Selain Kimpul, Ini 7 Pangan Lokal Bergizi yang Masih Jarang Diketahui

Vira Nabilla | Beautynesia
Jumat, 21 Aug 2026 08:00 WIB
3. Jewawut
Ilustrasi Jewawut/ Foto: Nusantara Food Biodiversity

Kalau berbicara tentang pangan lokal yang kaya gizi, mungkin yang langsung terlintas di pikiran kamu adalah singkong, ubi, jagung, atau yang baru-baru ini viral yakni  kimpul.  Padahal, Indonesia punya segudang bahan pangan lokal lain yang nggak kalah menarik, lho! 

Namun, beberapa di antaranya masih cukup asing di telinga masyarakat, nih. Tentunya, banyak sekali pangan lokal yang menyimpan potensi gizi dan bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat maupun nutrisi sehari-hari. Pangan lokal juga bisa menjadi cara sederhana untuk ikut melestarikan kekayaan kuliner Indonesia. 

Lantas, selain kimpul, ada pangan lokal apa saja yang jarang orang ketahui? Simak selengkapnya, yuk! 

1. Ganyong

Ilustrasi Ganyong/ Foto: Blibli.com

Pernah mendengar nama Ganyong? Yup! Ini merupakan tanaman umbi yang ternyata sudah dimanfaatkan sebagai sumber pangan, terutama karena kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi nih, Beauties. 

Selain itu, Ganyong juga mengandung serat dan sejumlah mineral sehingga bisa menjadi alternatif sumber energi selain nasi, kentang, atau singkong. Kandungan seratnya juga membuat ganyong cukup potensial untuk mendukung kesehatan pencernaan, lho! 

2. Porang

Ilustrasi Porang/ Foto: IPB University

Porang merupakan umbi lokal yang belakangan semakin dikenal karena kandungan glukomannan, yaitu jenis serat pangan yang dapat menyerap air dan membentuk tekstur seperti gel. Kandungan tersebut membuat porang menarik untuk dikembangkan sebagai bahan pangan tinggi serat. 

Porang sendiri bisa diolah menjadi tepung atau bahan dasar produk seperti mi dan beras analog yang mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Namun, porang tidak bisa sembarang dimakan dalam kondisi mentah, sehingga butuh pengolahan yang tepat untuk mengurangi kandungan kalsium oksalatnya. 

3. Jewawut

Ilustrasi Jewawut/ Foto: Nusantara Food Biodiversity

Pangan lokal satu ini merupakan serealia lokal yang sudah lama dikenal di beberapa daerah di Indonesia. Sayangnya, penggunaannya tidak sepopuler beras nih, Beauties. Padahal, biji-bijian ini mengandung karbohidrat, protein, serat, serta berbagai vitamin dan mineral. 

Selain diolah menjadi bubur atau makanan tradisional, jewawut juga dapat dimanfaatkan sebagai tepung untuk berbagai olahan. Kandungan seratnya membuatnya menarik untuk mendukung kesehatan pencernaan. 

4. Sorgum

Ilustrasi Sorgum/ Foto: National FFA Organization

Sorgum merupakan salah satu pangan lokal yang cukup potensial sebagai alternatif sumber karbohidrat. Biji sorgum mengandung karbohidrat, protein, serat, serta sejumlah mineral. Tanaman ini juga dikenal relatif tahan terhadap kondisi lingkungan yang kering sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia. 

Sorgum bisa diolah menjadi nasi sorgum, bubur, hingga tepung untuk membuat berbagai makanan. Dengan pengolahan yang tepat, sorgum bisa menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin mencoba sumber karbohidrat selain nasi. 

5. Uwi

Ilustrasi Uwi/ Foto: Instagram.com/wiedharry

Jika Filipina punya Ube, maka Indonesia punya Uwi nih, Beauties. Uwi merupakan kelompok umbi yang mencakup berbagai varietas, termasuk uwi putih dan uwi ungu. Pangan ini mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, serat, dan berbagai senyawa bioaktif, terutama pada varietas yang memiliki warna ungu. 

Uwi bisa menjadi salah satu alternatif pangan lokal yang menarik untuk dikembangkan. Kamu bisa mengolahnya dengan cara direbus, kukus, atau diolah menjadi tepung hingga berbagai makanan lainnya. Selain kaya serat, uwi juga dikenal punya nilai gizi yang cukup potensial. 

6. Kacang Tunggak

Ilustrasi Kacang Tunggak/ Foto: Blibi.com

Kalau kamu ingin mencari pangan lokal dari kelompok kacang-kacangan, kacang tunggak bisa menjadi salah satu pilihan. Kacang ini mengandung protein nabati, serat, karbohidrat kompleks, serta berbagai vitamin dan mineral, sehingga dapat melengkapi kebutuhan nutrisi dalam pola makan sehari-hari. 

Kacang tunggak juga cukup fleksibel untuk diolah menjadi berbagai masakan, termasuk sayur, sup, campuran makanan, maupun olahan berbasis tepung. Kehadiran sumber protein nabati seperti kacang tunggak penting untuk membuat pola makan lebih beragam sekaligus memanfaatkan kekayaan pangan lokal. 

7. Gembili

Ilustrasi Gembili/ Foto: Nusantara Food Biodiversity

Bukan nama hewan, gembili merupakan salah satu jenis umbi lokal yang mungkin masih kalah populer dibandingkan ubi, singkong, atau talas. Umbi yang berasal dari kelompok Dioscorea ini, mengandung karbohidrat, serat, protein, hingga sejumlah mineral. 

Gembili juga memiliki tekstur yang cukup lembut setelah dimasak sehingga bisa dikonsumsi dengan cara dikukus, rebus, maupun diolah menjadi berbagai makanan. Gembili juga mengandung pati yang lebih lambat dicerna, sehingga berpotensi membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

Dari nama-nama pangan lokal tersebut, mana nih yang sudah pernah kamu coba, Beauties?

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE