Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Makan Ikan Turunkan Risiko Asma?
Asma merupakan penyakit gangguan pernafasan yang menuntut penderitanya untuk terus-menerus mengonsumsi obat, terutama inhaler. Cara lain yang bisa dilakukan adalah terapi hingga obat-obatan herbal yang juga harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurut hasil penelitian terbaru, rutin makan ikan bisa menurunkan risiko asma. Benarkah? Yuk, cari tahu jawabannya di sini.
Apa Itu Asma?
Foto: IstimewaAsma adalah penyakit gangguan pernapasan yang disebabkan oleh adanya penyempitan saluran pernapasan. Hal ini menyebabkan aliran oksigen dari paru-paru ke rongga dada menjadi terhambat. Biasanya yang menjadi pemicu asma adalah alergi, asap rokok, kabut, stres, obat-obatan tertentu, alergi makanan hingga infeksi saluran pernapasan.
Selama ini penanganan Asma bisa dilakukan dengan pemberian inhaler. Jadi, nggak heran jika penderita asma sangat ketergantungan dengan inhaler yang dimilikinya. Cara lain yang bisa dilakukan adalah sangat berhati-hati dengan pemicu yang bisa membuat asma kambuh.
Penelitian dari James Cook University di Australia
Foto: IstimewaProfessor Andreas Lopata dari Tropical Health and Medicine, James Cook University Australia melakukan penelitian terhadap 642 orang yang bekerja di perusahaan pengolahan ikan di desa nelayan di Afrika Selatan.
Desa nelayan ini dipilih karena masyarakatnya memiliki tingkat konsumsi ikan yang tinggi dan status sosial ekonomi yang rendah. Sehingga, konsumsi minyak ikan akan lebih tinggi dibandingkan suplemen yang lainnya.
Foto: IstimewaProfessor Lopata menemukan bahwa kandungan n-3 PUFA Polyunsaturated Fatty Acid yang terdapat pada minyak ikan bisa menurunkan risiko asma hingga 62%. Di sisi lain, seseorang dengan konsumsi n-6 PUFA yang terdapat pada minyak sayur meningkatkan risiko asma hingga 67%.
Dalam penelitian tersebut, Professor Lopata menemukan bukti jika n-6 memicu radang pada saluran pernafasan yang menyebabkan asma. Sedangkan n-3 pada ikan memberikan perlindungan pada saluran pernafasan.
Biarpun beberapa populasi ikan terkontaminasi dengan merkuri, tapi manfaat kebaikan dari ikan dan seafood lebih mendominasi untuk menyehatkan tubuh. Terutama bagi seseorang yang berpotensi mengalami asma.
Penelitian dari John Hopkins University
Foto: Istimewa
Dr. Emily Brigham, seorang pulmonologist atau ahli paru di John Hopkins University mengatakan jika penyebab utama asma adalah adanya peradangan saluran pernafasan. Omega 3 yang terkandung pada ikan seperti salmon dan sardines membantu menurunkan risiko terbentuknya peradangan tersebut.
Penelitian dilakukan pada 135 anak dengan asma di Baltimore. Mereka diminta untuk melakukan diet makanan yang kaya omega 3 serta hanya melakukan aktivitas di rumah untuk menghadapi allergen seperti debu dan asap rokok.
Foto: IstimewaDalam penelitian ini, anak yang mengonsumsi banyak omega 3 dari ikan atau minyak ikan lebih tahan saat terpapar oleh indoor allergen. Berbeda dengan anak yang mengkonsumsi banyak omega 6 yang berasal dari minyak sayur, penyakit asma lebih mudah kambuh.
Berdasarkan kedua penelitian di atas, cukup membuktikan jika rutin mengkonsumsi ikan benar-benar bisa menurunkan risiko terkena asma. Bagikan informasi ini pada teman dan keluarga, yuk!