Tidur dengan Jendela Terbuka, Amankah untuk Kesehatan?

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Minggu, 13 Sep 2026 17:30 WIB
Tidur dengan Jendela Terbuka, Amankah untuk Kesehatan?
Tidur dengan kondisi jendela terbuka/Foto: Pexels.com/Engy naguib

Tidur dalam kondisi jendela terbuka dapat memberikan rasa nyaman bagi sebagian orang. Namun, apakah ada manfaat kesehatan dari kebiasaan tersebut?

Beberapa penelitian telah menegaskan bahwa ada hubungan kuat antara jendela terbuka dan kesehatan, termasuk kualitas tidur. Meskipun dapat memberikan pengaruh positif, kebiasaan tersebut tetap perlu dipertimbangkan.

Supaya tidak salah langkah, berikut dampak positif dan negatif ketika tidur dalam kondisi jendela terbuka.

Jendela Terbuka: Menurunkan Kadar CO2 di Ruangan

Jendela terbuka/Foto: Pexels.com/Christina & Peter

Menurut penelitian dalam jurnal Building and Environment (2022), membiarkan jendela tetap terbuka dapat mencegah penumpukan karbon dioksida (CO2) di dalam kamar, sekaligus meningkatkan kualitas tidur.

Apa hubungannya antara jendela terbuka dan kadar CO2 di dalam kamar? Tanpa ventilasi yang cukup, CO2 yang dihembuskan manusia dan dihasilkan dari aktivitas lain dapat menumpuk di ruangan. Konsentrasi CO2 yang tinggi dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, kantuk, hingga penurunan konsentrasi.

Tak sampai di situ, udara yang stagnan memungkinkan kuman, debu, dan partikel polutan dari aktivitas rumah tangga terperangkap. Ini dapat memperburuk kondisi alergi dan risiko ISPA.

Jadi, jendela terbuka dapat memberikan sirkulasi udara yang lebih baik. Dengan catatan, kualitas udara di luar bagus. 

Tidur dalam Kondisi Jendela Terbuka Tidak Selamanya Baik bagi Kesehatan

Jendela terbuka/Foto: Pexels.com/Merve Nazli Meral

Memang menyenangkan ketika tidur dengan jendela terbuka. Namun, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan menurut psikolog spesialis pengobatan tidur, Shelby Harris, PsyD., melansir Livestrong.

Bukannya meningkatkan kualitas tidur, jendela terbuka justru dapat memperburuk kondisi kesehatan jika dilakukan tanpa pertimbangan. Berikut penjelasannya:

1. Dapat Memperparah Alergi Seseorang

Membiarkan jendela terbuka saat tidur dapat memperparah kondisi orang-orang yang memiliki alergi musiman. Alergen seperti serbuk sari, jamur, dan ragweed dari luar dapat dengan cepat masuk ke dalam ruangan.

Juru bicara American Lung Association, Brian Christman, MD., juga mengimbau agar penderita asma dan rinitis alergi tidak membuka jendela, terutama di malam dan dini hari, melansir Health.

Perubahan suhu yang drastis atau udara lembap di malam hari diklaim bisa memicu penyempitan saluran pernapasan pada penderita asma.

2. Polutan Lebih Banyak yang Masuk

Kualitas udara di luar yang buruk hanya akan memperparah kondisi kesehatan jika tetap memaksakan tidur dengan jendela terbuka.

Menurut National Institute of Environmental Health Services, jendela terbuka membiarkan lebih banyak polutan masuk ketika kamu tinggal di lingkungan perkotaan yang padat, dekat jalan raya, atau kawasan industri.

Jadi, apakah boleh tidur dengan jendela terbuka? Semua kembali ke pilihan pribadi. Kalau kamu khawatir terhadap kualitas udara yang dihirup dan memiliki alergi musiman, ada baiknya tidak membuka jendela selama tidur.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE