Menurut Para Ahli, 5 Kebiasaan yang Sering Dianggap Sehat Ini Diam-Diam Dapat Merusak Ginjal

Ade Irma Suryani | Beautynesia
Rabu, 17 Jun 2026 07:15 WIB
3. Mengonsumsi Protein Secara Berlebihan
Ilustrasi memegang minuman protein/Foto: Freepik.com/freepik

Kita semua tentu mengetahui, bahwa ginjal merupakan organ tubuh yang sangat berperan penting untuk kelangsungan hidup. Selain menyaring darah dan membuang zat sisa dari tubuh, ginjal juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan mineral, serta memproduksi hormon penting yang mendukung berbagai fungsi tubuh. 

Sering kali kita mengetahui, bahwa kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat bisa membahayakan ginjal. Namun, para dokter juga mengingatkan, bahwa beberapa kebiasaan yang sering dianggap sehat juga dapat membebani dan merusak ginjal secara perlahan tanpa disadari. 

Melansir dari Bestlife, berikut beberapa kebiasaan yang sering dianggap sehat namun diam-diam dapat merusak ginjal. Simak informasi selengkapnya di bawah ini!

1. Terlalu Banyak Minum Air

Ilustrasi minum air putih/Foto: Freepik.com/KamranAydinov

Jika kamu minum air dengan jumlah yang sangat banyak dalam waktu singkat, maka hal ini bisa menyebabkan kelebihan hidrasi. Menurut Calm.com, ginjal berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, seperti natrium, dalam tubuh. Namun, ginjal hanya mampu memproses sekitar 0,8-1 liter air per jam. Jika kamu minum lebih cepat dari kemampuan ginjal untuk menyaringnya, kadar elektrolit dalam darah dapat menjadi terlalu encer. 

Kondisi tersebut dapat menurunkan kadar natrium dalam tubuh. Padahal, natrium berperan penting dalam mengatur keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel. Ketika kadar natrium terlalu rendah, sel-sel tubuh dapat membengkak, termasuk sel-sel otak. Hal ini dapat memicu berbagai gejala yang serius.

Oleh sebab itu, dokter spesialis urologi, David Shusterman, MD menyarankan untuk minum saat merasa haus. Ia juga menjelaskan bahwa urine yang berwarna kuning pucat umumnya menjadi tanda bahwa tubuh terhidrasi dengan baik.

2. Mengonsumsi Suplemen Tertentu

Ilustrasi mengonsumsi suplemen/Foto: Freepik.com/jcomp

Para dokter mengingatkan bahwa beberapa suplemen, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dapat membahayakan kesehatan ginjal. Kunyit, vitamin C dosis tinggi, dan kalsium dosis tinggi dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Sementara itu, vitamin D dapat menimbulkan masalah bagi penderita penyakit ginjal kronis. 

Suplemen tidak selalu berbahaya dan tetap dapat memberikan manfaat jika digunakan dengan tepat. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui manfaat, efek samping, dan kemungkinan interaksi dengan obat yang sedang kamu konsumsi.  

3. Mengonsumsi Protein Secara Berlebihan

Ilustrasi memegang minuman protein/Foto: Freepik.com/freepik

Mengonsumsi protein secara berlebihan dapat berpotensi membahayakan ginjal. Hal ini sering terjadi pada orang yang mengandalkan minuman atau suplemen protein dalam jumlah besar sebagai bagian dari program kebugaran mereka.

Shusterman menjelaskan, bahwa mengonsumsi protein hingga dua atau tiga kali lebih banyak dari kebutuhan harian tidak akan membuat otot bertambah lebih cepat. Tetapi akan membuat ginjal bekerja lebih keras.

Sementara itu, dokter spesialis ginjal Tim Pflederer, MD, yang juga menjabat sebagai Chief Medical Officer di Evergreen Nephrology menambahkan, bahwa protein yang berasal dari daging hewan dapat memberikan beban yang lebih besar pada ginjal, terutama bagi penderita penyakit ginjal kronis. 

Protein yang merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh memang tidak perlu dihindari sepenuhnya. Namun, Pflederer menyarankan untuk lebih banyak memilih sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan, kedelai, biji-bijian, quinoa, dan lentil. 

Shusterman juga menyarankan untuk menjaga asupan protein dalam batas yang wajar, yaitu sekitar 0,8-1 gram protein per kilogram berat badan per hari, kecuali jika dokter memberikan rekomendasi yang berbeda.

4. Minum Teh Detoks

Ilustrasi memegang minuman teh/Foto: Freepik.com/jcomp

Teh detoks sering diklaim dapat membersihkan tubuh dari racun dan limbah berlebih, serta membantu menurunkan berat badan. Namun, hanya sedikit bukti ilmiah yang mendukung manfaat tersebut. Bahkan, menurut Shusterman, produk tersebut berpotensi membahayakan kesehatan ginjal.

Penyebabnya adalah karena banyak teh detoks mengandung diuretik, yaitu zat yang meningkatkan produksi urine. Efek ini dapat menyebabkan penurunan berat badan sementara akibat berkurangnya cairan tubuh, bukan karena hilangnya lemak. Jika berlebihan, kondisi tersebut dapat memicu dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit yang membebani kerja ginjal. 

Selain itu, teh detoks umumnya mengandung berbagai bahan herbal yang tidak diatur secara ketat, seperti akar licorice, St. John's wort, dan daun senna. Beberapa bahan ini diketahui dapat menyebabkan efek merugikan bagi kesehatan ginjal. 

Menurut Shusterman, sistem detoksifikasi terbaik sebenarnya sudah dimiliki tubuh, yaitu ginjal. Untuk menjaga fungsinya tetap optimal, fokuslah pada pola makan yang kaya makanan utuh dan serat, dan pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi. 

5. Mengonsumsi Obat NSAID Secara Berlebihan

Kebiasaan

Ilustrasi ginjal/Foto: Freepik.com/jcomp

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin), dan naproxen (Aleve) merupakan obat yang umum digunakan untuk meredakan nyeri, mengurangi peradangan, dan menurunkan demam. 

Karena mudah diperoleh tanpa resep dan tanpa ketergantungan seperti opioid, maka banyak orang menggunakannya tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang. Padahal, menurut Shusterman, penggunaan NSAID secara berlebihan dapat memberi tekanan besar pada ginjal. 

Sebaiknya, gunakan obat pereda nyeri hanya saat benar-benar dibutuhkan. Untuk mengatasi nyeri otot ringan sehari-hari, Shusterman menyarankan agar melakukan pendekatan yang lebih aman, seperti peregangan, istirahat yang cukup, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi. 

Itulah Beauties, beberapa kebiasaan yang sering dianggap sehat, namun diam-diam dapat membahayakan ginjal. Untuk menjaga ginjal tetap sehat, hindarilah produk tembakau, jaga berat badan ideal, rutin berolahraga, batasi asupan garam, dan kontrol tekanan darah secara teratur. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE