Di Indonesia, umat Muslim berpuasa dengan rata-rata 13 jam dalam satu hari, tapi bagaimana kalau kita harus menahan lapar dan haus sampai 18-21 jam? Itulah yang dialami umat Muslim yang tinggal di kawasan Skandinavia, seperti Norwegia, Denmark, dan Finlandia saat Ramadan jatuh di musim panas.
Di beberapa wilayah dekat Kutub Utara, ada fenomena midnight sun bikin matahari hampir nggak terbenam yang terjadi pada musim panas sekitar bulan Juni atau Juli. Di kota seperti Tromsø bahkan matahari bisa bersinar hampir 24 jam penuh. Artinya? Waktu puasa bisa tembus 20 jam lebih.
Meskipun terdengar ekstrem, Muslim di sana punya cara tersendiri supaya tetap kuat dan nggak tumbang. Yuk, intip strategi mereka menghadapi puasa yang panjang!
Jangan Pernah Melewatkan Sahur
Dengan waktu puasa yang bisa tembus hampir 20 jam, sahur bukan hanya sekadar sunnah, tapi jadi kunci utama untuk bertahan. Tanpa sahur, tubuh hanya punya satu kesempatan makan dan minum sebelum harus menahan lapar dan haus hampir seharian penuh. Itu artinya risiko lemas dan dehidrasi jadi jauh lebih besar. Oleh karena itu, ketika berpuasa di Skandinavia, waktu sahur benar-benar berharga untuk memastikan asupan makanan cukup dan cairan terpenuhi sebelum fajar tiba.