Menurut Pakar, 6 Peralatan Dapur yang Menyimpan Lebih Banyak Kuman

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Minggu, 02 Aug 2026 09:00 WIB
1. Spons Cuci Piring
Peralatan dapur yang dinilai lebih kotor/Foto: Magnific.com/Mateus Andre

Beauties, tahu nggak kalau ternyata ada beberapa peralatan dapur yang tidak sehigienis dugaan kita? Padahal keberadaannya sangat terpampang jelas.

Beberapa benda paling kotor di dapur justru bukanlah benda-benda yang tampak jelas kotornya. Kuman tidak hanya hidup di tempat yang kita duga. Kuman berkembang biak di tempat yang lembap, menempel pada benda-benda yang terus-menerus kita sentuh, serta tertinggal pada peralatan yang dianggap sudah cukup bersih.

Berikut ini enam peralatan dapur yang dinilai bisa menyimpan lebih banyak kuman menurut pakar melansir EatingWell dan Good Housekeeping. Simak!

1. Spons Cuci Piring

Peralatan dapur yang dinilai lebih kotor/Foto: Magnific.com/Mateus Andre

Sekilas memang terlihat bersih, namun spons diam-diam dapat menjadi sarang bakteri jika tidak dibersihkan atau diganti secara berkala.

“Spons merupakan salah satu benda yang paling berisiko menjadi tempat penumpukan mikroba, karena strukturnya yang berpori memerangkap kelembapan, sisa makanan, dan bakteri,” jelas Zachary Cartwright, Ph.D., ilmuwan pangan di Aqualab by Addium. Meskipun telah disanitasi, spons cepat rusak dan kehilangan efektivitasnya.

Kapan idealnya mengganti spons? Cartwright menyarankan setiap beberapa minggu sekali. Selain itu, mempertimbangkan apakah spons sudah menimbulkan bau tidak sedap, sobekan, atau perubahan warna yang mencolok.

2. Kain Lap atau Serbet

Peralatan dapur yang dinilai lebih kotor/Foto: Magnific.com/Zinkevych

Apa saja fungsi kain lap di dapur, Beauties? Kain lap sering digunakan untuk berbagai keperluan sekaligus seperti mengeringkan tangan, mengelap meja dapur, hingga memegang panci panas.

Sama halnya dengan spons, kain lap dapur juga bisa menjadi sarang bakteri. Kain ini cepat menyerap kelembapan dan bakteri. Jika tidak sering dicuci, kain lap dapat diam-diam menyebarkan kuman dari satu permukaan ke permukaan lainnya.

“Membiarkan kain lap benar-benar kering antara waktu pemakaian akan sangat membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan memperlambat munculnya bau tidak sedap,” jelas Noah Pinsonnault, analis ulasan Good Housekeeping di Home Care & Cleaning Lab.

Jika hanya digunakan untuk mengeringkan peralatan makan dan/atau tangan yang baru dicuci, serbet bisa dipakai selama beberapa hari. Namun, jika untuk membersihkan permukaan kotor, harus dibilas, diperas, dan dicuci setiap kali selesai digunakan.

3. Talenan

Peralatan dapur yang dinilai lebih kotor/Foto: Magnific.com/Stockking

Sebagian orang sering menggunakan satu talenan untuk mengiris berbagai jenis makanan di dapur, mulai dari daging mentah, bahan makanan segar, hingga produk kemasan. Padahal itu tidak dianjurkan karena dapat menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi kontaminasi silang.

“Makanan mentah dan siap santap sebaiknya menggunakan talenan yang berbeda untuk mencegah kontaminasi silang,” ujar ahli gizi kuliner, Helen Ohw Kim, RD., CDN., M.P.H.

Talenan yang berbahan plastik sebaiknya diganti setiap beberapa bulan sekali. Sementara talenan kayu dapat diganti satu hingga dua kali setahun atau lebih lama lagi berkat ketahanan alaminya terhadap bakteri.

4. Wadah Bumbu

Peralatan dapur yang dinilai lebih kotor/Foto: Magnific.com/Freepik

Saat menyiapkan makanan, seberapa sering Beauties mencuci tangan sebelum mengambil atau membuka wadah bumbu? Kemungkinan besar tidak sering, menurut perkiraan Carla Schwan, Ph.D., seorang spesialis keamanan pangan sekaligus asisten profesor di College Family and Consumer Sciences, University of Georgia.

“Banyak orang memegang wadah bumbu saat sedang menyiapkan daging mentah atau unggas, sehingga memindahkan bakteri dari tangan ke bagian tutup atau lubang tabur wadah tersebut,” ujarnya.

Pinsonnault pun sepakat dengan ini. “Bakteri sangat mudah berpindah dari tangan ke wadah bumbu seperti garam atau merica, terutama jika tangan dalam keadaan basah atau berminyak.”

Rutin membersihkan wadah bumbu menggunakan air panas yang telah dicampuri sabun atau tisu disinfektan sangat diperlukan.

5. Air Fryer

Peralatan dapur yang dinilai lebih kotor/Foto: Magnific.com/Freepik

Meski alat ini mudah digunakan, bukan berarti mudah pula untuk dibersihkan. Menurut Ellen Shumaker, Ph.D., air fryer sering kali memiliki banyak komponen yang semuanya harus dibersihkan setiap kali selesai digunakan guna mencegah kontaminasi silang.

“Untuk membersihkan air fryer, rendam wadah dan keranjangnya dalam air panas yang dicampur sabun cuci piring selama beberapa waktu. Lalu gosok sisa-sisa makanan yang menempel. Lap bagian luar dan dalam dasar keranjang menggunakan kain lembut atau spons yang lembap,” pungkasnya.

Perlu dicatat, hindari penggunaan alat pembersih yang sangat kasar, seperti steel wool karena dapat merusak lapisan pada elemen pemanas air fryer.

6. Gagang Kulkas

Peralatan dapur yang dinilai lebih kotor/Foto: Magnific.com/Freepik

Segelintir orang jarang memperhatikan kebersihan gagang pintu kulkas. Padahal, gagang kulkas sering disentuh berulang kali dengan tangan yang kotor. Tanpa disadari ini menjadikannya sebagai titik penyebaran kuman, bahkan di dapur yang sebenarnya sudah dibersihkan dengan baik.

Itulah setidaknya enam peralatan dapur yang tanpa kita sadari dapat menjadi tempat bertumbuhnya mikroba jika tidak rutin dibersihkan dan dirawat dengan baik.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE