sign up SIGN UP

Perubahan Iklim dan Bumi Terancam 'Kiamat', Bagaimana Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental?

Martatillah Nikita Karin | Beautynesia
Minggu, 08 May 2022 16:00 WIB
Perubahan Iklim dan Bumi Terancam 'Kiamat', Bagaimana Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental?
caption
Jakarta -

Beberapa waktu ini, publik digegerkan dengan adanya cuitan di Twitter yang memberitakan tentang demo para ilmuwan, salah satunya yaitu Peter Kalmus, seorang ilmuwan NASA. Melansir dari detikInet, Peter Kalmus menyampaikan dengan uraian air mata bahwa usia bumi sudah berada diambang kehancuran.

Netizen akhirnya berbondong-bondong berusaha mencari cara untuk mengurangi dampak pemanasan global, salah satunya yang sempat ramai yaitu dengan menghapus email. Entah benar atau tidak, namun hal tersebut mendapat respon ramai dari netizen yang mendukung cara tersebut.

Perubahan iklim yang terjadi sangat mengganggu kondisi mental seseorang
Ilustrasi Perubahan Iklim/foto: pexels.com/pixabay

Selain kondisi alam, dampak lain soal perubahan iklim adalah kesehatan mental, terutama pada perempuan. Munculnya berita yang simpang siur tidak jarang memberikan efek panik dan kecemasan yang akan berpengaruh dalam keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Perasaan takut dan kecemasan yang menyertai muncul karena membayangkan adanya kejadian buruk yang harus dialami jika terjadi bencana.

Berikut ini beberapa akibat adanya perubahan iklim yang menyebabkan terjadinya bencana alam dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental. Yuk, simak!

Munculnya Trauma

Munculnya PTSD seringkali menyertai orang-orang yang terkena bencana alam
Ilustrasi Trauma/foto: pexels.com/liza-summer

Melansir dari Healthline, menurut sebuah laporan, 25 hingga 50 persen orang yang terkena bencana cuaca ekstrem berisiko mengalami efek kesehatan mental yang merugikan. Laporan yang sama menambahkan bahwa hingga 54 persen orang dewasa dan 45 persen anak-anak mengalami depresi setelah bencana alam. Perasaan tersebut yang membuat seseorang merasa cemas karena mengetahui dampak apa yang akan dirasakan oleh bencana tersebut, terutama bagi perempuan.

Saat badai Katrina, 49 persen orang yang selamat mengalami gangguan kecemasan atau gangguan mood. Ditambah, 1 dari 6 orang juga berpotensi mengalami gangguan stress pasca-trauma (PTSD), dan memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Munculnya Beberapa Tanda

Adanya perasaan tertekan mengakibatkan seseorang mengalami kondisi tertentu
Ilustrasi Tertekan/foto: pexels.com/alex-green

Setelah bencana alam terjadi, seorang psikolog telah melihat adanya reaksi saat seseorang mengalami situasi yang membuatnya tertekan. Berikut ini tanda-tanda dan reaksi orang yang mengalami stress dan perasaan tertekan,

  • Insomnia.
  • Mudah marah dengan hal-hal kecil.
  • Adanya keinginan untuk menggunakan zat atau obat terlarang.
  • Munculnya depresi.

Meskipun reaksi ini dapat memudar seiring berjalannya waktu, serta berbeda-beda dampaknya pada setiap orang, namun akan muncul dan menjadi lebih parah apabila seseorang tidak berusaha mencari bantuan untuk mengatasi trauma mereka. Dalam kasus tersebut, dampak kesehatan mental yang lebih parah mungkin muncul, termasuk PTSD, depresi, dan gangguan kecemasan.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Selain menjaga iklim agar tetap stabil, kamu juga perlu menjaga kondisi mentalmu agar tetap bisa melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Berikut ini caranya:

Validasi Perasaan

Validasi perasaanmu dengan menerima bahwa tidak apa-apa jika kamu sedang tidak baik-baik saja
Tidak Apa-apa Jika Sedang Tidak Baik-baik Saja/foto: pexels.com/sofia-alejandra

Tidak perlu khawatir dan tidak apa-apa jika kamu merasa cemas akan bahaya yang mungkin menghampirimu. Jangan mencoba menepis perasaan yang kamu alami. Sebaliknya, bicarakan pada keluarga atau orang terdekatmu mengenai perasaan yang kamu rasakan. Barangkali mungkin, ternyata mereka juga mengalami hal yang serupa sehingga kamu dan orang-orang sekitar bisa saling mendukung dan mengerti satu sama lain.

Susun Rencana

Selain persiapan mental, kamu juga perlu mengisi amunisi untuk persiapan
Siapkan Tempat dan Peralatan/foto: pexels.com/mart-production

Beberapa kecemasan yang kamu alami mungkin akan membuatmu sulit untuk menata atau mengorganisir kehidupan. Cara yang efektif untuk kembali mengendalikan hidupmu adalah dengan berusaha meraih kembali hidup yang kamu miliki dan berusaha menjalaninya sebaik mungkin. Cari dukungan dari pihak keluarga dan orang-orang terdekat agar kamu dapat merasa kuat dan tidak merasa sendirian.

Selain itu untuk persiapan terjadinya bencana dan agar kamu juga bisa merasa tenang, kamu bisa menyiapkan tas darurat, bahan bakar cadangan, hingga peralatan untuk mempertahankan diri untuk persiapan menghadapi bencana.

Pelajari Pemicunya

Melansir dari Healthline, menurut seorang profesor dalam bidang ilmu psikologi, orang yang seringkali mengalami kekhawatiran dan kecemasan cenderung mencari hal-hal yang perlu untuk dikhawatirkan. Sehingga penting bagi kamu untuk mengidentifikasi apa yang menjadi pemicunya, misalnya mungkin dari berita di internet maupun foto bencana.

Cari Bantuan Profesional

Mencari bantuan ke psikolog/Foto: Pexels.com/SHVETS productionMencari bantuan ke psikolog/Foto: Pexels.com/SHVETS production

Hal terpenting yang harus kamu lakukan apabila kekhawatiran tersebut terus menghantuimu yaitu dengan mendatangi profesional. Tata laksana penanganan terhadap gangguan kecemasan tersebut akan meredam segala pikiran-pikiran yang menghantuimu dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Perasaan cemas memang seringkali menghantui pikiran seseorang. Sehingga penting bagi kamu untuk bisa mengelola perasaan tersebut. Bahwa sesungguhnya apa yang akan terjadi tidak selamanya seperti apa yang kamu pikirkan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id