Sering Diabaikan, Ini 7 Penyebab Kanker Tenggorokan yang Perlu Dikenali

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Kamis, 21 May 2026 17:00 WIB
4. Pola Makan yang Kurang Sehat
Pola makan yang kurang sehat/ Foto: Pexels.com/ Lucas Andrade

Beauties, kanker tenggorokan sering kali datang tanpa disadari. Banyak orang mengira gejala awalnya hanyalah sakit tenggorokan biasa, suara serak, atau batuk yang tidak kunjung sembuh. Padahal, di balik gejala yang tampak ringan tersebut, bisa saja terdapat kondisi yang lebih serius.

Dilansir dari Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, penyebab kanker tenggorokan berkaitan dengan perubahan atau mutasi pada sel-sel di area tenggorokan. Mutasi ini membuat sel tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali, hingga akhirnya membentuk kanker.

Namun, yang perlu dipahami, mutasi ini tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai faktor risiko yang dapat memicu atau meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini. Sayangnya, banyak dari faktor tersebut sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu, apa saja penyebab kanker kerongkongan atau tenggorokan yang perlu kamu waspadai? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Kebiasaan Merokok yang Berlangsung Lama

Kebiasaan merokok yang berlangsung lama/ Foto: Pexels.com/ lil artsy

Salah satu faktor paling dominan dalam penyebab kanker tenggorokan adalah kebiasaan merokok. Rokok mengandung berbagai zat kimia berbahaya yang bersifat karsinogen atau pemicu kanker.

Zat-zat ini dapat merusak jaringan di tenggorokan secara perlahan. Dalam jangka panjang, kerusakan tersebut bisa menyebabkan perubahan pada DNA sel, yang kemudian berkembang menjadi kanker.

Semakin lama seseorang merokok dan semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi, maka semakin tinggi pula risikonya. Bahkan, tidak hanya perokok aktif, perokok pasif juga memiliki risiko karena sering terpapar asap rokok.

Adapun yang membuat kondisi ini berbahaya adalah banyak orang yang menganggap merokok sebagai kebiasaan biasa, tanpa menyadari dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan, terutama pada kanker tenggorokan.

2. Konsumsi Alkohol Secara Berlebihan

Konsumsi alkohol secara berlebihan/ Foto: Pexels.com/ Timur Weber

Selain merokok, konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan juga menjadi faktor risiko penting dalam penyebab kanker kerongkongan. Alkohol dapat mengiritasi lapisan tenggorokan dan membuat jaringan menjadi lebih rentan terhadap kerusakan. Ketika jaringan ini terus-menerus terpapar alkohol, risiko terjadinya perubahan sel menjadi lebih tinggi.

Kombinasi antara merokok dan konsumsi alkohol secara bersamaan dapat meningkatkan risiko secara signifikan dibandingkan jika hanya salah satunya saja. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan minum alkohol secara rutin, meskipun dalam jumlah kecil tetapi sering, tetap bisa memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan.

3. Infeksi Human Papillomavirus (HPV)

Infeksi Human Papillomavirus (HPV)/ Foto: Pinterest.com/ Version Femina

Infeksi Human Papillomavirus atau HPV juga menjadi salah satu penyebab kanker tenggorokan yang sering tidak disadari. HPV dikenal sebagai virus yang dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, termasuk di area tenggorokan. Penularannya dapat terjadi melalui kontak tertentu, termasuk hubungan oral.

Beberapa jenis HPV memiliki risiko tinggi dalam memicu pertumbuhan sel abnormal. Sel-sel ini kemudian bisa berkembang menjadi kanker jika tidak terdeteksi sejak dini. Yang menjadi masalah adalah, infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terpapar virus ini.

4. Pola Makan yang Kurang Sehat

Pola makan yang kurang sehat/ Foto: Pexels.com/ Lucas Andrade

Pola makan juga berperan penting dalam menentukan risiko seseorang terkena kanker tenggorokan. Kurangnya konsumsi buah dan sayuran membuat tubuh kekurangan antioksidan yang berfungsi melindungi sel dari kerusakan.

Pola makan yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk di area tenggorokan. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak, rendah serat, serta kurangnya asupan nutrisi penting bisa mempercepat kerusakan sel dalam tubuh. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini jika dilakukan dalam jangka panjang dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan.

5. Paparan Zat Kimia Berbahaya

Paparan zat kimia berbahaya/ Foto: Pexels.com/ Pixabay

Paparan terhadap zat kimia berbahaya juga termasuk dalam penyebab kanker tenggorokan yang sering diabaikan. Beberapa contoh zat yang berisiko adalah asbes, debu kayu, dan bahan kimia industri lainnya. Orang yang bekerja di lingkungan dengan paparan tinggi terhadap zat-zat ini memiliki risiko lebih besar.

Jika zat tersebut terhirup dalam jangka panjang, jaringan di tenggorokan bisa mengalami iritasi dan kerusakan. Paparan ini bisa memicu perubahan sel yang akhirnya berkembang menjadi kanker. Oleh karena itu, penggunaan alat pelindung diri sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi.

6. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Sistem kekebalan tubuh yang lemah/ Foto: Pexels.com/ Pavel Danilyuk

Sistem kekebalan tubuh yang lemah juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker tenggorokan. Ketika sistem imun tidak bekerja dengan optimal, tubuh menjadi lebih sulit melawan infeksi dan perubahan sel abnormal.

Kondisi ini memungkinkan sel-sel yang rusak berkembang tanpa terkendali, hingga akhirnya menjadi kanker. Faktor yang dapat melemahkan sistem imun antara lain kurang tidur, stres berkepanjangan, serta pola hidup yang tidak sehat. Menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah penting dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker.

7. Usia dan Faktor Genetik

Usia dan faktor genetik/ Foto: Pexels.com/ olia danilevich

Faktor terakhir yang juga berperan dalam penyebab kanker adalah usia dan genetika. Risiko kanker tenggorokan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini terjadi karena paparan terhadap berbagai faktor risiko sudah berlangsung lebih lama.

Selain itu, riwayat keluarga dengan penyakit kanker juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi yang sama. Meskipun faktor ini tidak bisa dihindari, memahami risikonya dapat membantu seseorang lebih waspada dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

Beauties, kanker tenggorokan bukanlah penyakit yang muncul secara tiba-tiba. Sebagian besar penyebab kanker kerongkongan ini sering kali diabaikan karena dianggap sepele. Padahal, jika tidak diwaspadai, dampaknya bisa sangat serius. Yuk, mulai lebih peduli dengan gaya hidup dan kesehatanmu, karena pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE