Perbedaan Air Lemon dan Air Cuka Apel untuk Diet, Mana yang Terbaik?
Bicara soal manfaat air lemon dan air cuka apel pasti tidak jauh-jauh dari diet. Keduanya sering masuk dalam daftar menu diet populer untuk menurunkan berat badan.Â
Air lemon hanyalah campuran air dengan perasan lemon. Minuman ini bisa dikonsumsi panas maupun dingin dengan takaran umum 250 ml untuk setengah buah lemon.
Sementara air cuka apel adalah campuran air dengan cuka apel. Cuka apel atau sering disebut apple cider vinegar adalah cairan hasil fermentasi dari sari apel. Prosesnya dimulai ketika ragi mengubah gula alami dalam jus apel menjadi alkohol, lalu bakteri mengubah alkohol tersebut menjadi asam asetat.
Lantaran hasil akhirnya berupa cairan asam, cuka sari apel tidak boleh dikonsumsi langsung tanpa pengenceran demi melindungi enamel gigi. Ia perlu diencerkan terlebih dahulu dengan air, teh, atau lainnya.
"Ada banyak cara untuk menambah cuka apel ke dalam dietmu. Encerkan dalam air atau teh, kocok ke dalam saus salad atau bumbu perendam," kata ahli gizi Antoinette Elmateet, RDN, mengutip Eating Well.
Setelah tahu apa itu air lemon dan air cuka apel, nutrisi apa saja yang ada di dalamnya? Kalau ditanya tentang khasiatnya terhadap diet, lebih baik air lemon atau air cuka apel?
Nutrisi dalam Air Lemon
Ilustrasi air lemon/Foto: Freepik.com/KamranAydinov
Menurut database United States Department for Agriculture, segelas air lemon dengan 48 gram buah lemon (diperas dari satu buah lemon utuh) mengandung sekitar 18,6 mg vitamin C (21 persen dari total kebutuhan vitamin C harian tubuh). Selain itu, juga mengandung 9,6 mcg folate, 49,4 mg kalium, dan vitamin B.
Meski dalam satu gelas tidak menyediakan banyak nutrisi, air lemon tetap minuman yang menyehatkan. Ia rendah kalori, rendah gula, dan dapat meningkatkan asupan vitamin C.
"Air lemon segar mengandung semua nilai gizi dalam buah lemon, termasuk vitamin C, sitrat yang tinggi, dan sifat antioksidannya," kata Dr. Heather Viola, DO, asisten profesor penyakit dalam umum di Mount Sinai, mengutip Vogue.
Sementara itu, ahli diet Kylie Bensley, MS, RD., mengatakan bahwa polifenol dalam lemon dapat menekan obesitas yang disebabkan oleh pola makan.
"Jadi, meskipun sifat kimia dalam air lemon tidak membantu menurunkan berat badan, polifenol dalam air lemon dapat menekan risiko obesitas," ujar Bensley.
Nutrisi dalam Air Cuka Apel
Ilustrasi air cuka apel/Foto: Freepik.com/Jcomp
Sama dengan air lemon, air cuka apel juga rendah kalori. Selain itu, merujuk American Heart Association, cuka sari apel sebagian besarnya terdiri dari air, yakni hampir 94 persen dan mengandung sedikit zat besi, kalsium, magnesium, seng, natrium, gula, dan sedikit kalium.
Terkait kadar asam asetatnya, Healthline mencatat ada sekitar 5 persen. Asam asetat adalah kandungan utama dalam cuka apel, yang memberikan aroma dan rasa asam yang kuat.
Mana yang Lebih Baik untuk Diet, Air Lemon atau Air Cuka Apel?
Ilustrasi air lemon dan air cuka apel/Foto: Freepik.com/azerbaijan_stockers/stockking
Keduanya sama-sama baik bagi kesehatan dan bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Pilihan terbaiknya bergantung pada kondisi kesehatan dan preferensi.
Manfaat air lemon pada dasarnya adalah membantu menghidrasi tubuh. Minuman ini bisa jadi solusi untuk orang-orang yang cenderung enggan mengonsumsi air putih biasa. Terkait klaim air lemon dapat membakar lemak atau menekan nafsu makan belum memiliki dukungan ilmiah yang kuat.
Lalu, bagaimana dengan air cuka apel? Menurut Elmateet, "Apple cider vinegar (ACV) dapat membantu sebagai pelengkap rutinitas kesehatan, tetapi bukan obat mujarab untuk mengatasi obesitas."
Klaim air cuka apel dapat menurunkan berat badan tidak didukung dengan baik. Hanya beberapa penelitian kecil yang mengonfirmasi manfaat itu.
Merujuk Health, sebuah penelitian kecil pada tahun 2018 terhadap 39 orang menguji efek air cuka apel pada individu pengidap obesitas. Mereka yang mengonsumsi 30 ml ACV setiap hari dan makanan dengan kalori terbatas (RCD) selama 12 minggu kehilangan lebih banyak lemak tubuh dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi RCD.
Efek ini diduga berasal dari asam asetat yang memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan rasa kenyang. Namun, penelitian ini tidak memperhitungkan faktor penurunan berat badan lainnya, seperti olahraga.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!