STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Selain Berdampak pada Kesehatan Mental, Kenali 5 Efek Buruk dari Kebiasaan Flexing di Media Sosial

Novianty Aulia Anjani | Beautynesia
Senin, 04 Apr 2022 07:45 WIB
Selain Berdampak pada Kesehatan Mental, Kenali 5 Efek Buruk dari Kebiasaan Flexing di Media Sosial

Media sosial sebagai tempat pamer kekayaan atau yang kerap disebut flexing tampaknya sedang menjadi fenomena yang digandrungi oleh banyak orang. Tidak sedikit influencer atau orang awam ikut menyajikan beragam konten yang dipenuhi oleh kepemilikan harta ataupun kesuksesan yang dimilikinya.

Terlepas dari kesan bahagia yang ditampilkan, tindakan flexing nyatanya bisa membawa banyak kerugian yang tidak disadari oleh para pelakunya. Status sosial yang ditunjukkan secara berlebih, rupanya bisa menimbulkan kecurigaan bahkan rasa malas yang membuat sulit dihargai oleh orang-orang di sekitarmu.

Lebih jelasnya, berikut Beautynesia telah merangkum 5 dampak merugikan akibat kebiasaan buruk flexing di media sosial.

Orang akan Menjauh

Bukannya dihargai, terlalu sering flexing justru membuat orang-orang di sekitar lost respect terhadap diri kamu.
Kebiasaan buruk flexing membuat orang di sekitar menjauhi kamu/Foto:Freepik.com/Teksomolika


Alih-alih menarik banyak perhatian, terbiasa flexing justru malah membuat orang lain enggan membangun hubungan sosial yang lebih dekat dengan diri kamu. Keinginan untuk terus dipuji lambat laun menimbulkan kesan 'capek' dari orang-orang yang semula dekat denganmu.

Tidak menutup kemungkinan, beragam cibiran tidak baik bahkan gosip akan pribadi kamu tersebar ke banyak pihak akibat kebiasaan buruk flexing yang sudah tidak dapat ditolerir.

Seperti yang dilansir dari laman Insider, simbol status sosial yang ditunjukkan secara berlebih hanya akan menurunkan minat persahabatan dari orang lain sehingga akhirnya kamu bisa kehilangan potensi pertemanan dengan orang lain.

Merugi Secara Finansial

Terlena dengan kebiasaan flexing dapat memperburuk kondisi keuangan kamu di masa depan.
Kondisi keuangan dapat berantakan/Foto:Freepik.com/Kitzcorner


Rasa senang ketika mendapati banyaknya pengakuan dari orang lain, secara tidak langsung menimbulkan perasaan ketagihan untuk terus melakukan kebiasaan tersebut.

Keinginan untuk terus memiliki segalanya membuat kamu rela menghabiskan uang guna memenuhi hasrat diakui oleh orang-orang di sekitar. Jika tidak cepat dihentikan, kebiasaan ini dapat membawa kamu pada kerugian finansial yang besar.

Kondisi keuangan yang jauh dari kata sehat ditambah pola pengeluaran yang tidak teratur, tentu akan menyulitkanmu ke depannya. Tidak sedikit dari pelaku flexing yang bahkan terlilit banyak hutang karena memaksakan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Kehilangan Jati Diri

Terbiasa memenuhi ekpetasi orang lain dengan terus menunjukkan kekayaan membuat kamu ragu atas apa yang ingin kamu lakukan.
Timbul keraguan bahkan sulit menemukan jati diri sendiri/Foto:Freepik.com/Mnelen


Bukan tanpa sebab, kebiasaan flexing di media sosial dilakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Segala sesuatunya kamu lakukan untuk memenuhi keinginan untuk lebih dipandang dan terlihat menonjol daripada yang lain.

Terus-menerus haus akan pengakuan dari lingkungan sekitar, bisa membebani kamu dengan beratnya ekspektasi orang lain atas hidup yang kamu jalani. Segala sesuatu yang seharusnya dapat kamu lakukan dengan bebas, akan terasa menyulitkan karena selalu terpikirkan komentar serta pandangan orang lain terhadap diri kamu.

Ingat, hidup dengan terus mencari perhatian orang lain hanya akan membuatmu semakin insecure dan kehilangan jati diri.

Sulit Mencapai Kesejahteraan Mental

Kebiasaan flexing menjadi salah satu penyebab utama dari adanya gangguan mental
Terbebani oleh ekspetasi orang lain membuat ku selalu cemas bahkan depresi/Foto:Freepik.com/Benzoic


Tercukupi secara materi tidak menjadi jaminan dari tercapainya kondisi mental yang sehat. Harapan untuk selalu diakui dan dipuji oleh orang lain adalah wujud dari ketidakmampuan kamu untuk mengelola serta mengakui kemampuan yang kamu miliki.

Semakin banyaknya postingan yang kamu pamerkan di media sosial justru membuat kamu selalu merasa cemas atas apapun yang kamu lakukan. Mengutip dari laman Time, media sosial menjadi penyebab utama dari turunnya harga diri, depresi hingga gangguan mental lainnya.

Ketidakseimbangan kondisi mental inilah yang akhirnya membuat kamu selalu merasa membutuhkan pengakuan dari orang lain, meski itu dengan melakukan flexing.

Timbul Sikap Sombong

Kebiasaan flexing menimbulkan sikap sombong sehingga akibatnya semakin sedikit orang yang ingin berteman dengan kamu,
Menimbulkan perasaan sombong dan merasa hebat dari yang lain/Foto:Freepik.com/Jcomp


Tidak bisa dipungkiri jika orang yang gemar pamer kekayaannya akan mudah menjadi sombong. Banyaknya pujian serta pengakuan dari sekitar membuat kamu merasa lebih hebat hingga tak segan memaksa orang di sekitarmu untuk selalu mengakui hal tersebut.

Bukannya semakin dipuji, kamu malah berpotensi tidak akan dihargai bahkan diremehkan oleh banyak orang. Hubungan pertemanan yang mungkin terlihat indah nyatanya berjalan dengan terpaksa atau tidak tulus, karena kesombongan yang terlalu sering kamu lakukan.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.