Merasa Kenyang Tapi Masih Ingin Makan? Ketahui 3 Perbedaan Emotional Eating vs Lapar Asli

Adinda Dhini Firlianti | Beautynesia
Kamis, 20 Aug 2026 21:00 WIB
Merasa Kenyang Tapi Masih Ingin Makan? Ketahui 3 Perbedaan Emotional Eating vs Lapar Asli
Merasa Kenyang Tapi Masih Ingin Makan? Ketahui 3 Perbedaan Emotional Eating vs Lapar Asli!/Foto: Magnific/wayhomestudio

Beauties, pernahkah kamu merasa kenyang setelah menghabiskan seporsi makanan, namun tiba-tiba merasa memiliki memiliki lambung kedua yang perlu diisi dengan dessert?

Fenomena ini bukan karena kamu rakus, melainkan dikenal sebagai emotional eating atau yang lebih populer disebut sebagai lapar emosional atau lapar mata. Kondisi ini sangat berbeda dengan lapar asli yang merupakan kebutuhan biologis tubuh.

Melansir Envigore, stres dan suasana hati yang buruk dapat mengganggu sinyal lapar normal tubuh, karena itulah kita sering ngemil secara tidak perlu tanpa menyadarinya.

Memahami perbedaan antara lapar mata dan lapar fisik sangat penting, lho untuk menjaga pola  makan  yang sehat sekaligus terhindari dari overeating yang bisa membuat timbangan naik. Berikut 3 perbedaan antara keduanya, Beauties!

1. Lapar Asli Itu Bertahap, Emotional Eating Muncul Tiba-Tiba

Lapar Asli Itu Bertahap, Emotional Eating Muncul Tiba-Tiba/Foto: Magnific/studioredcup

Perbedaan paling mencolok yang bisa kamu rasakan langsung adalah waktu kedatangannya. Lapar fisik datang secara bertahap, biasanya dimulai dari perut yang dirasa mulai kosong setelah jam makan terakhir, lalu perlahan beralih menjadi bunyi keroncongan kecil.

Sementara lapar mata datangnya tiba-tiba dan mendadak. Melansir dari Shore Physucuan Group, dorongan emotional eating muncul karena keinginan atau situasi tertentu, misalnya setelah kamu melihat konten mukbang di TikTok.

2. Fleksibilitas Menu: Nasi Sayur vs Makanan Spesifik

Fleksibilitas Menu: Nasi Sayur vs Makanan Spesifik/Foto: Magnific/lookstudio

Saat lapar melanda, apa makanan pertama yang melintas di pikiranmu, Beauties? Jika lapar fisik kamu bakal cenderung fleksibel makan apa saja yang ada di meja makan karena fokus utamanya adalag mengisi perut.

Lain halnya dengan emotional eating. Melansir Envigore, saat lapar emosional melanda kamu akan memilih makanan yang menenangkan dan spesifik. Kamu tidak ingin sekedar makan nasi, tapi kamu juga ingin boba milk tea, cokelat, atau bahkan martabak manis.

3. Efek Setelah Makan: Merasa Puas vs Rasa Bersalah

Efek Setelah Makan: Merasa Puas vs Rasa Bersalah/Foto: Magnific/para_pemegang_saham_zerbaijan

Pernahkah kamu makan sesuatu lalu menyesal, Beauties? Nah rasa tersebut merupakan efek dari lapar mata karena hanya ingin memuaskan lidah. Akibatnya kamu sering mengabaikan sinyal kenyang hingga akhirnya terasa begah dan menyisakan rasa bersalah.

Namun, makan untuk memenuhi lapar fisik akan membuatmu merasa puas, tenang, dan berenergi kembali. Begitu makanan masuk dan lambung terisi penuh, tubuh secara otomatis akan memberi sinyal ke otak untuk menyuruhmu berhenti makan.

Jika kamu sering terjebak dalam fenomena ini, cobalah trik jeda 10 menit. Alihkan perhatianmu selama 10 menit dengan aktivitas lain saat tiba-tiba ingin makan sesuatu. Jika keinginan itu hilang, artinya kamu hanya sedang lapar mata.

Kalau kamu lebih sering lapar fisik atau lapar mata, Beauties?

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE