonsumsi wasabi bagi kesehatan, sebagai berikut:

1. Sebagai Anti-bakteri

Wasabi mengandung senyawa alil isotiosianat (allyl isothiocyanate), yang tidak hanya dapat membunuh bakteri dan patogen pada ikan mentah, tetapi juga membantu mencegah keracunan makanan dan melawan kuman seperti E. coli, S. aureus, serta H. pylori.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Kandungan zat yang bersifat antihypercholesterolemic di dalam wasabi juga dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke.

3. Meredakan Peradangan

Kandungan senyawa bioaktif bernama isotiosianat, memiliki sifat antiradang dan antioksidan yang kuat. Senyawa ini berkerja dengan cara menekan enzim pemicu peradangan di dalam tubuh, serta membantu meredakan rasa nyeri dan pembengkakan.

4. Mencegah Perkembangan Sel Kanker

Senyawa 6-Methylsulfinyl hexyl isothiocyanate (6-MITC) memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker yang kuat. Senyawa ini mampu mencegah pertumbuhan sel kanker dan menghancurkannya tanpa merusak sel tubuh yang sehat di sekitarnya.

Berdasarkan studi laboratorium, senyawa aktif ini dapat membantu menghambat pertumbuhan dan mencegah penyebaran beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, kanker payudara, kanker kulit, dan kanker pankreas.

5. Mengontrol Berat Badan

Wasabi mengandung senyawa aktif tertentu, seperti 5-Hydroxyferulic acid, yang dapat membantu menghambat pembentukan dan pertumbuhan sel lemak di dalam tubuh sehingga proses pembakaran kalori menjadi lebih efisien.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE