Sering Diabaikan, Ketahui 5 Risiko Miliki Jam Tidur Tidak Teratur

Regitha Mandasari Putri Suryana | Beautynesia
Rabu, 14 Jan 2026 20:15 WIB
4. Tekanan Darah dan Penyakit Jantung
Tekanan darah dan penyakit jantung/ Foto : Freepik/ Jcomp

Jam tidur yang tidak teratur sering kali dianggap hal sepele dan dianggap wajar, terutama di tengah tuntutan pekerjaan, aktivitas sosial, dan kebiasaan menggunakan ponsel hingga larut malam. Banyak orang terbiasa tidur larut dan bangun pada jam yang berbeda-beda setiap harinya tanpa menyadari bahwa kebiasaan ini perlahan mengganggu keseimbangan alami tubuh.

Padahal tubuh dapat mengatur kapan waktu terbaik untuk beristirahat dan beraktivitas. Ketika ritme ini terus terganggu, berbagai fungsi penting dalam tubuh ikut terpengaruh. Sayangnya, dampak dari jam tidur yang tidak teratur jarang langsung terasa. Risiko-risiko tersebut sering muncul secara perlahan dan baru disadari ketika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan penurunan kesehatan.

Yuk, simak apa saja risiko miliki jam tidur tidak teratur, melansir Healthy Harvard!

1. Metabolisme Melambat

Metabolisme melambat/ Foto : Freepik/ Freepik

Tidur larut malam, begadang, atau gonta-ganti jam tidur bisa membuat siklus harian tubuh menjadi kacau. Akibatnya, metabolisme tubuh ikut terganggu. Jika metabolisme sudah terganggu, maka tubuh jadi lebih sulit mengolah makanan menjadi energi.

Kalori yang seharusnya dibakar justru lebih mudah disimpan sebagai lemak. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa berat badannya naik atau sulit turun meskipun pola makan terasa “biasa saja”. Jika kondisi ini berlangsung lama, metabolisme yang melambat dapat membuat tubuh terasa mudah lelah dan usaha menjaga berat badan menjadi semakin berat.

2. Risiko Obesitas Meningkat

Risiko obesitas meningkat/ Foto : Freepik/ Anastasia Kazakova

Kurang tidur secara langsung memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Saat jam tidur kacau, hormon ghrelin (pemicu lapar) meningkat, sementara hormon leptin (pemberi sinyal kenyang) menurun. Akibatnya, tubuh lebih sering merasa lapar meskipun kebutuhan energi sebenarnya sudah tercukupi.

Selain itu, kurang tidur membuat seseorang cenderung menginginkan makanan tinggi gula, lemak, dan karbohidrat sederhana. Hal ini terjadi karena otak mencari sumber energi cepat untuk melawan rasa lelah. Jika pola ini terus berulang, asupan kalori harian meningkat tanpa disadari dan risiko obesitas pun semakin besar.

3. Gula Darah Tidak Stabil

Gula darah tidak stabil/ Foto : Freepik/ xb100

Tidur yang tidak teratur memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur gula darah. Saat kurang tidur, sensitivitas insulin menurun, artinya insulin tidak bekerja seefektif biasanya dalam mengontrol kadar gula darah. Akibatnya, gula darah lebih mudah naik setelah makan dan lebih sulit diturunkan kembali.

Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, tubuh akan berada dalam kondisi gula darah yang tidak stabil. Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2, bahkan pada orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.

4. Tekanan Darah dan Penyakit Jantung

Tekanan darah dan penyakit jantung/ Foto : Freepik/ Jcomp

Tidur adalah waktu bagi jantung dan pembuluh darah untuk beristirahat. Saat tidur cukup, tekanan darah akan turun secara alami.

Namun, jika jam tidur tidak teratur atau kurang, tubuh tetap berada dalam kondisi “siaga”. Jantung terus bekerja keras dan tekanan darah tidak sempat turun dengan optimal.

Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga stroke. Kurang tidur juga dikaitkan dengan peningkatan kadar hormon stres yang dapat memperburuk kesehatan jantung.

5. Penuaan Dini

Penuaan dini/ Foto : Freepik/ Freepik

Saat tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang membantu regenerasi sel, termasuk sel kulit. Jika tidur tidak cukup atau tidak teratur, proses perbaikan ini tidak berjalan optimal. Akibatnya, kulit terlihat lebih kusam, mudah muncul lingkar hitam di bawah mata, dan tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat. Selain berdampak pada penampilan, tubuh juga terasa lebih cepat lelah dan kurang bertenaga.

Dengan mulai memperbaiki pola tidur secara perlahan dan konsisten, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri, menjaga keseimbangan hormon, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Tidur cukup dan teratur bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang penting untuk hidup lebih sehat dan produktif.

____ 

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE