Selain Begadang, Ini 7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Mata Panda
Begadang memang sering menjadi tersangka utama ketika area bawah mata mulai terlihat lebih gelap dan wajah tampak lelah. Namun, ternyata bukan hanya jam tidur yang perlu diperhatikan jika kamu ingin mengurangi tampilan mata panda.Â
Nyatanya, ada berbagai kebiasaan kecil yang kerap dianggap remeh tetapi dapat memengaruhi kondisi kulit tipis di sekitar mata. Lalu, kebiasaan apa saja yang perlu mulai dikurangi? Melansir Skin by Lovely, berikut ini beberapa kebiasaan yang bisa memicu mata panda, Beauties!Â
1. Kurang Minum Air
Kurang minum air/ Foto: Magnific.com/yanalya
Ketika tubuh kekurangan cairan, kulit dapat kehilangan kelembapannya dan terlihat lebih kusam. Kondisi tersebut juga bisa membuat area bawah mata tampak lebih cekung sehingga bayangan di sekitar mata menjadi semakin terlihat. Karena kulit di bagian ini sangat tipis, perubahan kecil pada hidrasi pun dapat membuat mata terlihat lebih lelah.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan produk perawatan mata. Pastikan kebutuhan cairan harian juga terpenuhi dengan cukup minum air putih. Untuk perawatan dari luar, pelembap atau krim mata dengan kandungan seperti asam hialuronat dapat membantu mempertahankan hidrasi kulit sehingga area bawah mata terlihat lebih kenyal.
2. Sering Terpapar Sinar Matahari
Sering terpapar sinar matahari/ Foto: Magnific.com/magnific
Sinar matahari bukan hanya berisiko menyebabkan kulit terbakar, tetapi juga dapat memengaruhi pigmentasi kulit. Paparan sinar UV yang berulang dapat merangsang produksi melanin, termasuk pada area sekitar mata, sehingga warna kulit di bawah mata berpotensi terlihat semakin gelap.
Untuk mengurangi risikonya, gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 dan jangan lupa aplikasikan juga pada area sekitar mata. Kacamata hitam dan topi bertepi lebar turut bisa menjadi perlindungan tambahan ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat matahari sedang terik.
3. Pola Makan Buruk
Pola makan buruk/ Foto: Magnific.com/DC Studio
Kulit membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, Beauties. Jika pola makan sehari-hari didominasi makanan ultra-proses dan minim buah maupun sayuran, kebutuhan sejumlah vitamin dan mineral penting untuk kesehatan kulit mungkin tidak terpenuhi secara optimal.
Oleh karena itu, cobalah memperbanyak makanan bergizi seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, serta sumber protein. Vitamin dan antioksidan dari makanan tersebut dapat mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan. Jadi, menjaga area bawah mata tetap terlihat segar tidak hanya dilakukan melalui skincare, tetapi juga melalui pola makan sehari-hari.
4. Merokok
Merokok/ Foto: Magnific.com/wirestock
Kandungan zat kimia dalam asap rokok dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan kulit. Merokok juga dapat mengganggu sirkulasi darah dan berkontribusi terhadap berkurangnya kolagen, sehingga kulit lebih cepat menunjukkan tanda-tanda penuaan.
Dampaknya bisa semakin terlihat pada area bawah mata yang secara alami memiliki kulit lebih tipis. Ketika kulit kehilangan elastisitas dan tampak semakin tipis atau kusam, pembuluh darah maupun bayangan di bawah mata dapat terlihat lebih jelas. Karena itu, menghindari rokok bukan hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi juga dapat membantu menjaga kondisi kulit.
5. Konsumsi Alkohol
Konsumsi alkohol/ Foto: Magnific.com/freepic.diller
Alkohol dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan sehingga kulit berisiko terlihat lebih kering dan kusam. Kondisi tersebut dapat membuat area bawah mata yang sudah tipis tampak semakin cekung atau gelap.
Pada sebagian orang, konsumsi alkohol juga dapat disertai retensi cairan yang membuat area sekitar mata terlihat sembap. Perpaduan antara mata sembap dan kulit yang tampak kusam akhirnya dapat membuat tampilan mata panda semakin jelas.
6. Penggunaan Layar Terlalu Lama
Penggunaan layar terlalu lama/ Foto: Magnific.com/jcomp
Bekerja di depan laptop atau terlalu lama menggunakan ponsel membuat mata terus-menerus fokus pada jarak dekat. Akibatnya, mata dapat terasa kering, lelah, perih, atau tegang. Kebiasaan tersebut tidak secara langsung menjadi satu-satunya penyebab mata panda, tetapi dapat membuat area mata terlihat semakin lelah.
Terkait itu, Beauties bisa coba menerapkan aturan 20-20-20 saat menggunakan perangkat digital. Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik. Mengurangi kecerahan layar yang terlalu menyilaukan dan memberikan waktu istirahat bagi mata juga dapat membantu menjaga kenyamanan.
7. Sering Menggosok Mata
Sering menggosok mata/ Foto: Magnific.com/magnific
Rasa gatal atau tidak nyaman terkadang membuat tangan refleks menggosok mata. Padahal, kulit di sekitar mata sangat tipis dan sensitif sehingga gesekan yang terlalu kuat atau berulang dapat menyebabkan iritasi. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini berpotensi memperburuk perubahan warna atau pigmentasi di area tersebut.
Daripada menggosok mata ketika terasa gatal, coba cari tahu penyebabnya. Mata yang sering gatal bisa berkaitan dengan alergi, kekeringan, atau iritasi tertentu. Jika keluhan berlangsung terus-menerus atau disertai mata merah dan gangguan penglihatan, sebaiknya periksakan ke tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui.
Jadi, itulah beberapa kebiasaan yang bisa memicu mata panda selain begadang. Kalau mata panda masih muncul meski sudah cukup tidur, coba perhatikan kembali rutinitas harianmu. Bisa jadi bukan hanya waktu tidur yang perlu diperbaiki, melainkan beberapa kebiasaan kecil yang selama ini dianggap sepele, Beauties!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!