sign up SIGN UP

Ramai Isu Perselingkuhan Selebriti, Bagaimana Dampak Diduakan terhadap Perempuan?

Nadya Quamila | Beautynesia
Kamis, 22 Sep 2022 20:00 WIB
Ramai Isu Perselingkuhan Selebriti, Bagaimana Dampak Diduakan terhadap Perempuan?
caption
Jakarta -

Jagat maya kini sedang dihebohkan oleh berita perselingkuhan dari para selebriti. Dari dua kasus yang tengah jadi perbincangan hangat netizen, diduga pihak pria yang melakukan perselingkuhan terhadap sang istri.

Beragam komentar pun bermunculan, mulai dari menyayangkan sikap selebriti, bersimpati pada perempuan yang jadi korban, hingga pembahasan seputar trust issue dalam hubungan. Perselingkuhan memang bukan topik baru, baik pria maupun perempuan bisa menjadi korbannya.

Namun, sebenarnya bagaimana dampak perselingkuhan terhadap perempuan yang menjadi korban? Dilansir dari berbagai sumber, yuk simak ulasannya!

Menimbulkan Trauma

Perselingkuhan bisa menjadi pertanda bahwa hubunganmu sudah tidak layak untuk diselamatkanMenimbulkan trauma/Foto: Pexels

Dilansir dari Psych Central, Dr Dennis Ortman menggambarkan korban perselingkuhan akan mengalami trauma. Ortman menamai respons trauma ini dengan istilah Post-Infidelity Stress Disorder (PISD), dalam bukunya tahun 2009.

Penelitian menunjukkan bahwa perselingkuhan juga dapat menyebabkan peningkatan kecemasan dan depresi, selain stres. Ortman menambahkan bahwa fase pemulihan dari perselingkuhan tidak berbeda dengan 5 tahap kesedihan.

Perselingkuhan juga dapat menyebabkan korban mengalami stres pasca trauma. Beberapa gejalanya antara lain mengalami kilas balik, mimpi buruk, hingga terobsesi dengan peristiwa tersebut. 

Mengubah Persepsi soal Hubungan

Tidak hanya menjadi korban, Dr. Julie Gurner mengatakan kepada Insider bahwa dalam jangka panjang, hal-hal lain dalam hidup juga akan terpengaruh. Misalnya dalam memilih pasangan.

"Ini dapat memengaruhi berbagai variabel dalam hidup Anda - tetapi yang nyata adalah hal itu dapat memengaruhi pilihan pasangan Anda di masa depan. Anda mungkin akhirnya menerima kurang dari yang pantas Anda dapatkan atau bertahan dengan lebih dari yang seharusnya," ungkapnya.

Mempertanyakan Harga Diri

Asian woman with stress, She kept herself alone in her bedroom, Depression.Ilustrasi sedih/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Panupong Piewkleng

Salah satu reaksi awal dari korban yang diselingkuhi adalah memikirkan hal buruk dari dirinya. Mereka akan bertanya-tanya, apa kesalahan yang mereka perbuat hingga pasangan berselingkuh. Menurut Saba Harouni Lurie, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, perselingkuhan dapat menyebabkan banyak kerusakan dalam diri lebih dari apa yang dipikirkan.

"Bukan hal yang aneh jika orang bertanya-tanya apa yang telah mereka lakukan yang membuat pasangannya selingkuh, atau mengapa mereka tidak cukup untuk pasangannya," katanya.

"Itu juga bisa membuat Anda meragukan intuisi Anda, dan membuat Anda sulit untuk memercayai diri sendiri, terutama jika Anda tidak memiliki keraguan tentang pasangan Anda sebelum kebenaran terungkap," tambahnya.

Merasa Ditinggalkan

Ini adalah salah satu ketakutan yang dirasakan korban saat diselingkuhi. Mereka akan merasa bahwa mereka telah digantikan oleh orang lain, tidak lagi dibutuhkan, hingga akhirnya 'dibuang'.

Dilansir dari laman Marriage, hal ini bisa menyakiti harga diri seorang perempuan. Ia akan merasa bahwa semua cinta dan usahanya selama ini sia-sia. Bagian terburuk, orang yang paling mereka percaya dan sayangi, ternyata adalah orang yang menyakiti mereka.

Menjadi Paranoid

Sad young woman sitting on room floor crying with hand over faceIlustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/kieferpix

Perempuan yang menjadi korban perselingkuhan bisa berubah menjadi sosok yang paranoid, yaitu rasa takut dan curiga berlebihan. Menurut Gayle Johns-Carter, seorang life coach, sifat tersebut bisa jadi sangat sulit dihilangkan.

"Tanpa disadari, menjadi korban perselingkuhan dapat membuat seseorang terus-menerus berpikiran tidak percaya dan berkhianat. Anda akan selalu waspada, bahkan ketika hubungan Anda berikutnya berjalan dengan baik," paparnya, dikutip dari Insider.

Termotivasi Mengembangkan Diri

Ilustrasi kulit glowingIlustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/paulaphoto

Meski diliputi rasa marah, kecewa, sedih, sebagian perempuan yang menjadi korban perselingkuhan jadi termotivasi untuk mengembangkan dan menemukan sisi baru dari dirinya.

"Sebagian besar klien datang kepada saya karena satu alasan: mereka mencari transformasi pribadi," kata Lucio Buffalmano, seorang pelatih hubungan kepada Insider.

"Tepatnya, sebagian besar awalnya termotivasi oleh sikap balas dendam, yang mirip dengan "Aku akan menunjukkan padanya." Itu membuat mereka bekerja pada diri mereka sendiri dengan energi yang memicu kemarahan yang pada akhirnya merevolusi hidup mereka menjadi positif," tuturnya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id