Menulis untuk Diri Sendiri, Ini 4 Alasan Journaling Terasa Melegakan Secara Emosional
Pernah merasa lebih lega setelah menuliskan isi pikiran atau perasaan di buku catatan? Belakangan ini, journaling semakin populer sebagai salah satu bentuk self-care yang membantu seseorang mengenali dan mengekspresikan emosinya. Tidak sedikit orang juga menjadikan journaling sebagai ruang aman untuk menuangkan hal-hal yang sulit diungkapkan secara langsung.
Menariknya, journaling ternyata bukan hanya soal menulis, tetapi juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan emosional dan mental. Yuk, simak alasannya, Beauties!
1. Journaling membantu menuangkan emosi yang sulit diungkapkan
Journaling sebagai ruang untuk mengekspresikan emosi/Foto: pexels.com/Mikhail Nilov
Terkadang, tidak semua perasaan mudah disampaikan kepada orang lain. Oleh karena itu, journaling bisa menjadi ruang pribadi untuk menuangkan berbagai emosi seperti marah, sedih, kecewa, atau cemas tanpa takut dihakimi.
Saat pikiran terasa penuh, menuliskannya di jurnal bisa membantu seseorang melihat masalah dengan lebih jelas. Journaling juga membuat isi kepala yang sebelumnya terasa berantakan menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami.
Dilansir dari Mindful Ambition, journaling membantu meningkatkan mindfulness karena seseorang menjadi lebih sadar terhadap pikiran dan emosi yang sedang dirasakan.
2. Journaling membantu proses refleksi diri
Journaling sebagai refleksi diri/Foto: pexels.com/Arina Krasnikova
Selain membantu mengekspresikan emosi, journaling juga membuat seseorang lebih mengenal dirinya sendiri. Dengan menulis secara rutin, seseorang bisa melihat pola pikiran, kebiasaan, hingga hal-hal yang memengaruhi emosinya. Journaling dapat membantu proses self-reflection dan meningkatkan kesadaran diri atas pengalaman yang kita alami sehari-hari.
3. Journaling memiliki efek menenangkan secara emosional
Journaling mampu mengurangi stres/Foto: pexels.com/LetÃcia Alvares
Dalam jurnal yang berjudul Efficacy Journaling in the Management of Mental Illness: A Systematic Review and Meta-analysis yang ditulis oleh Monika Sohal, Pavneet Singh, Bhupinder Singh Dhillon, dan Harbir Singh Gill yang dipublikasikan melalui Jurnal Family Medicine and Community Health, expressive writing atau menulis tentang pengalaman emosional dapat membantu mengurangi stres dan membuat seseorang merasa lebih lega. Aktivitas ini membantu seseorang memproses emosi yang sebelumnya dipendam sendiri.
Expressive writing disebut memiliki manfaat terhadap kesehatan emosional dan psychological well-being seseorang.
4. Tidak ada aturan tentang bagaimana 'journaling' yang benarÂ
Tidak ada aturan dalam journaling/Foto: pexels.com/Betül Nur Akyürek
Ada kebebasan tersendiri saat mengetahui bahwa tidak ada pertanyaan tentang bagaimana dan apa yang harus kita tuangkan di atas kertas saat menuliskan yang kita rasakan. Beberapa orang menulis setiap hari, di satu sisi ada yang hanya menuliskan beberapa kalimat saat sedang merasa emosional.
Oleh karena itu, journaling bisa menjadi ruang personal yang fleksibel dan nyaman bagi setiap orang. Proses menulis itu sendiri juga membantu seseorang merasa lebih lega dan memahami dirinya sendiri.
Jadi, nggak heran kalau banyak orang mulai menjadikan journaling sebagai bagian dari self-care untuk menjaga kesehatan emosional mereka. Jadi bagaimana Beauties, apa journaling sudah menjadi salah satu bentuk 'self-care'mu?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!