Stigma atau ciri negatif yang ada karena pengaruh lingkungan memang bisa meresahkan. Salah satunya bila dikaitkan dengan proses melahirkan. Yaitu baru disebut pantas jadi seorang ibu, bila bersalin dengan cara normal.
Hal itu dianggap karena melahirkan normal lebih sakit dan susah dari caesar, Beauties. Biasanya mereka yang melahirkan dengan cara ini, kerap mendapat 'adu-nasib' dari sekitar, bahkan dari sesama perempuan maupun orang terdekat.
'Kamu beruntung lahirannya nggak ngerasain mules berjam-jam!' atau bisa juga dikomentari: bagaimana memangnya sewaktu hamil kemarin? Apakah tidak olahraga sehingga kondisi bayi dalam kandungan sungsang? dan sebagainya.
Well Beauties, hati-hati terlena melakukan mom shaming! Yaitu menurut psikolog, perilaku yang menganggap diri lebih baik dan ibu lain lebih buruk, dan ini dapat tergolong bullying, lho.
Padahal bila melihat dari sisi perjuangan, baik melahirkan normal dan caesar sama-sama berjuang, kok! Bahkan ada juga calon ibu yang tadinya sudah siap-siap akan melahirkan normal, sudah mulas, tetapi kemudian dokter mendeteksi adanya masalah atau indikasi, maka harus dilanjutkan dengan caesar, artinya kalau begitu ia mengalami 'perjuangan' dua kali.
Merangkum dari laman Better Health Australia, melahirkan caesar dapat direncanakan yang bersifat elektif atau tidak wajib; disarankan dokter karena dinilai melahirkan normal dapat berisiko; dan tidak direncanakan sebab terdapat masalah selama proses melahirkan normal.
Ada beberapa alasan kenapa dokter kandungan mungkin memutuskan kamu menjalani persalinan caesar, seperti:
- ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul ibu kecil
- sebelumnya kamu pernah melewati jalur caesar
- posisi bayi sungsang dan tidak bisa diputar
- mengalami placenta previa atau ketika plasenta berada di bagian bawah rahim sehingga menutupi jalan lahir
- hamil kembar, dengan posisi bayi pertama sungsang.
Sementara pada persalinan caesar yang tidak direncanakan (emergency) di antaranya: kepala bayi tidak bergerak keluar saat melahirkan, proses bersalin tidak berlangsung lancar, bayi menunjukkan tanda-tanda kesusahan atau kesehatannya terganggu, tali pusar terputus, serta tekanan darah ibu tinggi yang bisa membahayakan ibu dan bayi.
Calon ibu juga sebaiknya atau justru seharusnya, membicarakan kondisi kesehatan mereka ke dokter, seperti riwayat alergi, riwayat penyakit, masalah pendarahan atau tubuh mudah memar, kemungkinan komplikasi penyakit dan sebagainya, yang kemudian dapat mempengaruhi keputusan terbaik dokter kandungan bagi kebaikan ibu dan bayi, terkait proses persalinan.
Well ternyata 'perjuangan' itu nyata ya, Beauties! Kondisi seseorang, terutama kesehatan bisa berbeda-beda, dan belum tentu juga calon ibu tersebut menginginkannya. Jadi sekarang, stop stigma kalau melahirkan caesar belum resmi jadi ibu, ya!
Sebaliknya, yuk saling memberi dukungan terutama secara emosional agar ibu dapat segera pulih dari proses persalinan.
---
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!